News Update :

Kaos Polosan Hitam combed 30s Murah

Penulis : Unknown on Monday, January 9, 2017 | 11:57

Monday, January 9, 2017

Kaos Polosan Hitam combed 30s Murah
Kaos Polosan Hitam combed 30s Murah
Yellow tree Distro tidak henti hentinya melakukan gebrakan, setelah melakukan gebrakan dengan meamsang tari kaos distro dengan harga Rp 100.000/3 pcs, kini yellow tree distro juga melakukan dengan promo yang cukup berani.

Yellow tree saat ini fokus untuk mengeluarkan kaos polosan dengan berbagai warna pilihan, dengan alasan bahwa kaos polosan bisa di pake untuk santai dan terutam bisa di sablon kembalai jika konsumen ingin kaos nya di sablon disampin itu kaos polos yang di keluarkan yellow tree cocok untuk mereka yang mempunyai usaha sablonan, jadi mereka tida perlu repot report mencari kaos polos yang bisa di sablon, mereke bisa langsung ajak admin yellow tree yang komtak nya ada di bawah ini.

Harga yang di patok untuk kaos polosan yellow tree sangat terjangkau untuk ukuran daerah ciayaumajangkuning harga boleh di katakan murah. khusus untuk kaos polosan warna hitam yellow tre sedang melakuan promo dengan menggunakan bahan cotton combed 30s, serta bahan yang sangat lembut dan adem saat di pake membuat kaos polosan dengan bahan combed 30s ini sangat laris di pasaran, kaos polosan hitam combed 30s ini di patok dengan harga Rp 30.000/pcs jika pengambilan minimal 12 pcs maka harga nya cuma Rp 27.000/pcs, size yang tersedia S, M, L dan XL dalam 1 lusin size bisa campur.

Ayoo yang butuh kaos polos hitam silahak hubungi contact di bawah ini


BBM : 5272C294
WA  : 087723582525



Yellowtree  distro juga
Menerima pembuatan kaos sablon, polo shirt dibordir, jaket, kemeja dan topi.


comments (2) | | Read More...

Panduan Praktis Ajaib Al Quran Menjadi Manusia Cerdas 486x60

Tarif Pembuatan SIM, STNK dan BPKB Naik

Penulis : Unknown on Thursday, January 5, 2017 | 13:11

Thursday, January 5, 2017

Kenaikan biaya-biaya terkait dengan kendaraan akan naik mulai Jumat (6/1) besok. Menurut Peraturan Pemerintah nomor 60 tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Kepolisian Negara Republik Indonesia, ada banyak perubahan tarif.

Pembuatan SIM (Surat Izin Mengemudi) tak berubah biayanya. Sedangkan STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan), BPKB (Buku Pemilik Kendaraan Bermotor), menurut lampiran yang dimuat dalam aturan tersebut biayanya berubah.

Namun dalam aturan baru ini, ada dua penambahan dua jenis SIM. Yakni SIM CI dan CII. SIM CI untuk kendaraan dengan kapasitas mesin 250 cc ke atas dan SIM CII untuk kendaraan dengan mesin lebih dari 500 cc.

Sedangkan biaya penerbitan STNK naik berlipat-lipat. Dalih perubahan tarif dalam aturan itu disebut, tarif lama yang dimuat di PP Nomor 50 tahun 2010 perlu diatur kembali.

Aturan yang ditanda tangani oleh Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 ini sudah diundangkan oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly pada 6 Desember lalu. Aturan ini akan berlaku 30 hari usai diundangkan, alias Jumat (6/1) nanti.

Apa saja yang diubah oleh aturan ini?

Ada banyak yang diubah. Namun kami sarikan yang banyak kaitannya dengan kendaraan bermotor.

Untuk SIM baru, SIM A, SIM BI, dan BII ditarik biaya Rp120 ribu. Sedangkan SIM C, CI, dan CII tarifnya Rp100 ribu. SIM D dan DI, untuk pengendara difabel, ditarik biaya Rp50 ribu. Paling mahal biaya dikenakan untuk SIM Internasional, Rp250 ribu.

Sedangkan untuk perpanjangan, SIM A , SIM BI, dan BII ditarik biaya Rp80 ribu. Sedangkan SIM C, CI, dan CII tarifnya Rp75 ribu. SIM D dan DI, biayanya Rp30 ribu. SIM Internasional, untuk perpanjangannya tetap paling mahal, Rp225 ribu.

Kenaikan terjadi pada penerbitan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor, atau yang dikenal dengan pelat nomor naik 100 persen alias berlipat dua. Untuk kendaraan roda dua atau tiga, biayanya naik dari Rp30 ribu menjadi Rp60 ribu. Untuk kendaraan roda empat, dari Rp50 ribu menjadi Rp100 ribu.

Kenaikan paling besar adalah penerbitan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB). Untuk kendaraan roda dua atau tiga, tarifnya Rp225 ribu. Sebelumnya hanya Rp80 ribu. Tarif yang sama berlaku untuk penerbitan buku ganti kepemilikan kendaraan bermotor.

Sedangkan untuk kendaraan roda empat atau lebih, dari yang sebelumnya hanya Rp100 ribu, BPKB baru maupun ganti kepemilikan akan ditarik biaya Rp375 ribu.

Untuk mutasi kendaraan ke luar daerah, biayanya mencapai Rp150 ribu, untuk kendaraan roda dua atau tiga. Sedangkan kendaraan roda empat tarifnya Rp250 ribu.

Bagaimana jika anda ingin memilih nomor pelat sendiri?

Tarifnya paling murah Rp5 juta. Harga itu untuk pelat nomor dengan empat angka dan diikuti dengan huruf di belakangnya. Misal B 1111 GO. Sedangkan paling mahal mencapai Rp20 juta. Harga ini untuk pelat nomor dengan satu angka tanpa diawali diikuti dengan huruf di belakangnya. Misalnya B 7.

Dengan aturan baru ini, maka tarif sebelumnya tak lagi berlaku.

Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/tarif-baru-buat-sim-stnk-dan-bpkb


comments | | Read More...

Panduan Praktis Ajaib Al Quran Menjadi Manusia Cerdas 486x60

10 Bus Siap Angkut Warga Kuningan ikut Aksi 212

Penulis : Unknown on Thursday, December 1, 2016 | 11:28

Thursday, December 1, 2016

10 Bus Siap Angkut Warga Kuningan ikut Aksi 212
10 Bus Siap Angkut Warga Kuningan ikut Aksi 212
KUNINGAN – Sedikitnya 600 umat musilim yang tergabung dalam Aliansi Persaudaraan Islam Kuningan ( APIK) akan berangkat ke Jakarta mengikuti aksi 2 Desember di Monas.

“Kami sudah menyiapkan sembilan hingga 10 bus untuk aksi 2 Desember di Jakarta nanti. Bagi warga Kuningan yang ingin bergabung, masih ada waktu pendaftaran hingga besok. Prediksi kami jumlah massa dari Kuningan mencapai 600 lebih,” kata Ketua APIK sekaligus Ketua FPI Kuningan Edin Kholidin saat ditemui usai Apel Nasional Nusantara Bersatu di Stadion Mashud Wisnusaputra, Rabu (30/11).

Keberangkatan massa dari Kuningan tersebut, kata Edin, akan dilaksanakan pada hari Kamis malam setelah salat Isya dari halaman Masjid Syiarul Islam langsung menuju Monas Jakarta. Rombongan bus pengangkut massa dari Kuningan akan turut menyemarakkan Aksi Super Damai Bela Islam III bersama umat Islam dari berbagai daerah di Indonesia.

“Karena aksi ini akan berlangsung super damai, maka setiap pesertanya pun akan didata sedetil mungkin mulai dari alamat hingga nomor telepon. Kami juga akan meminta pengawalan dari kepolisian sama seperti pada aksi Bela Islam II pada tanggal 4 November lalu,” ujar Edin.

Pada pelaksanaannya nanti, lanjut Edin, saat pemberangkatan komando akan dipegang oleh koordinator daerah langsung menuju Monas. Setibanya di Jakarta, lanjut Edin, komando akan diambil alih oleh panglima aksi dari Jakarta demi terciptanya ketertiban dan kelancaran aksi.

Terkait targetnya, Edin memastikan, tetap meminta ketegasan aparat penegak hukum untuk memberikan tindakan tegas terhadap Pejabat Gubernur Jakarta Non Aktif Basuki Tjahaya Purnama atas perbuatan pensitaan agama. Sebelumnya, aksi akan diawali dengan kegiatan salat Jumat bersama, istighosah dan doa untuk negeri di lapang Monas Jakarta yang rencananya akan diikuti ribuan bahkan jutaan umat muslim dari berbagai daerah di Indonesia.

Sumber : http://www.radarcirebon.com/


comments (1) | | Read More...

Panduan Praktis Ajaib Al Quran Menjadi Manusia Cerdas 486x60

Sejarah Rumah Sakit Wijaya Kusumah Kuningan

Penulis : Unknown on Sunday, November 6, 2016 | 09:08

Sunday, November 6, 2016

Sejarah Rumah Sakit Wijaya Kuningan
Sejarah Rumah sakit wijaya kusumah kuningan
Rumah Sakit Wijaya Kusumah merupakan salah satu rumah sakit swasta yang terletak di jln. RE. Martadinata No.172 Kuningan Jawa Barat, diresmikan tanggal 3 September 1986 oleh Gubernur Jawa Barat waktu itu, Yogi S. Memet. Sesuai dengan niat, landasan dan semangat dari H. Sjamhudi selaku pendiri Rumah Sakit Wijaya Kusumah, rumah sakik ini dibangun dalam rangka melaksanakan dua misi sekaligus, yakni sebagai pusat pelayanan kesehatan yang islami, profesional dan bermutu dan merupakan wujud pengabdian dari seorang putra daerah asal Kuningan untuk membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Kuningan.

Sebagai rumah sakit yang kental dengan unsur keislaman dan sesuai dengan misinya maka Rumah Sakit Wijaya Kusumah dengan segenap elemen yang ada didalamnya, sadar betul bahwa uapaya pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat merupakan suatu ikhtiar yang keberhasilannya sangat tergantung kepada Allah SWT, sebagaimana firman-Nya Wa Idzaa Maridhtu fahuwa yasyfiin.



Dan apa bila aku sakit maka Dilah (Allah) yang menyembuhkan (Qs.Asy-Syu ara:80).


Oleh karena itu dalam rangka pengejawantahan komitmen keislaman di Rumah Sakit Wijaya Kusumah, maka firman Allah tersebut diatas disepakati untuk dijadikan sebagai motto kerja bagi para dokter, perawat dan seluruh karyawan Rumah Sakit Wijaya Kusumah.

Jika kita memasuki atau berada di Rumah Sakit Wijaya Kusumah, kita dapat membaca motto Rumah Sakit Wijaya Kusumah secara jelas di lobi rumah sakit. Motto tersebut selain sebagai renungan bagi umat Islam, juga menjadi bagian dari ornamen gedung rumah sakit sehingga melengkapi keindahan dan kesejukan bagi para pengunjung.

Lebih dari itu dipampangnya motto dimaksudkan untuk memupuk loyalitas tekad pantang menyerah, sikap disiplin, kerja keras, jujur, berkepribadian, berfikir positif, rasional, obyektif, adil dan berhati bersih serta tertib beribadah bagi setiap individu pengelola Rumah Sakit Wijaya Kusumah. Hal ini sesuai dengan budaya kerja rumah sakit yaitu, 3S (salam, sapa dan senyum) dan 5R (ramah, rapih, rajin, rawat dan responsif. Dengan demikian diharapkan pelaksanaan tugas dan fungsi rumah sakit merupakan wujud amal shaleh pada sesama sesuai visi dan misi yang telah ditetapkan.

Cikal bakal berdirinya rumah sakit ini bermula dari adanya ajakan Bupati Kuningan sewaktu dijabat oleh Drs. Jufri Pringadi. Beliau selalu menghimbau agar masyarakat Kuningan, bagi yang berada didaerah maupun yang sedang merantau di kota besar khususnya di Jakarta dan Bandung, kiranya dapat menaruh minat untuk ikut serta membangun daerah asalnya di Kuningan.

Berkali-kali ajakan tersebut dilontarkan oleh Bupati Kuningan baik melalui forum-forum resmi seperti dalam forum ulang tahun Kuningan, yang pada setiap tahunya selalu diadakan, maupun dalam rangkaian kunjungan silaturahminya mendatangi tokoh-tokoh Kuningan di Jakarta. Salah satu tokoh yang dihimbau dan didatangi oleh bupati kuningan tersebut diantaranya H. Sjamhudi.

Kita ketahui bahwa H. Sjamhudi adalah businessman sukses yang memiliki segudang pengalaman dengan intensitas dan kualitasnya yang tinggi dalam berbagai usaha yang digelutinya. H. Sjamhudi sendiri adalah murni pituin Kuningan, tepatnya di Desa Baok, Kecamatan Ciwaru yang sudah puluhan tahun menetap di Jakarta. Ia merupakan putra tertua dari pasangan H. Satria (alm) dan Hj. Uminah (alm)

Sebagai pengusaha sukses dan mempunyai kepedulian yang tinggi untuk memajukan Kabupaten Kuningan, maka ajakan Bupati tersebut mendapat respon positif dari H. Sjamhudi. Sejak itu H. Sjamhudi mamulai memikirkan dan mengidentifikasi bentuk sumbangan apa yang paling tepat dan bermanfaat bagi masyarakat kuningan.

Tak lama setelah melalui berbagai pertimbangan, khususnya input dari Dr. Habban Abdurrahman, H. Sjamhudi memutuskan untuk segera membangun Rumah Sakit Swasta di Kuningan. Walau dalam proses pengambilan keputusan ada juga teman-teman bisnisnya yang menyarankan tidak berinvestasi dalam bentuk rumah sakit denga alasan sudah ada dua rumah sakit yang memadai yang dapat melayani pasien untuk tingkat Kabupaten Kuningan, yakni RSUD 45 dan RS Sekarkamulyan Cigugur, namun demikian, tekad H. Sjamhudi untuk mendirikan rumah sakit tersebut tampaknya sudah bulat dan matang sehingga optimisme H. Sjamhudi dari waktu ke waktu bertambah kuat untuk mendirikan rumah sakit swasta di Kabupaten Kuningan.

Untuk mewujudkan pembangunan Rumah Sakit Wijaya Kusumah, langkah awal yang ditempuh oleh  H. Sjamhudi adalah membentuk sebuah yayasan yang berfungsi sebagai payung organisasi dalam melaksanakan fungsi-fungsi manajemen rumah sakit, baik dari mulai planing, organising, actuating,, sampai kepada controling (POAC).

Yayasan tersebut kemudian diberi nama Yayasan Wijaya Kusumah, yang didalamnya mengandung arti dan nilai keabadian, keteladanan, kejuangan dan sekaliguspula dengan nilai kedaerahan. Sesuai dengan akta notaris Imas Fatimah, SH, nomor 33 tanggal 11 Januari 1985, maka formasi dan susunan pengurus Yayasan Wijaya Kusumah itu meliputi tiga unsur penting yang saling menunjang, yaitu unsur dewan pendiri, unsur pelindung/penasehat dan unsur badan pengurus.

Selain H. Sjamhudi pada jajaran dewan pendiri duduk pula nama-nama pengusaha terkenal lainnya di Jakarta seperti H. Zaelani Zein, H. Effendi Yisuf, dan H. Sumya Azis Shobari.

Untuk unsur pelindung/penasehat dijabat oleh dua orang tokoh daerah yang berpengaruh saat itu, yakni Drs H. Djufri Pringadi dan H. Achmad Sanusi.

Jajaran badan pengurus diamanatkan kepada H. Sjamhudi (Ketua Umum), H. Zaelani Zein (Ketua I), Dr. Habban Abdurrahman (Ketua II), H. S. Djuanda (Sekretaris I), dan Ny. Hj. Nani Sjamhudi (Sekretaris II), H. Sumya Azis Shobari selaku Bendaharanya.

Sejak berdirinya Yayasan Wijaya Kusumah yang kantor pusatnya di Jalan Tener Raya No.5 Jakarta Timur, cita-cita H. Sjamhudi untuk turut berperan mewujudkan dan meningkatkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya bagi semua lapisan masyarakat di Kuningan semakin mendekati kenyataan. terlebih dengan adanya dukungan dari para tokoh  masyarakat dan alim ulama, semakin mempercepat terealisasinya Rumah Sakit Wijaya Kusumah.

Akhirnya hanya dalam waktu tiga bulan sejak berdirinya Yayasan Wijaya Kusumah, tepatnya tanggal 1 April 1985, dilakukan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Wijaya Kusumah di areal tanah seluas 12.650 meter persegi. Pada kesempatan itu hadir dan ikut meletakkan batu pertama antara lain :

  1. H. Sjamhudi
  2. H. Sumya Azis Shobari
  3. H. Zaelani Zein
  4. Drs. H. Djufri Pringadi
  5. Dr H. Toteng Djauhari Indraatmadja ( waktu itu selaku Kepala Dinas Kesehatan Kab. Kuningan).

Dibawah Naungan Yayasan Wijaya Kusumah  ( Akta Notaris Imas Fatimah, SH.  No. 33 ), Rumah Sakit Wijaya Kusumah  mengawali pelayanannya dengan hanya memiliki fasilitas Rawat Jalan dan Rawat Inap sebanyak 35 TT. Seiring dengan makin meningkatnya kepercayaan masyarakat,   menuntut adanya perluasan dan pengembangan fasilitas sarana dan pra sarana serta jenis pelayanannya. Sebagai respon atas animo masyarakat tersebut maka pada tahun 1989 dilakukan  penambahan tempat tidur menjadi 75 tempat tidur, pada tahun 2002 dilakukan pula perluasan bangunan dan penambhan tempat tidur   menjadi  130 tempat tidur  serta pada tahun 2008 telah dibangun fasilitas ICU dengan kapasitas 6 tempat tidur.

Pengembangan sarana tersebut seiring dengan meningkatnya pemintaan masyarakat  yang memerlukan pelayanan kami,  Oleh karena itu komitmen kami untuk melakukan perbaikan  yang tiada henti, terus dilakukan pada berbagai segi, didukung oleh  tenaga-tenaga professional dibidangnya masing-masing dengan tujuan dapat  memberikan pelayanan terbaik dan Islami

Sumber : http://rswijayakusumah.com/main.php?module=main

comments | | Read More...

Panduan Praktis Ajaib Al Quran Menjadi Manusia Cerdas 486x60

Gerakan Vote World Halal Tourism Award 2016

Penulis : Unknown on Tuesday, November 1, 2016 | 20:10

Tuesday, November 1, 2016

Gerakan Vote World Halal Tourism Award 2016
Gerakan Vote World Halal Tourism Award 2016 
JAKARTA – Sepekan ini, Anda sempat membuka-buka timeline di Facebook, Twitter, Instagram, Line, Path atau media sosial lain? Apa posting yang paling heboh menyita perhatian dunia maya? Yang non politik dan non pilkada? Ya! Ada gerakan online dan offline dari berbagai daerah untuk memastikan Indonesia merebut World Halal Tourism Award 2016, di Abu Dhabi, Uni Emirate Arab (UEA), 24 Oktober – 24 November 2016.

Gerakan mengajak vote yang semula hanya online, melalui jejaring media social, pekan ini agak berubah. Sudah mulai offline. Dan pemandangan itu, menjadi sangat atraktif, penuh semangat, bergairah, sekaligus happy, menghibur! Menpar Arief Yahya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang sangat tekun memviralkan ajakan vote for Indonesia itu. “Kalian luar biasa semua! Merah Putih semua! Keren,” kata Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI.

Yuk, kata Menpar Arief, masih ada satu minggu lagi ke depan, klik di alamat website ini: http://bit.ly/VOTEindonesia. Berikan suara kalian buat 12 wakil Indonesia di kompetisi dunia yang bertitel World Halal Travel Award 2016 itu. Ketua Tim Percepatan Wisata Halal Kemenpar, Riyanto Sofyan juga terus mengerahkan semua link dan kolega bisnis yang dimiliki.

Di Aceh, dibawah control dan koordinasi Kadispar Reza Pahlevi, tidak berhenti mencari votes dari segala penjuru. Bahkan mereka memiliki pasukan khusus yang door to door, seperti sales di mall, yang mengejar siapa saja yang belum mewakafkan suaranya buat WHTA2016. “Kami terus semagat, karena kami tidak punya pilihan lain, kecuali bergerak konkret dan cepat,” kata Reza.

Di Lombok, Kadispar NTB Lalu Faozal juga mengerahkan semua pasukannya, termasuk GenPI dan public di car free day. Sekalian di kerumunan Minggu pagi itu untuk woro-woro soal vote itu. Bahkan, mereka juga mencetak tata cara memberi voting itu menggunakan kertas lalu dibagi-pagikan kepada masyarakat. “Luar biasa, kami di daerah sangat antusias,” papar Faozal.

Di kampus-kampus, aktivitas voting juga seru. Mahasiswa dikumpulkan, lalu diberikan penjelaskan sampai mereka mengerti dan menyadari semangat untuk membuat sejarah baru, memenangkan Indonesia di World Halal Tourism Award 2016. “Kami secara bergilir, terus bergerak, memberikan vote pada semua mahasiswa kami,” ungkap Byomantara, Kepala STP Nusa Dua Bali.

Hal serupa juga dilakukan oleh STP Bandung bersama Kepala STP Anang Sutono, juga  Politeknik Pariwisata Medan Faisal, Politeknik Pariwisata Makassar Komang  Mahawira, Politeknik Palembang Irene Camelyn Sinaga. Tahun ini ada tiga destinasi yang memang dipush menuju wisata halal, yakni Lombok NTB, Aceh dan Sumatera Barat (Sumbar).

Aktivitas di online juga terus menerus dengan mengajak para artis, tokoh, dan bintang dunia maya untuk mengendors followers-nya untuk vote. Seperti Laudya Chyntia Bella yang punya follower 5,5 juta, Shireen Sungkar yang mengantungi 6,7 juta follower, Fahira Idris, Garuda Indonesia, National Geographic Indonesia, semua meretweet  dan mengajak vote for Indonesia halal tourism.

Tahun 2015 lalu, Indonesia  juara umum dengan memenangi 3 kategori sekaligus dari 15 kategori yang dilombakan. Yakni Lombok sebagai World Best Halal Destination Award 2015 dan World Best Halal Honeymoon 2015, lalu Sofyan Betawi Hotel Jakarta sebagai World Best Halal Hotel 2015. Tahun 2016 ini lebih siap, karena itu lebih banyak jumlah yang didorong ikut berkompetisi.

Tim Pemenangan yang diketuai Don Kardono, Stafsus Menpar Bidang Media dan wakil Vita Datau Messakh, Ketua AGI dan sekaligus Ketua Tim Percepatan Wisata Kuliner dan Belanja itu tidak menurunkan ritme di minggu kedua ini. Karena tugas tim ini adalah menggerakan masyarakat dengan semua potensi yang dimiliki untuk vote.

Hampir semua kota di tanah air punya industri berbasis halal, misalnya hotel, resort, resto, cafe, atraksi, dan lainnya. Destinasi halal adalah tujuan wisata yang lengkap dengan fasilitas yang moslem friendly, pariwisata ramah wisatawan muslim (muslim friendly tourism). Mudah menemukan masjid, tempat wudlu, di hotel juga ada arah kiblat, jam shalat, kitab suci, dan lainnya.

Khusus Halal Destination, tahun lalu Kemenpar  berhasil mengusung Nusa Tenggara Barat sebagai World’s Best Halal Destinatio 2015. Tahun ini Kementerian Pariwisata Indonesia menjagokan Provinsi Aceh dan Sumatera Barat untuk memenangi destinasi halal itu.

Aceh adalah nomintator untuk kategori World’s Best Halal Cultural Destination, sedangkan Sumatera Barat menjadi nominator kategori World’s Best Halal Destination dan World’s Best Halal Culinary Destination. Soal kuliner, siapa yang menyangkal Sumbar? CNN Travel pernah menempatkan Rendang sebagai makanan paling lezat dunia. Kali ini Nasi Padang yang dinominasikan.

Menpar Arief Yahya senantiasa mengajak masyarakat digital untuk vote 12 nominator Indonesia secara lengkap. Juga mengajak kawan, followers di media sosial untuk bersama-sama vote. “Kita tunjukkan kepada dunia, bahwa kita bangsa besar, bangsa modern, dan bangsa pro digital,” katanya.

Vote sudah berlangsung satu Mingggu sejak tanggal 24 Oktober – 6 November 2016. Lalu akan dilanjutkan dengan memilih 5 besar finalis (Top 5) masing2 kategori dan voting putaran kedua pada tanggal 7



Nominator Indonesia itu adalah:


  1. World’s Best Airline for Halal Travellers: Garuda Indonesia
  2. World’s Best Airport for Halal Travellers: Sultan Iskandar Muda International Airport, Aceh Indonesia
  3. World’s Best Family Friendly Hotel: The Rhadana Hotel, Kuta, Bali, Indonesia
  4. World’s Most Luxurious Family Friendly Hotel: Trans Luxury Hotel Bandung Indonesia
  5. World’s Best Halal Beach Resort: Novotel Lombok Resort & Villas, Lombok, West Nusa Tenggara Indonesia
  6. World’s Best Halal Tour Operator: West Sumatera Indonesia
  7. World’s Best Halal Tourism Website: www.wonderfullomboksumbawa.com, Indonesia
  8. World’s Best Halal Honeymoon Destination: Sembalun Village Region, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Indonesia
  9. World’s Best Hajj & Umrah Operator: ESQ Tours & Travel, Jakarta, Indonesia
  10. World’s Best Halal Destination: West Sumatera, Indonesia
  11. World’s Best Halal Culinary Destination: West Sumatera, Indonesia
  12. World’s Best Halal Cultural Destination: Aceh, Indonesia.


Sumber : http://www.radarcirebon.com/gerakan-vote-world-halal-tourism-award-2016-makin-massif.html
comments | | Read More...

Panduan Praktis Ajaib Al Quran Menjadi Manusia Cerdas 486x60

Wisata Alam Eksotis Di Kabupaten Kuniingan

Penulis : Unknown on Tuesday, October 4, 2016 | 10:56

Tuesday, October 4, 2016

Kabupaten Kuningan menyimpan banyak tempat wisata alam yang sangat aduhai pesonanya. Hampir seluruhnya berada tak jauh dari kawasan gunung tertinggi di Jawa Barat, Gunung Ciremai. Tak ayal, selain pesonanya yang aduhai, hawa dan suananya pun terbilang sejuk.

Bagi Anda wisatawan yang ingin berwisata di Jawa Barat, Kabupaten Kuningan memang layak jadi daerah destinasi. Keindahan alamnya sangat luar biasa. Pepohonan masih rindang. Sungai dan air terjun pun tersaji dengan alamiahnya.

Dari berbagai banyak destinasi tersebut, merahputih.com merekomendasi menjadi 4 destinasi wisata alam yang terbilang eksotis. Tempat-tempat tersebut masih natural dan menyuguhkan suasana yang asri dengan pepohonan nan rindang.

Untuk mengetahui 4 tempat tersebut, berikut merahputih.com sajikan ulasan singkatnya. Yuk, simak 4 tempat wisata eksotisme alam di Kabupaten Kuningan



Bukit 1000 Bintang Batu Luhur

Bukit 1.000 Bintang merupakan tempat wisata panorama alam di ketinggian kaki Gunung Ciremai. Letaknya di salah satu sudut Batu Luhur, Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, Kuningan, Jawa Barat. Karena itu, sebagian besar kawasan ini dikenal dengan Bukit 1.000 Bintang Bukit Luhur.

Di saat senja, panorama matahari berwarna jingga sangat memesona. Di sudut lain, tampak samar-samar suasana perkotaan. Bila malam hari, samar-samar akan berubah menjadi pemandangan gemerlapnya lampu perkotaan. Tentu itu bagaikan 1.000 bintang di langit, seakan mengingatkan novel Umar Kayam, "Seribu Kunang-Kunang di Manhattan."

Tak hanya itu, kelompok pengelola objek wisata ini bahkan telah menyediakan tempat penginapan. Meski ala kadarnya dengan tenda dan peralatan masak, pengunjung akan semakin dapat berlama-lama. Tempat penginapannya terletak di sudut tertinggi Bukit 1000 Bintang, sehingga pemandangan alamnya semakin tampak luas. Saat malam hari, misalnya, akam tampaklah gemerlapnya lampu-lampu Kota Cirebon, bahkan pesisir laut pantai utara.

Untuk menikmati pemandangan eksotis ini, pengunjung hanya ditarik tiket Rp2.000 per orang. Ditambah tarif parkir Rp2.500 untuk sepeda motor dan Rp5.000 untuk mobil.

Paniis Singkup

Objek wisata Paniis Singkup menawarkan suasana alam dengan vegetasi pepohonan pinus yang menghadirkan suasana sejuk dan nyaman. Selain itu, di dalam kawasan wisata mengalir sebuah sungai yang langsung dari mata airnya. Jernihnya air semakin menambah suasana sangat nyaman dan membuat pengunjung menjadi rileks.

Namanya berasal dari dua desa yang melingkupinya, yakni Desa Paniis dan Desa Singkup. Yap, secara geografis objek wisata ini berada di dua desa tersebut, di Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Jarak dari Kota Kuningan hanya sekitar 30 kilometer, sementara dari Kota Cirebon sekitar 55 kilometer.

Suasana sejuk segera menyapa ketika memasuki kawasan wisata alam tersebut. Pohon-pohon pinus tegak berdiri, menghalau panas yang beberapa menit sebelumnya masih terasa. Dahulu kawasan ini berada di wilayah hutan produksi Perhutani. Sejak 2011, kawasan itu dikelola oleh Taman Nasional Gunung Ciremai bekerja sama dengan Perusahaan Daerah Aneka Usaha.

Kini objek wisata Paniis Singkup semakin cantik dengan telah dibangunnya beberapa fasilitas untuk menambah kenyamanan pengunjung. Fasilitas tersebut di antaranya adalah lahan parkir yang luas, spot-spot untuk gathering, toilet, musala, dan warung-warung jajanan yang tersedia di sekitar area Paniis Singkup.

Selain menawarkan wisata mata air, Paniis Singkup juga menawarkan area perkemahan yang sangat representatif, dapat menampung hingga ratusan orang. Area perkemahan
ini ditumbuhi dengan pohon-pohon pinus yang rindang.

Telaga Remis

Salah satu objek wisata yang menarik di Kuningan ialah Telaga Remis. Secara geografis letaknya berada di Desa Kaduela, Kecamatan Mandirancan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Jaraknya kurang lebih 37 kilometer atau dapat ditempuh 1 jam dari pusat kota Kuningan. Sementara dari Kota Cirebon sekitar 30 kilometer atau sekira 1,5 jam perjalanan dengan sepeda motor.

Telaga Remis memiliki lahan seluas 13 hektare untuk wilayah keseluruhan. Sedangkan luas danau atau telaganya hanya mencapai 3,25 hektare.

Suasana asri bercampur udara sejuk membuat Telaga Remis sangat pas dijadikan tempat untuk melepas kepenatan. Adanya wahana sepeda air untuk berkeliling menambah keasyikan tersendiri saat berkunjung ke area wisata yang dikelola Perum kehutanan Kabupaten Kuningan ini.

Bagi Anda yang menyukai aktivitas berjalan kaki, terdapat jalur khusus untuk pejalan kaki yang dibuat untuk memutari telaga ini. Lain lagi bagi penyuka hobi memancing, Telaga Remis menyimpan aneka ikan yang bisa dibawa pulang. Ikan seperti mujair dan ikan mas menjadi ikan yang mendominasi Telaga Remis.

Untuk masuknya, Anda akan dikenai biaya tiket Rp10.000 per orang. Namun, disarankan Anda membayar di loket resmi.

Telaga Nilem

Telaga Nilem menjadi tempat favorit wisatawan yang gemar berselfie ria di dalam air. Jernihnya air membuat dunia fotografi pun dapat dilakukan di dalam air.

Begitulah daya tarik utama Telaga Nilem. Telaga ini berada dalam kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai. Letaknya masih satu gerbang masuk Wisata Talaga Remis, tepatnya terletak di Desa Kaduela, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Meski masih satu kawasan, keduanya tidak berasal dari mata air yang sama. Jarak antara Telaga Remis dengan Telaga Nilem sekitar 400 meter. Namun, suasana kedua telaga ini khas wisata alam hutan pinus.

Sumber air telaga ini langsung dari mata air pegunungan sehingga menyebabkan air telaga nilem begitu jernih dan segar. Kita bisa mengabadikan foto baik dari permukaan air maupun dari dalam air. Kedalaman mulai dari setinggi mata kaki, hingga sekitar 2,5-3 meter untuk yang paling dalam. Pepohonan sekeliling telaga membuat suasana semakin teduh dan asri.

Di tepi telaga terdapat 2 gazebo untuk beristirahat menikmati suasana. Sementara di sisi sebelahnya terdapat warung makanan ringan dan minuman. So, wisatawan yang berenang di danau tengah hutan pinus ini bisa berisitirahat sejenak sambil minum teh manis atau kopi


Sumber : http://ekstra.merahputih.com/

comments | | Read More...

Panduan Praktis Ajaib Al Quran Menjadi Manusia Cerdas 486x60

Pesona Telaga Biru Cicerem Kuningan

Penulis : Unknown on Friday, September 30, 2016 | 21:37

Friday, September 30, 2016

Telaga Biru Cicerem terletak di Desa Kaduela, Kecamatan Pasawahan, Kab. Kuningan saat ini  menjadi
salah satu destinasi wisata alam yang menjadi trending di media sosial. Pengunjung yang datang bukan hanya dari Kuningan tapi ada juga yang dari dari luar daerah, malah tak sedikit pengunjung dari mancanegara yang menyambangi tempat ini. Warna airnya yang berwarna biru dengan ikan-ikan di dalamnya menyuguhkan pesona yang sangat indah. Walau hanya mempunyai kedalaman lima meter namun tempat ini sangat cocok bagi Anda yang ingin menyepi dan merasakan suasana alam nan asri.

Terletak di kaki Gunung Ciremai ini sudah lumayan lama dikenal semenjak tahun 2010.  Sekarang di era media sosial, tempat wisata ini biasa banyak dikunjungi oleh para pelancong yang kebanyakan anak muda. Mereka banyak yang mengabadikan keindaha telaga Biru Cicerem ini untuk kemudian mempostingnya di media sosial, terutama Instagram.

Selain menyajikan tempat yang asri dan sejuk, tiket ke area wisata ini pun sangat terjangkau. Di sekeliling telaga ini berdiri aneka tumbuhan tinggi dan rindang. Letaknya yang tak jauh dari jalan raya memudah untuk diakses oleh wisatawan. Tempat ini pun cocok bagi anda yang suka hunting foto.

Akses ke Telaga Biru Cicerem, Kuningan
Untuk akses ke tempat wisata alam ini, dari arah Kuningan atau Cirebon menuju ke bundaran Ciracas, tepatnya sebelah utara setelah Pasar Cilimus lalu menuju Jln. Mandirancan. Selama perjalanan, Anda bisa menikmati pemandangan hamparan sawah dan indahnya Gunung Ciremai. Anda akan masuk ke Jln. Kasab dan pertigaan Cirea-Pasawahan, belok kiri menuju Tugu Macan Mandirancan (sekitar 800 meter dari pertigaan).

Dari Tugu Macan Mandirancan ambil arah ke Desa Pasawahan/Jln. Cirea-Pasawahan. Nanti ada pertigaan dekat lapangan bola lalu belok, lalu ambil ke kanan menuju objek wisata Paniis. Adapun bila lurus dari pertigaan dekat lapangan akan menuju ke Desa Wisata Cibuntu. Dari obyek wisata Paniis, tak jauh ada Situ Sipariuk (sebelah kiri jalan).

Lanjutkan perjalanan sampai ke perempatan dekat Masjid Pasawahan, lalu belok kanan ke arah Jln. Pasawahan, kemudian belok kiri setelah kantor Polsek Pasawahan menuju Jln. Bina Lestari. Di sana, ada informasi akses menuju Situ Cicerem. Sekira 500 meter dari kantor Polsek, ada pertigaan dekat Masjid lalu belok kiri menuju Jln. Kaduela. Tak jauh dari pertigaan dekat masjid, kurang lebih sekitar 300 meter ada gerbang yang menunjukan lokasi Situ Cicerem.




comments (1) | | Read More...

Panduan Praktis Ajaib Al Quran Menjadi Manusia Cerdas 486x60

Pusat Kaos Polos Kuningan

Penulis : Unknown on Thursday, August 25, 2016 | 21:37

Thursday, August 25, 2016

Hai Guys ....
Saat ini   yellow tree bukan saja menjual kaos kaso yang berkualitas distro namun juga menerima pesenan kaos polos (polosan) yang juga berkualitas distro, dengan menggunakan bahan yang sangat berkualitas atau sesuai dengan keinginan dari para konsumen, tapi biasanya konsumen kami banyek menggunakan bahan cotton combed 30s karena bahannya yang lembut dan adem serta menyerap keringat, jahitan yang kami punya juga sangat rapih dan tidak kalah dengan jahitan distro, gak percaya bisa lihat penampakannya,




Menurut ente gimana jahutan nya...?
jika ente berminat untuk membuat kaso polosan untuk berbagai acara yang akan ente buat anda bisa kontact ke
Email : agusbojong3@gmail.com
WA  : 087723582525
BBM: 5890E19B

Di jamin memuaskan anda


#pusatkaospoloskuningan
#kaospoloskuningan
comments | | Read More...

Panduan Praktis Ajaib Al Quran Menjadi Manusia Cerdas 486x60

Hari Pertama Puasa, Harga Sembako Tambah Mahal

Penulis : Unknown on Tuesday, June 7, 2016 | 11:01

Tuesday, June 7, 2016

KUNINGAN – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Kuningan pada hari pertama puasa ini ternyata masih mahal, bahkan beberapa komoditi malah tambah naik.

Seperti terpantau di Pasar Kepuh, Kuningan, harga sembako yang mengalami kenaikan adalah gula pasir yang sebelumnya mencapai Rp 14.500 naik menjadi Rp 15.000 per Kg. Begitu pun pada harga gula merah yang kini merangkak naik jadi Rp 18.000 dari sebelumnya Rp 17.000 dan kentang kini naik lagi menjadi Rp 15.000 dari sebelumnya Rp 14.000.

Sedangkan beberapa komoditi cenderung masih bertahan adalah telur di kisaran harga Rp 23.000 per Kg, daging ayam Rp 32.000, daging sapi Rp 110.000 dan minyak goreng curah Rp 11.500 per Kg. Hal serupa juga terjadi pada komoditi sayuran seperti bawang merah dan cabai merah masih Rp 30.000, cabai rawit Rp 25.000 dan bawang putih Rp 35.000.

Menurut Arisman, petugas pemantau harga dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kuningan Arisman di Pasar Kepuh, masih tingginya harga sejumlah kebutuhan pokok tersebut disebabkan karena masih suasana meremaan, ketika tingkat belanja masyarakat masih tinggi pada awal Ramadhan ini. Sudah menjadi hukum dagang, ketika terjadi peningkatan permintaan dan jumlah barang terbatas menyebabkan harganya menjadi naik.

“Biasa masih meremaan awal-awal Ramadhan. Mudah-mudahan pada hari berikutnya akan kembali normal, hingga nanti menjelang Lebaran seperti biasa bakal melonjak lagi,” ujar Arisman.

Sumber : http://www.radarcirebon.com/hari-pertama-puasa-harga-sembako-tambah-mahal.html


comments (1) | | Read More...

Panduan Praktis Ajaib Al Quran Menjadi Manusia Cerdas 486x60

Promo Kaos Menjelang Ramadhan

Penulis : Unknown on Wednesday, May 18, 2016 | 18:46

Wednesday, May 18, 2016

Di saat harga sembilan bahan pokok mulai merangka naik, yellow tree distro yang terletak di Jln Rya Desa
Bojong No 79 malah menurunkan harga kaos yang ada. Hal ini di sebabkan ingin memberikan barang barang berkualitas dengan harga yang relatif murah kepada masyarakat yang membutuhkan Kaos kaos keren Menjelang Bulan Ramadhan Tiba.

Setidaknya yellow tre ingin membantu maasyarakat dalam memenuhi sandang di dalam keluarga, hal ini di ungkapkan kan owner yellow tree kepada admin Seputar Kuningan

Walaupun harga yan di berikan relatif murah tapi bahan yang di gunakan tetap bahan nomor wahid, kaos kaos keren ini terbuat dari cotton combed  yang adem saat di pake dengan jahitan yang rapih tidak kalah atau sama dengan kualitas jahitan dari distro distro ternama di bandung.

Harga yang di patok untuk menjelang ramadhan ini adalah jika beli 1 pcs maka di kasih harga Rp 45.000/pcs tapi jika beli 3 pcs cuma di kasih harga Rp 100.000, menurut pantauan admin seputar kuningan harga yang di berikan saat ini termasuk sangat murah sekali untuk seukuran kaos kaos yang ada di yellow tree, disign yang ada di kaos ini pun tidak kalah bagus dengan disgn kaos yang ada di toko toko atau mal mal, kualitas sablon yang bagus juga membuat gambar yang ada di kaos nya bisa bertahan lama.

Promo ini berlangsung dari sekarang sampai menjelang Bulan Ramadhan atau bisa di perpanjang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan owner. Makanya Buruan kunjungi Yellow tree Distro atau bisa kunjungi webnya segera, jangan sampe kehabisan

Jika anda berminat untuk memiliki kaos kaos keren ini anda bisa datang langsung ke Jln Raya Desa Bojong No 79 Kec Kramatmulya Kuningan untuk anda yang berada di luar kuningan anda bisa lihat contoh contoh kaosnya di web yang di miliki yellow Tree silahkan klik di sini



comments | | Read More...

Panduan Praktis Ajaib Al Quran Menjadi Manusia Cerdas 486x60

ABG Mesum Di Hutan Bungkirit

Penulis : Unknown on Saturday, May 14, 2016 | 11:29

Saturday, May 14, 2016

KUNINGAN – Entah sudah berapa banyak kasus mesum yang dilakukan di Hutan Kota Bungkirit oleh
para pengunjung. Dari semua itu pengelola sudah melakukan berbagai tindakan mulai dari dinikahkan hingga membuat surat pernyataan bagi para pelaku untuk tidak melakukan perbuatan.

Namun, ternyata hal itu tidak mempan. Kasus mesum terus muncul silih berganti. Dalam  tiga hari ini sudah ada beberapa pasang yang digaruk oleh pengelola Hutan Kota Bungkirit.

Ironis ada salah satu pasang remaja yang masih duduk di kelas X yang berasal dari sekolah favorit melakukan mesum dengan dimulai menonton film porno. Usai menonton porno mereka langsung melakukan mesum.

“Terkadang saya harus melakukan tindakan apa lagi untuk mencegah pengunjung yang kebanyakan remaja agar tidak melakukan mesum,” ucap Pengelola Hutan Bungkirit Asep Zulkarnaen.

Ia menerangkan, bukan hanya video porno tapi gambar mesum para pelaku. Mereka tidak malu menyimpan dokumen foto bugil untuk saling kirim dengan pasangannya.

Diterangkan, pasangan yang melakukan tindakan mesum dari lembaga pendidikan yang berbasis agama ada, sekolah favorit banyak. Pihaknya sampai bosan berhubungan dengan pihak sekolah.

“Andai tidak ada tanggung jawab moral saya tidak melakukan tindakan penangkapan terhadap mereka. Saya sedih melihat generasi muda yang sudah biasa dengan mesum. Masalah ini harus menjadi perhatian serius semua pihak,” ujarnya yang enggan menyebutkan jumlah pelaku mesum namun sangat banyak.

Kalau mau diintrogasi rata-rata pergaulan mereka sudah jauh. Tapi, pihaknya lebih fokus ke perbuatan mereka di hutan kota. Sebab, hal ini menjadi ranah, sedangkan masalah lain di luar tanggung jawab.

Kasi Trantib Kecamatan Cigugur Deni Hamdani menambahkan, pada Senin (9/5) pihaknya kembali menangkap pelaku mesum dari dua sekolah favorit yang salah satuya lembaga pendidikan agama. Yang membuat pihaknya murka adalah pihak orang tua tidak mau datang dan mereka menyerahkan semuanya kepada pihak berwajib.

Hutan Kota Bungkirit masuk wilayah Cigugur dan kami terus berupaya melakukan berbagai cara untuk menekan kasus mesum. Bahkan, sudah melakukan deklarasi anti  tindakan mesum lima sekolah yang berada di kecamatan Cigugur. Namun, hasilnya belum terasa,” jelas Deni.

Apa yang dilakukan ini kata dia, sebagai bukti pihaknya peduli terjadap moral remaja. Aksi oral seks dikalangan remaja saat ini sepertinya sudah lumrah karena rata-rata ketika ditangkap mereka tengah berbuat seperti itu.

“Meski saat ini belum ada hasilnya kami tidak akan lelah. Mari semua memperhatikan permasalahan ini kerena menjadi tanggung jawab semuanya,” ucap Deni.


Sumber::http://www.radarcirebon.com/masih-ada-saja-abg-mesum-di-hutan-bungkirit.html
comments | | Read More...

Panduan Praktis Ajaib Al Quran Menjadi Manusia Cerdas 486x60

Kuningan Berduka: Bupati Utje Meninggal Dunia

Penulis : Unknown on Thursday, April 7, 2016 | 19:47

Thursday, April 7, 2016

Kabar duka berhembus dari Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Bupati Kuningan Utce Aang Hamid
Suganda menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45 Kuningan, Kamis (7/4/2016).

Kepala Bagian Humas Pemkab Kuningan, Asep menuturkan, Utje mendadak harus dilarikan ke Unit Gawat Darurat RSUD 45 Kuningan tadi sekira pukul 15.00 WIB. 45 menit kemudian almarhum sudah meninggal dunia.

"Beliau tidak sakit, seharian ini masih kerja, untuk dugaan sementara terkena serangan jantung. Namun, kami belum bisa memastikan pasalnya belum ada keterangan resmi dari pihak rumah sakit yang menanganinya" terang Asep.


Bupati Utje CH Hamid Suganda dikabarkan pingsan di pangkuan suaminya, Aang Hamid Suganda seusai mengikuti rapat.
Dari informasi yang diterima Tribun, setelah memimpin rapat sekitar pukul 15.00 WIB, Utje mengeluh sakit pinggang lalu menuju pendopo Kuningan.

Setelah pingsan di pangkuan suaminya, Utje dibawa ke RSUD 45 Kuningan, dan tak lama dinyatakan meninggal dunia.

Rencananya, almarhumah akan disemayamkan esok, Jumat

Utje Ch Hamid Suganda dan Acep Purnama resmi dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kuningan periode 2013-2018, setelah keduanya dilantik Presiden RI yang diwakili Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan, Rabu (4/12/2013).

Utje menggantikan suami, Aang Hamid Suganda yang sebelumnya menjabat Bupati Kuningan selama dua periode berturut-turut.

Sementara Acep menggantikan Momon Rochmana yang pada 2008-2013 menjabat Wakil Bupati Kuningan.

Pelantikan dan pengucapan sumpah dilakukan dalam sidang paripurna istimewa DPRD Kabupaten Kuningan pukul 14.00.

Selain Gubernur Jabar, hadir pula sejumlah pejabat seperti Wakil Ketua DPRD Jabar, Rudi Harsa, anggota DPR RI Dapil Jabar X, Mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso, Bupati dan Wali Kota se-Wilayah III Cirebon serta para Bupati daerah perbatasan.
Sementara itu, ketika serah terima jabatan dari Aang kepada Utje, seperti serah terima tugas dari suami kepada istri.

Utje mencium tangan Aang, seperti bentuk penghormatan seorang istri terhadap suami.
Utje dan Acep dinyatakan sebagai Bupati terpilih setelah MK menolak gugatan sengketa Pilbup Kuningan yang diajukan pasangan Momon Rochmana-Mamat Robby Suganda dan Zaenal Mustapa-Cartam Sulaeman.

Sementara berdasarkan rekapitulasi penghitungan suara yang digelar KPU Kabupaten Kuningan, pasangan Utje-Acep meraih 44,99 persen suara sah.
Angka tersebut mengungguli raihan suara pasangan calon lainnya.
comments | | Read More...

Panduan Praktis Ajaib Al Quran Menjadi Manusia Cerdas 486x60

Cara Perpanjang SIM dengan HP Android

Penulis : Unknown on Saturday, February 27, 2016 | 21:07

Saturday, February 27, 2016


Ada tiga tahapan registrasi yang harus dilakukan untuk proses perpanjangan SIM melalui aplikasi Simobo di Simobo di Playsotre, maka kita harus melakukan langkah-langkah berikut :
smartphone Android. Setelah kita berhasil mengunduh aplikasi
Tahap I Registrasi
1. Masukkan username, nama dan e-mail
2. Tunggu email aktivasi user Simobo
3. Aktifkan user
Tahap II Registrasi SIM
1. Buka menu “Profile”
2. Registrasi data SIM yang dimiliki *klik tanda (+) di lingkaran merah
3. Isi formulir sesuai dengan data SIM anda, masa berlaku, pilih kabupaten dan kecamatan sesuai domisili dan lampirkan foto fisik SIM anda
4. Kemudian simpan *klik REGISTRASI

Tahap III. Permohonan Perpanjangan SIM (masuk MENU dan *klik Layanan Masyarakat kemudian pilih Perpanjangan SIM)
1. Pilih SIM yang telah diregistrasikan (*klik tanda (+) tanda merah)
2. Pilih tanggal yang dikehendaki pemohon
3. Pilih lokasi penerbitan SIM yang dikehendaki sesuai domisili
4. Klik tombol Check
5. Jika Kuota lokasi dan jadwal yang diinginkan ada, maka permohonan akan bisa dilanjutkan
6. Jika kuota tidak tersedia, silakan pilih jadwal atau lokasi yang lainnya.
Setelah semua tahapan tersebut dilakukan, maka kita tinggal menunggu konfirmasi dari operator. Nanti akan ada notifikasi dengan membuka kembali aplikasi Simobo, masuk Menu dan *klik Layanan masyarakat kemudian pilih perpanjangan SIM dan buka.

sumber :http://www.radarcirebon.com/begini-cara-perpanjang-sim-dengan-hp-android.html




comments | | Read More...

Panduan Praktis Ajaib Al Quran Menjadi Manusia Cerdas 486x60

Daftar Tempat Wisata di Kuningan


Daftar Tempat Wisata di Kuningan Jawa Barat - yoshiewafa - Daerah Kuningan adalah sebuah nama kota dan Kabupaten yang ada di Jawa Barat, Pulau Jawa , Indonesia. Wilayah Kuningan dan sekitarnya
memiliki potensi wisata alam, wisata budaya, wisata sejarah, wisata religi dan lain sebagainya yang cukup menarik untuk Anda jadikan tempat tujuan wisata . Blog yoshiewafa akan menyediakan informasi peta wisata di kuningan yang dapat Anda jadikan destinasi untuk liburan bersama keluarga ataupun kerabat Anda.
Berikut ini adalah destinasi wisata di kabupaten Kuningan Jawa Barat yang menarik untuk di kunjungi :

1. Talaga Remis
Talaga Remis adalah sebuah danau yang berlokasi di kaki gunung Ciremai.
Lokasi : Desa Kaduela, Kuningan, Kecamatan Mandirancan, berjarak kurang lebih sekitar 37 km dari pusat kota Kuningan.

2. Taman Wisata Alam Linggajati
Taman ini memiliki panorama alam yang indah dengan udara yang sejuk dan segar. Tidak jauh dari lokasi Taman Wisata Alam ini terdapat sebuah bangunan yang memiliki nilai sejarah, yaitu gedung tempat diadakannya perjanjian Linggarjati antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Belanda yang mempunyai sebuah daya tarik tersendiri. Di Taman ini Anda dapat Menikmati keindahan alam dan sekitarnya, Memancing, Berenang.
Lokasi : Desa Linggarjati Kec. Cilimus, Kab. Kuningan

3. Waduk Darma
Pemandangan yang ada di daerah ini yang sangatlah indah dengan didukung udaranya yang sejuk sangat cocok untuk dijadikan sebagai tempat rekreasi keluarga pada hari libur atau waktu senggang lainnya.
Lokasi : Kec. Darma, 12 km dari Kota Kuningan ke arah Barat Daya, atau sekitar 37 km dari Kota Cirebon.
Telephone : (0232)8880193

4. Sumur Tujuh Cibulan
Di daerah ini terdapat tujuh sumur yang merupakan tempat patilasan Prabu Siliwangi yang digunakan untuk bersuci ketika bersemedi dan juga merupakan salah satu tempat bersejarah dalam penyebaran Islam di Kuningan melalui kegiatan para Wali Songo.
Lokasi : Desa Manis Kidul Kec. Jalaksana, 7 Km dari kota Kuningan ke arah Utara, atau sekitar 28 Km dari Kota Cirebon menuju Selatan. Telephone : (0232)614045

5. Taman Rekreasi Curug Sidomba
Air terjun curug Sidomba mempunyai ketinggian 3 m. Curug ini adalah salah satu curug buatan yang mengalir di tengah daerah ini. Airnya cukup jernih, dingin, dan segar, yang mengalir dari sumber mata air di Gunung Ciremai, serta bermacam jenis ikan yang hidup dalam air ini seperti ikan mas dan ikan Kancra Bodas.
Lokasi : Desa Peusing, Kecamatan Jalaksana
Telephone : (0232)9144117 / (0232)613320

6. Sangkanhurip Alami
Lokasi : Jl.Pemandian Air Panas Sangkanhurip No.210, Desa Sangkanhurip, Kec.Cigandamekar
Telephone : ( 0232 )613142

7. Linggarjati Indah
Lokasi : Jl.Linggarjati No.04, Desa Linggasana, Kec.Cigandamekar - Kuningan
Telephone : ( 0232 )613188

8. Cigugur ( TNGC)
Lokasi : Desa Cigugur, Kec.Cigugur - Kuningan

9. Balong Keramat Darmaloka
Lokasi : Desa Darma, Kec.Darma - Kuningan

10. Balong Dalem (TNGC)
Lokasi : Desa Babakanmulya, Kec.Jalaksana - Kuningan

11. Taman Reaksi Salsabila
Lokasi : Jl.Panawuan No.2 Rt.01 Rw.01 Dusun01, Desa Panawuan, Kec.Cigandamekar, kab.Kuningan
Telephone : (0232)613732 / (0232)8617085

12. Buper Paniis / Singkup
Lokasi : Desa Singkup, Kec.Pasawahan - Kuningan

13. Balong Kambang Pasawahan
Lokasi : Desa Pasawahan, Kec.Pasawahan

14. Situ Cicerem
Lokasi : Desa kaduela, Kec. Pasawahan - Kuningan

15. Gedung Perundingan Linggajati ( Sejarah )
Lokasi : Jl. Naskah Linggajati Np.106 Linggajati, Kec. Cilimus - kuningan
Telephone. : (0232) 615379

16. Sitonjul
Lokasi : Dusun kliwon & Manis, Desa Sangkanhurip Kec. Cigandamekar - Kuningan

17. Site Museum Taman Purbakala Cipari ( Sejarah )
Lokasi : Jl. Purbakala, Kelurahan Cipari, Kec. Cigugur - Kuningan
Telephone : (0232) 871378

18. Curug Bangkong
Lokasi : Desa Kertawirama, Kec. Nusaherang - Kuningan

19. Curug Landung
Lokasi : Desa Cisantana, Kec. Cigugur - Kuningan

20. Ciangir
Lokasi : Desa Ciangir, Kec. Cibingbin - Kuningan

21. Pemandian Air Panas Subang
Lokasi : Dusun Kliwon, Desa Subang, Kec. Subang - Kuningan

22. Kolam Renag Tirta Gunung Mas
Lokasi : Jl.Luragung No. 5, Luragung - Kuningan
Telephone : (0232) 879988

23. Kolam Renag Sanggariang
Lokasi : Jl. Siliwangi No.75, Kec. Purwawinagun - Kuningan
Telephone : (0232) 873210

24 Gua Maria Fatimah Sawer Rahmat
Lokasi : Desa Cisantana, Kec. Cigugur - Kuningan
Telephone : (0232) 873210

25. Buper Palutungan ( TNGC )
Alamat : Desa Cisantana, Kec. Cigugur - Kuningan

26. Perkebunan Salak, Durian Dan Kuliner Bin Aman Agro
Lokasi : Kampung Cibodas, Kec. Cipondok - Kuningan
Telephone : 081585919791

27. Gedung Marapat Lima (Bagian dari Cagar Budaya Nasional Paseban Tri Panca Tunggal)
Lokasi : Jl. Sukamulya, Kec. Cigugur - Kuningan
Telephone. : (0232) 873351

28. Lemganh Cilengkrang
Lokasi : Desa Pajambin, Kec. Karamatmulya

29. Talaga Nilem
Lokasi : Desa Kaduela, Kec. Paswahan - Kuningan

30. Gua Indrakila
Lokasi : Jl. 11 April, Desa Karangkencana, Kec. Karangkencana - Kuningan

31. Curug Putri
Lokasi : Desa Cisantana, Kec. Cigugur - Kuningan

32. Pendakian Gunung Ciremai (jalur pendakian linggajati dan Palutungan) ( TNGC )
Lokasi : Desa Cisantana, Kec. Cigugur / Desa linggajati, Kec. Cilimus

Demikianlah info tempat wisata di Kuningan yang kami sadur dari berbagai sumber dengan pencarian google.com dengan sumber utama wikipedia.org. Dan beberapa sumber lain seperti jabarprov.go.id, tempatwisatadijawabarat.com, kuningankab.go.id. Semoga bermanfaat untuk Anda yang ingin berwisata ke Kuningan Jawa Barat.

Sumber :https://www.facebook.com/kuningankab.go.id/?fref=ts
comments (1) | | Read More...

Panduan Praktis Ajaib Al Quran Menjadi Manusia Cerdas 486x60

Perpanjang SIM di Kuningan, Sekarang Bisa Lewat HP Android

Penulis : Unknown on Tuesday, February 23, 2016 | 21:48

Tuesday, February 23, 2016

KUNINGAN – Bagi anda yang ingin memperpanjang Surat Izin Mengemudi alias SIM, kini tak lagi harus
capek mengantre di loket. Karena Polres Kuningan kini mulai memberlakukan pelayanan secara online melalui aplikasi handphone android bernama Simobo atau SIM Mobile Order.

Caranya, cukup dengan mengunduh aplikasi Simobo melalui Playstore di smartphone. Setelah aplikasi sukses terpasang, segera lakukan registrasi dengan memasukkan user name, nama lengkap dan alamat email.

“Setelah registrasi berhasil, nanti operator akan mengirim password untuk bisa mengakses layanan Simobo. Jangan lupa untuk mengklik link yang tercantum pada email tersebut, setelah itu baru aktivasi Simobo pada samrtphone dengan memasukkan password yang tercantum di email,” ungkap Operator Simobo Polres Kuningan Brigadir Evan Kustawan, Senin (15/2).

Setelah masuk ke aplikasi, lanjut Evan, pemohon tinggal mengisi formulir yang akan muncul di layar handphone hingga selesai. Setelah semua tahapan dilalui, nanti pemohon akan menerima pesan notifikasi beserta nomor antrean yang memuat informasi waktu dan tempat pengambilan SIM.

“Bagi pemohon yang menggunakan aplikasi ini akan ada pelayanan khusus. Karena semua persayaratan sudah masuk ke data kami sehingga pelayanan pun bisa lebih cepat. Pemohon cukup menunjukkan nomor registrasi kemudian menjalani pemeriksaan kesehatan dan melakukan pembayaran administrasi di loket BRI, kemudian langsung proses pemotretan,” ujar Evan.

Sementara itu Kasat Lantas Polres Kuningan AKP Subana mengatakan, pelayanan Simobo merupakan salah satu terobosan Direktorat Lalu Lintas Polda Jabar untuk memudahkan masyarakat dalam mengurus perpanjangan SIM. Ada beberapa keuntungan dari aplikasi tersebut, di antaranya kemudahan pengurusan perpanjangan SIM tanpa harus antre dan juga bisa menentukan sendiri waktu pelayanan kapan saja.

“Sekalipun aktivasi dilakukan hari ini, kita bisa memilih sendiri waktu pengurusannya hingga satu bulan sekalipun. Cukup menunjukkan nomor antrean yang sudah didapat, maka kami siap melayani dengan cepat,” tegas Subana.

Subana mengaku, hingga saat ini baru pihaknya baru menerima empat pengajuan perpanjangan SIM melalui aplikasi Simobo tersebut. Dari empat pemohon tersebut, baru satu orang yang menguruskannya hingga tuntas, sedangkan tiga lainnya baru melakukan registrasi online.

Sumber : http://www.radarcirebon.com/perpanjang-sim-di-kuningan-sekarang-bisa-lewat-hp-android.html
comments | | Read More...

Panduan Praktis Ajaib Al Quran Menjadi Manusia Cerdas 486x60

Dua Warga Jamblang Di Duga Teroris

Penulis : Unknown on Thursday, January 21, 2016 | 20:05

Thursday, January 21, 2016

CIREBON – Densus 88 sudah menangkap dua warga Desa Orimalang, Kec Jamblang, Kab Cirebon, Jumat pagi (15/2). Dua orang yang ditangkap itu salah satunya berinisial JS, yang selama ini dicurigai oleh terlibat jaringan teroris.

Informasi dari radarcirebon.com yang saat ini sedang berada di lokasi, sejak tadi malam tim Densus sudah mengubek-ngubek Desa Orimalang. Hasilnya, malam tadi berhasil menangkap satu pelaku yang sedang membeli nasi goreng di Desa Bakung, dan pagi tadi menangkap satu orang lagi. Total ada dua orang terduga terlibat teroris yang ditangkap tanpa perlawanan.

Hingga saat ini Densus masih berada di lokasi. Kepala Desa Orimalang masih sibuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari media tekait penangkapan terhadap  warganya.

Tim Densus yang bersenjata lengkap tampak masih berjaga-jaga. Sementara warga masih ketakutan dan banyak yang berdiam di dalam rumah.

Sumber: http://www.radarcirebon.com/densus-amankan-2-warga-orimalang-jamblang.html
comments | | Read More...

Panduan Praktis Ajaib Al Quran Menjadi Manusia Cerdas 486x60

Muludan, Hiburan Rakyat Cirebon dan Sekitarnya

Penulis : Unknown on Thursday, December 17, 2015 | 19:36

Thursday, December 17, 2015

Bulan Desember ini, masyarakat Cirebon dan sekitarnya bakal menikmati hiburan rakyat pasar muludan. Event yang selalu hadir setiap tahun ini, terbukti mampu menyedot ribuan pengunjung. Tak salah jika jumlah pedagang selalu bertambah setiap tahunnya dari berbagai daerah. Di pasar muludan, masyarakat bisa menjumpai berbagai macam kuliner, pakaian, kerajinan tangan dengan harga yang ekonomis. Siapa mau datang ke pasar muludan?

KERAMAIAN sudah mulai nampak di kompleks area Keraton Kasepuhan Cirebon, dalam menyambut tradisi muludan. Acara puncak peringatan maulid nabi di Keraton Kasepuhan ditutup dengan tradisi panjang jimat atau malam pelal yang jatuh pada 24 Desember mendatang. Namun, aktivitas pedagang dan pengunjung sudah mulai nampak sebulan sebelum acara pelal.

Area seputar keraton, Masjid Sang Cipta Rasa, alun-alun pun menjadi lapak pedagang musiman tersebut. Pasar Muludan sendiri lahir dari respons masyarakat setempat atas para pengunjung keraton yang selalu meningkat untuk menyaksikan acara malam pelal. Sultan Keraton Kasepuhan XIV, PRA Arief Natadiningrat SE menjelaskan, pada tahun ini pasar muludan sudah dimulai sejak tanggal 24 November hingga 24 Desember 2015.

Sultan memprediksi, jumlah pengunjung pada event muludan bisa lebih meningkat dibanding tahun lalu. Alasannya, karena momen muludan bertepatan dengan hari libur sekolah, hari libur Natal dan tahun baru. Di samping juga, karena adanya efek akses jalan tol Cipali yang mempersingkat waktu menuju ke Cirebon. “Setiap tahun yang jelas pedagang selalu bertambah, dan rata-rata event muludan ini bisa menyedot sekitar Rp200 ribu pengunjung ke keraton,” sebutnya kepada Radar, Kamis (10/12).

Dikatakan Sultan, pada dasarnya acara tradisi muludan di keraton sendiri tidak ada yang berbeda. Hanya saja, pada tahun ini pihaknya lebih banyak mengisi tradisi muludan dengan membaca salawatan. Saat acara panjang jimat, ada iringan genjring marawis dan lantunan salawat. Sebelumnya, pada tanggal 18-24 Desember akan ada Lomba Marawisan antara pesantren. “Kita ingin lebih banyak membaca salawat dalam kegiatan muludan ini,” ucap Arif.

Selain juga ada agenda tradisi rutin seperti Siraman Panjang, Pelal Alit, dan upacara panjang jimat. Sultan menjelaskan, adanya pasar muludan yang selalu menyedot pengunjung ini memang sedikit banyak mengganggu akses masuk ke Keraton Kasepuhan. Sehingga pihaknya berencana, menggelar pasar muludan ini lebih tertib dan tertata rapi. “Tadinya memang kita ingin seperti Festival Muludan, namun belum terwujud tahun ini. Mudah-mudahan tahun depan,” jelasnya.

Dikatakan dia, pihaknya akan mengundang beberapa instansi untuk membicarakan ketertiban acara muludan seperti Dishubinkom, Disperindag dan juga Disporbudpar. Acara Muludan di Keraton, kata Arif, bisa saja dibuat seperti layaknya Jakarta Fair. Sehingga dengan demikian, event ini mampu menjadi ikon pariwisata di Kota Cirebon.

Ketua Kelompok Pengembangan Pariwisata (Kompepar) Keraton Kasepuhan, Iman Sugiman mengatakan, menyebutkan rangkaian tradisi panjang jimat sendiri sudah dimulai dengan upacara siraman panjang yang dilakukan seminggu sebelum malam panjang jimat.

Upacara ini dilakukan pada pagi hari. Benda-benda kuno dikeluarkan dan dicuci untuk dibersihkan terlebih dahulu. Air bekas cucian inilah yang selalu diperebutkan warga, karena dipercayai membawa berkat. Kemudian, museum keraton selama tujuh hari dibuka hingga malam hari. Diteruskan dengan acara mipis di keraton, yaitu membuat makanan oleh para keluarga perempuan keraton.

“Selama seminggu itu juga, ada tradisi yang dinamakan chaos, yakni Sultan akan menerima tamu seharian dari berbagai lapisan masyarakat tanpa membuat janji terlebih dahulu,” jelasnya.

Diakuinya, selama tradisi muludan berlangsung, grafik pengunjung ke keraton dan Masjid Agung Sang Cipta Rasa meningkat. “Setiap momen muludan ada peningkatan, baik pengunjung tradisional atau mereka yang ingin menyaksikan langsung upacara panjang jimat. Dalam seminggu itu biasanya kita turunkan harga tiket, agar memudahkan pengunjung ke keraton,” jelasnya. Pengujung sendiri mulai membludak pada H-2 sebelum malam panjang jimat.

Keraton Kasepuhan sendiri menyediakan sekitar 10 ribu tiket dalam seminggu itu. Jumlah itu pun disebut masih kurang dan selalu habis. “Pasar muludan ini kan sebenarnya awal mula karena ada tradisi malam pelal yang banyak pengunjung. Kemudian dimanfaatkan pedagang untuk berjualan hingga sampai saat ini jumlah pedagang semakin tahun selalu bertambah dari berbagai daerah,” sebutnya.

Sumber: http://www.radarcirebon.com/cari-apa-saja-ada-di-muludan.html
comments | | Read More...

Panduan Praktis Ajaib Al Quran Menjadi Manusia Cerdas 486x60

Muludan, Hiburan Rakyat Cirebon dan Sekitarnya

Bulan Desember ini, masyarakat Cirebon dan sekitarnya bakal menikmati hiburan rakyat pasar muludan. Event yang selalu hadir setiap tahun ini, terbukti mampu menyedot ribuan pengunjung. Tak salah jika jumlah pedagang selalu bertambah setiap tahunnya dari berbagai daerah. Di pasar muludan, masyarakat bisa menjumpai berbagai macam kuliner, pakaian, kerajinan tangan dengan harga yang ekonomis. Siapa mau datang ke pasar muludan?

KERAMAIAN sudah mulai nampak di kompleks area Keraton Kasepuhan Cirebon, dalam menyambut tradisi muludan. Acara puncak peringatan maulid nabi di Keraton Kasepuhan ditutup dengan tradisi panjang jimat atau malam pelal yang jatuh pada 24 Desember mendatang. Namun, aktivitas pedagang dan pengunjung sudah mulai nampak sebulan sebelum acara pelal.

Area seputar keraton, Masjid Sang Cipta Rasa, alun-alun pun menjadi lapak pedagang musiman tersebut. Pasar Muludan sendiri lahir dari respons masyarakat setempat atas para pengunjung keraton yang selalu meningkat untuk menyaksikan acara malam pelal. Sultan Keraton Kasepuhan XIV, PRA Arief Natadiningrat SE menjelaskan, pada tahun ini pasar muludan sudah dimulai sejak tanggal 24 November hingga 24 Desember 2015.

Sultan memprediksi, jumlah pengunjung pada event muludan bisa lebih meningkat dibanding tahun lalu. Alasannya, karena momen muludan bertepatan dengan hari libur sekolah, hari libur Natal dan tahun baru. Di samping juga, karena adanya efek akses jalan tol Cipali yang mempersingkat waktu menuju ke Cirebon. “Setiap tahun yang jelas pedagang selalu bertambah, dan rata-rata event muludan ini bisa menyedot sekitar Rp200 ribu pengunjung ke keraton,” sebutnya kepada Radar, Kamis (10/12).

Dikatakan Sultan, pada dasarnya acara tradisi muludan di keraton sendiri tidak ada yang berbeda. Hanya saja, pada tahun ini pihaknya lebih banyak mengisi tradisi muludan dengan membaca salawatan. Saat acara panjang jimat, ada iringan genjring marawis dan lantunan salawat. Sebelumnya, pada tanggal 18-24 Desember akan ada Lomba Marawisan antara pesantren. “Kita ingin lebih banyak membaca salawat dalam kegiatan muludan ini,” ucap Arif.

Selain juga ada agenda tradisi rutin seperti Siraman Panjang, Pelal Alit, dan upacara panjang jimat. Sultan menjelaskan, adanya pasar muludan yang selalu menyedot pengunjung ini memang sedikit banyak mengganggu akses masuk ke Keraton Kasepuhan. Sehingga pihaknya berencana, menggelar pasar muludan ini lebih tertib dan tertata rapi. “Tadinya memang kita ingin seperti Festival Muludan, namun belum terwujud tahun ini. Mudah-mudahan tahun depan,” jelasnya.

Dikatakan dia, pihaknya akan mengundang beberapa instansi untuk membicarakan ketertiban acara muludan seperti Dishubinkom, Disperindag dan juga Disporbudpar. Acara Muludan di Keraton, kata Arif, bisa saja dibuat seperti layaknya Jakarta Fair. Sehingga dengan demikian, event ini mampu menjadi ikon pariwisata di Kota Cirebon.

Ketua Kelompok Pengembangan Pariwisata (Kompepar) Keraton Kasepuhan, Iman Sugiman mengatakan, menyebutkan rangkaian tradisi panjang jimat sendiri sudah dimulai dengan upacara siraman panjang yang dilakukan seminggu sebelum malam panjang jimat.

Upacara ini dilakukan pada pagi hari. Benda-benda kuno dikeluarkan dan dicuci untuk dibersihkan terlebih dahulu. Air bekas cucian inilah yang selalu diperebutkan warga, karena dipercayai membawa berkat. Kemudian, museum keraton selama tujuh hari dibuka hingga malam hari. Diteruskan dengan acara mipis di keraton, yaitu membuat makanan oleh para keluarga perempuan keraton.

“Selama seminggu itu juga, ada tradisi yang dinamakan chaos, yakni Sultan akan menerima tamu seharian dari berbagai lapisan masyarakat tanpa membuat janji terlebih dahulu,” jelasnya.

Diakuinya, selama tradisi muludan berlangsung, grafik pengunjung ke keraton dan Masjid Agung Sang Cipta Rasa meningkat. “Setiap momen muludan ada peningkatan, baik pengunjung tradisional atau mereka yang ingin menyaksikan langsung upacara panjang jimat. Dalam seminggu itu biasanya kita turunkan harga tiket, agar memudahkan pengunjung ke keraton,” jelasnya. Pengujung sendiri mulai membludak pada H-2 sebelum malam panjang jimat.

Keraton Kasepuhan sendiri menyediakan sekitar 10 ribu tiket dalam seminggu itu. Jumlah itu pun disebut masih kurang dan selalu habis. “Pasar muludan ini kan sebenarnya awal mula karena ada tradisi malam pelal yang banyak pengunjung. Kemudian dimanfaatkan pedagang untuk berjualan hingga sampai saat ini jumlah pedagang semakin tahun selalu bertambah dari berbagai daerah,” sebutnya.

Sumber: http://www.radarcirebon.com/cari-apa-saja-ada-di-muludan.html
comments | | Read More...

Panduan Praktis Ajaib Al Quran Menjadi Manusia Cerdas 486x60

Sejarah Desa Cilimus Kuningan

Penulis : Unknown on Saturday, November 14, 2015 | 11:02

Saturday, November 14, 2015

 Secara etimologi Cilimus berasal dari kata “cai” dan “limus” atau “cailimus” disingkat “Cilimus”. Secara terminologi, Cilimus sebagaimana umumnya nama suatu tempat di tatar sunda selalu di awali dengan kata “Ci” atau “Cai” (air) yakni suatu Padukuhan atau tempat berdiamnya suatu komunitas masyarakat di tatar Sunda yang ditempat tersebut banyak terdapat pohon Mangga Limus disepanjang sungai Cibacang. Cibacang sendiri berasal dari kata “cai” dan “embacang” atau nama lain dari mangga limus juga. Sungai tersebut mengalir dari lereng gunung Ciremai terus membujur ke arah timur hingga memasuki dan melewati suatu kampung yang bernama Tarikolot, suatu kampung (umbul, menurut istilah setempat) sebagai pusat pemerintahan Pakuwon (Pakuwuan) Cilimus sebagai cikal bakal nama Desa Cilimus dimasa kini.

Nama Pakuwon Cilimus mulai dipakai saat pemukiman ini mulai dipimpin oleh tokoh yang bernama Ki Buyut Sacawana yang saat itu masuk dalam wilayah kekuasaan Kesultanan Kasepuhan yang memiliki 80 pakuwon dan beberapa kabupatian. Sehingga yang menjadi pokok penelusuran sejarah Cilimus dimulai dari tokoh Ki Buyut Sacawana ini.

Desa Cilimus sebagai Ibu Kota Kecamatan Cilimus serta eks Kawedanan Cilimus, secara geografis terletak diantara wilayah Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Kuningan Provinsi Jawa Barat. Batas wilayah Kecamatan Cilimus, sebelah utara berbatasan dengan wilayah Kecamatan Beber Kabupaten Cirebon. Sebelah Barat berbatasan dengan Gunung Ciremai, sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Cigandamekar Kabupaten Kuningan dan sebelah Selatan berbatasan dengan wilayah Kecamatan Jalaksana Kabupaten Kuningan.

ASAL USUL NAMA TEMPAT DAN TOKOH PENDIRI CILIMUS
Sejarah Cilimus terungkap kembali saat Nusantara dalam cengkraman penjajahan Belanda, tepatnya saat Belanda kembali menjajah menggantikan Inggris yang hengkang dari bumi pertiwi pada tahun 1817 masehi.

Namun pada masa penjajahan Belanda ini, wilayah Pakuwon Cilimus masuk dalam wilayah Kabupatian Linggajati yang berdampingan dengan Kabupatian Kuningan yang sama-sama masuk dalam wilayah kedaulatan Kesultanan Kasepuhan Cirebon. Hal ini didapat pada laporan Residen Cirebon yang bernama P.H. Van Der Kemp yang tertuang pada Beslit No. 13 tanggal 30 Januari 1818 yang melaporkan bahwa, telah memerintahkan Bupati Linggajati untuk membantu Opsiner Kehutanan Banyaran yang bernama Prudants dan Bupati Bengawan Wetan yakni Raden Adipati Nitidiningrat yang kewalahan dalam melawan para pemberontak yang tengah mundur ke Palimanan. (P.H. Van Der Kemp. 1979: 16).

Situasi saat itu memang tengah gencar-gencarnya pemberontakan yang terkenal dengan istilah Perang Kedondong di antero wilayah Cirebon, Karawang, Majalengka hingga Kabupatian Talaga yang dipimpin oleh Ki Bagus Rangin dan Ki Bagus Serit atau pada masa Sultan Sepuh VIII yakni Sultan Raja Udaka (1815-1845) sebagai kelanjutan dari Pemberontakan Pangeran Suryanegara tahun 1753-1773 (Iswara. 2009: 28).

1. RATU NGADEG PIAMBEK
Syahdan, dalam situasi yang masih belum pulih akibat peristiwa pemberontakan oleh PANGERAN SURYANEGARA II alias Pangeran Arya Panengah Abukayat Suryakusuma, beliau adalah anak ke-2 dari Sultan Sepuh IV Raja Amir Sena Mohammad Jaenudin dan juga adik Sultan Sepuh V Sultan Matangaji. Makam Pangeran Suryanegara II berada di Komplek Pemakaman Gunung Sembung Cirebon.

Setelah keluar dari Keraton Kasepuhan karena ketidaksesuaian faham dengan Sultan Sepuh pengganti kakaknya. Selanjutnya beliau berkedudukan di Mertasinga yang dahulunya merupakan ibukota Kerajaan Singapura sebelum era Kesultanan Cirebon berdiri.

Pada masa itu, telah lahir seorang putra dari ibu Nyi Mas Sri Murti Wulandari & ayah bernama Pangeran Lubang Suryakusuma (anak dari Pangeran Suryanegara II dari istri Ratu Pinangsih Sitoresmi/ Siti Khadijah binti Ki Kriyan).

Bayi tersebut bernama Pangeran Adiredja Martakusumah yang lahir pada hari Jum’at Legi tanggal 8 November 1811 di Mertasinga (5 km utara kompleks Pemakaman Gunung Sembung).
Menurut pitutur para sepuh, sejak usia remaja Pangeran Adiredja Martakusumah senang menuntut ilmu, utamanya ilmu kedigjayaan sehingga bisa menguasai ilmu kesaktian yang pada masa itu dianggap sangat tinggi yakni ilmu Rawe Rontek.

Namun sejak kecil Pangeran Adiredja Martakusumah pun sudah mendapat gemblengan ilmu lahir dan ilmu batin dari ayahnya. Disamping belajar ilmu agama dan darigama, ia digembleng fisiknya dengan ilmu silat oleh ayahnya.

Menjelang masa remaja, pangeran muda tersebut berguru pada seorang mantan pendekar sakti yang mengasingkan diri dipinggiran kota raja (mungkin disekitaran Kota Sumber sekarang).
Pangeran muda tersebut akhirnya bisa mengabdi di Keraton Kasepuhan atas jasa seorang Pengageng Keraton Kasepuhan yang disegani raja yang saat itu dijabat oleh Sultan Sepuh IX Sultan Radja Sulaeman. Jadi meskipun beliau putra dan cucu seorang pemberontak, disamping jasa sang pengageng tadi, toh beliau juga masih kerabat dekat keraton.

Dikisahkan, pada usia 36 tahun atau tepatnya tahun 1847 Pangeran Adiredja Martakusumah mendapat tugas dari Keraton Kasepuhan atas usul dan dukungan Pengageng Keraton yang disegani tadi untuk mengelola pemukiman di suatu padukuhan diwilayah kidul yang mulai berkembang yang terdapat banyak pohon mangga limus disekitarnya yang pada akhirnya bernama Pakuwon Cilimus, yang dikemudian hari berubah lagi menjadi Desa Cilimus.

Sebenarnya, secara politis, maksud Pengageng Keraton Kasepuhan tersebut mengutus keturunan Sultan Sepuh IV tadi adalah untuk mengantisipasi bila ancaman Belanda benar-benar dilaksanakan, yakni akan mengebom keraton sebagaimana nasib keraton Banten yang dibumi hanguskan oleh Belanda akibat pemberontakan Sultan Banten kepada penjajah Belanda. Ancaman tersebut disampaikan Belanda sewaktu meminta Pangeran Suryanegara II menghentikan pemberontakan. Jadi antisipasi tersebut yakni dengan mempersiapkan pusat pemerintahan darurat diwilayah kidul dengan mengutus seorang yang memiliki trah dari Sunan Gunung Jati sebagai penerus Kesultanan Kasepuhan Cirebon. Tapi untunglah ancaman Belanda tersebut tidak pernah dilaksanakan karena Sultan Sepuh saat itu pernah menyurati Pangeran Suryanegara II memohon untuk menghentikan perlawanan kepada Belanda demi keutuhan keraton warisan yang sama-sama mereka hormati Sinuwun Sunan Gunung Jati.

Kembali pada kisah perjalanan Pangeran Adiredja Martakusumah yang meninggalkan Cirebon disertai 2 (dua) orang Istrinya serta 5 (lima) orang anaknya beserta beberapa orang pengikutnya diantaranya bernama Raden Langlangbuwana, Raden Singadiperana dan Raden Gunawicara, mereka adalah menak keturunan Dalem Darim dari keturunan Sunan Gunung Agung atau Buyut Pakidulan (Garut) . (Nama-nama tadi pernah diabadikan sebagai nama Sekolah Dasar Langlang Buwana di umbul Kalungluwuk yang sekarang bernama SDN V Cilimus dan nama SDN Gunawicara didekat Desa Indapatra).

Dengan menanggalkan pakaian pinangerannya serta menyembunyikan gelar pangerannya, Pangeran Adiredja Martakusumah menyamarkan diri dengan berpakaian yang umumnya dipakai orang-orang sunda dulu yaitu pangsi hitam-hitam dan ikat kepala balangbang semplak, berangkatlah rombongan itu menuju kearah selatan.

Mereka berkuda dan tiba disatu kampung bernama Wanacala dimana sang Orang Kepercayaan Sang Kakek (Tubagus Suryajayanegara) dikebumikan. Rombongan berhenti sejenak untuk berziarah terlebih dahulu di makam tersebut.

Setelah usai berziarah, rombongan melanjutkan perjalanannya kembali menuju selatan. Selama dalam perjalanan, Pangeran Adiredja Martakusumah berfikir-fikir tentang nama yang cocok sebagai pengganti nama aslinya bila dirinya telah tiba ditujuan.

Terinspirasikan nama kampung Wanacala tersebut, beliau mengutak-atik nama kampung tersebut, wana-cala, dibalik cala-wana. Akhirnya didapat nama yang cocok yakni “SACAWANA” (gabungan dari “Saca” dan “Wana”). Saat itu nama “saca” banyak dipakai para menak sunda seperti sacanata, sacadilaga, saca mangunhardja dan lain sebagainya.

Akhirnya Pangeran Adiredja Martakusumah memerintahkan kepada para keluarga serta pengikutnya untuk memanggil dirinya dengan nama baru yakni Ki Sacawana.
Setibanya disuatu tempat yang banyak terdapat pohon mangga limus yang buahnya sangat harum dan khas aromanya utamanya banyak terdapat di sepanjang sungai ditempat itu, sehingga pakuwon itu ia beri nama CILIMUS dari kata “air buah limus”.

Sebelum sampai ditepi sungai dimaksud tadi, Ki Sacawana dan rombongan sejenak berhenti dibawah pohon Beringin Karet yang sangat besar (sekarang berada di alun-alun Cilimus/ terminal mobil Cilimus). Sejenak beliau berkontemplasi dengan mengerahkan segenap daya cipta rasa mata batin untuk menembus kegaiban ditempat itu karena getaran yang kuat sudah dirasa sejak melihat pohon beringin karet tersebut dari jauh.

Dari hasil kontemplasi Ki Sacawana, rupanya mahluk ghaib (danyang atau dahiang) yang bernama Nyai Andayasari sejenis jin muslim yang “ngageugeuh” (mengayomi) di padukuhan itu telah menyambut kedatangan Ki Sacawana beserta rombongan. (Nama Andayasari pernah diabadikan sebagai nama Sekolah Dasar Inpres Andayasari di Jalan Pasawahan sekarang).

Setelah tiba ditepi sungai yang banyak pohon mangga limusnya tadi, sekarang bernama “goang” (sungai) Cibacang, rombongan tersebut sejenak beristirahat untuk melepaskan lelah. Setelah merasa cukup beristirahat rombongan tidak terus berjalan ke arah selatan melainkan berjalan ke arah timur menyusuri sungai Cibacang tadi. Akhirnya tiba disatu tempat yang dirasa tepat untuk mendirikan tempat tinggal dan pusat pemerintahan yang bernama Tarikolot.

Setibanya di padukuhan Tarikolot, Ki Sacawana mulai membangun pemukiman dan juga balai pusat pemerintahan (istilah sekarang bernama Balai Desa). Dengan dibantu oleh beberapa orang tokoh selain yang ikut dalam rombongan tadi yaitu Ki Jaliman dan beberapa orang lainnya yang kesemuanya adalah pengikut setia Ki Sacawana hingga akhir hayatnya.

Begitu besar wibawa sang pangeran yang telah berganti nama menjadi Ki Sacawana dihadapan rakyat Cilimus dan sekitarnya sehingga beliau mendapat julukan RATU NGADEG PIAMBEK, dari bahasa sunda buhun yang artinya raja yang berdiri sendiri atau raja yang tidak dipilih rakyat tapi jadi dengan sendirinya.

Ki Buyut Sacawana atau Ratu Ngadeg Piambek memiliki profil yang menarik. Beliau berperawakan sedang dan berotot, agak tinggi badannya, rambutnya panjang tebal dan agak ikal, berkulit kuning langsat, berhidung mancung, bermata tajam namun teduh, bicaranya bisa tegas bisa lembut tergantung kondisi namun lemah lembut pada rakyatnya, kesukaannya berpakaian seperti kebanyakan masyarakat sunda pada masa itu yaitu baju pangsi hitam serta ikat kepala batik. Memang suatu gambaran profil yang pantas bila beliau digelari Ratu Ngadeg Piambek karena perbawa wibawa yang dimilikinya, padahal masyarakat Cilimus kebanyakan tidak mengetahui bila beliau adalah seorang keturunan raja yang disegani di Cirebon juga keturunan seorang Awliya yang menjadi panutan masyarakat tatar pasundan pada umumnya.

Pembangkangan Ki Buyut Sacawana
Sesungguhnya, dihati Pangeran Adiredja Martakusumah (Ki Sacawana) masih memendam ketidakpuasan akan nasib ayahnya juga kakeknya. Kakeknya meninggalkan Keraton Kasepuhan beserta 3 (tiga) orang adiknya yakni Pangeran Jayawikarta, Pangeran Arya Kidul dan Pengeran Arya Kulon karena alasan tertentu. Oleh karenanya P. Suryanegara II berencana membangun keraton di bekas Keraton Mertasinga (eks Kerajaan Singapura). Tapi karena Sultan Kanoman melarang untuk meneruskan pembangunan keraton dimaksud, akhirnya ditempat tersebut hanya dijadikan basis perlawanan kepada Belanda.
Ayahnya Pangeran Adiredja Martakusumah yakni P. Lubang Suryakusuma juga meninggal secara menyedihkan dengan tubuh berlubang-lubang, sehingga dikenal dengan sebutan Pangeran Lubang, namun ayahnya tersebut gugur sebagai syuhada kusuma bangsa.

Jadi kepergianya ke Cilimus adalah dengan membawa kepedihan hati dan rasa kecewa yang terpendam dihati Pangeran Adiredja Martakusumah/ Ki Sacawana, sehingga beberapa waktu kemudian beliau mulai melakukan pembangkangan terhadap pihak kerajaan Cirebon yang pada saat itu cenderung memihak kepada Belanda.

Dengan cara rahasia, mulailah beliau melakukan pembangkangan atau pemberontakan dengan rapinya. Pembangkangan kepada Kesultanan Kasepuhan pada hakekatnya adalah pemberontakan kepada penjajah Belanda dengan cara gerilya. Diceritakan bahwa, banyak anak buahnya yang menyamar jadi pedagang bila bertemu dengan Serdadu Belanda yang sedang lengah, mereka membunuh serdadu itu hanya dengan alat sederhana semisal ditusuk dengan garpu makan dan sebagainya.

Ki Sacawana seorang ”jadug” yang sakti mandraguna, tidak bisa mati selama tubuhnya menyentuh tanah kendati tubuhnya itu sudah terpotong-potong. Itulah yang dikenal dengan Ajian Rawe Rontek, ilmu andalah Ki Buyut Sacawana.

Dikisahkan, dalam melaksanakan aksinya Ki Sacawana suka menghentikan dan menyamun para utusan penguasa dari wilayah kidul yang saat itu masih mengakui kedaulatan Cirebon seperti dari Ciamis, Tasikmalaya dan lain-lainnya. Ki Sacawana dan para pengikutnya bertindak ala Robinhood dalam cerita kepahlawanan Inggris, karena hasil rampasannya tersebut selanjutnya dibagi-bagikan kepada rakyat, utamanya kepada rakyat yang miskin. Meskipun mereka menyamun, tapi Ki Sacawana dan pengikutnya bukanlah perampok sungguh-sungguh karena mereka tidak pernah menyamun para pedagang atau saudagar yang lewat diwilayah operasi mereka. Jadi yang dirampok hanyalah barang-barang upeti untuk raja Cirebon.

Tempat dimana biasanya Ki Sacawana beserta pengikutnya menyamun barang-barang upeti tersebut, hingga kini tempat itu di kenal dengan nama Ciloklok, yang maksudnya “ditelan bulat-bulat”.
Pada akhirnya perbuatan dan sepak terjang beliau lambat laun diketahui oleh pihak Keraton Kasepuhan, untuk selanjutnya diberikan peringatan untuk menghentikan aksinya tersebut, namun tidak digubris. Karena aksi pembangkangan Ki Sacawana tersebut sebenarnya bukan hanya karena menghendaki barang rampasannya semata, namun sekaligus sebagai upayanya untuk melemahkan Kesultanan Cirebon dan Belanda dengan memutuskan mata rantai dari wilayah kidul, minimal sebagai sikap balas dendam atas nasib kedua leluhurnya sebagaimana telah dipaparkan di atas tadi.

Pada akhirnya, pihak keraton di Cirebon memutuskan untuk membunuh Ki Sacawana dengan mengirimkan ponggawa keraton beserta pendekar-pendekar untuk menangkap dan membunuh Ki Sacawana. Tetapi tindakan itu selalu mengalami kegagalan dikarenakan kesaktian yang dimiliki Ki Sacawana.
Namun selanjutnya ada juga penghianat bangsa yang mau memberitahukan kelemahan beliau, bahwa Ki Sacawana hanya dapat dibunuh dengan cara bagian tubuhnya dipisah-pisahkan (mutilasi) dan dikuburkan pun secara terpisah-pisah pula.

Meninggalnya Ki Sacawana
Pada suatu ketika, datanglah di Linggajati seorang yang berpakaian kyai yang akan menjajal kesaktian Ki Buyut Sacawana yang sudah terkenal dimana-mana. Syahdan, Kyai tersebut sudah mengetahui weton kelahirannya Ki Sacawana sehingga bisa mengetahui hari naas Ki Sacawana.
Selanjutnya, dihari yang sudah diketahui sebagai hari naas Ki Sacawana, diundanglah oleh Kyai tadi untuk mengajak perang tanding kepada Ki Buyut Sacawana. Cadu mundur sanyari bumi, begitu istilahnya, Ki Sacawana menerima tantangan itu.

Bertempat di sebuah lapangan yang dikelilingi banyak pohon pinus dilereng Gunung Ciremai (mungkin diwilayah Gunung Deukeut/ Desa Setianegara sekarang), perang tanding pun mulai dilaksanakan dari pagi hingga sore hari tanpa campur tangan siapapun. Ki Sacawana bersenjatakan pusaka semacam golok panjang/ pedang dan si Kyai bersenjatakan keris berwarna putih luk-8 serta bisa memancarkan sinar putih keperakkan.

Diceritakan, adu kanuragan dengan mengeluarkan jurus-jurus silat yang pada masa itu banyak meniru gerakan-gerakan hewan berlangsung seru, serta adu kesaktian yang mendebarkan. Kesaktian mereka sebenarnya berimbang, tapi karena saat itu menurut perhitungan si kyai adalah hari naas Ki Sacawana, maka benarlah yang terjadi. Ki Sacawana akhirnya dapat ditusuk dengan keris besi putih oleh si Kyai tersebut tepat diulu hati Ki Sacawana.

Mungkin sudah suratan takdirnya, bahwa ajal sesepuh Cilimus ini harus tewas dalam adu kesaktian dan bisa dibunuh pada tahun 1880, pada saat itu usia Ki Sacawana atau Ratu Ngadek Piambek atau Pangeran Adiredja Martakusumah adalah 69 tahun.

Selanjutnya jenazah Ki Sacawana dimutilasi di atas ”anjang-anjang” tanaman labu siam untuk menghindari jasad pemilik Ajian Rawe Rontek itu menyentuh tanah dengan menggunakan keris putih luk-8 tadi. Selanjutnya jasad Ki Sacawana yang sudah terpotong menjadi 3 (tiga) bagian itu dikuburkan ditempat yang terpisah jauh yakni:


  • Bagian kepala dikuburkan di Desa Panawuan disatu perbukitan (pasir, istilah Sunda).
  • Bagian dada dan perut dikuburkan di Desa Cilimus, tepatnya di Dusun Kalungluwuk.
  • Bagian kaki dikuburkan di Desa Sindangkasih Kecamatan Beber Kabupaten Cirebon (belum diketahui tepatnya).


Anak dan Keturunan Ki Sacawana
Ki Sacawana wafat pada tahun 1880 masehi (tidak diketahui hari dan tanggalnya). Beliau meninggalkan 2 (dua) orang istri dan 5 (lima) orang anak. Dua orang anak dari istri pertama dan 3 (tiga) orang anak dari istri kedua yang bernama Nyi Mas Sri Murti Wulandari (putri dari keturunan Keraton Kasepuhan). Ki Sacawana yang pada saat itu bernama Pangeran Adiredja Martakusumah menikahi Nyi Mas Murti Wulandari pada usia 20 tahun tepatnya pada tahun 1831 masehi.

Belum diketahui semua anaknya tadi, cuma satu anak yang diketahui bernama Pangeran Rahmat Agung Martakusumah anak kedua dari ibu Nyi Mas Sri Murti Wulandari (istri ke-2) yang lahir pada hari Sabtu Wage, 6 Oktober 1832 di Keraton Kasepuhan. Adiknya menyusul lahir pada tahun 1834 dan si bungsu lahir tahun 1837 masehi.

Pangeran Rahmat Agung Martakusumah beserta keempat saudaranya lahir di Cirebon, sewaktu mereka masih kecil-kecil dan tinggal di keraton terpaksa harus hijrah mengikuti ayahnya ke Cilimus.
Setelah kejadian pembunuhan atas ayahnya yaitu Ki Sacawana, Pangeran Rahmat Agung yang pada saat itu berumur 46 tahun meninggalkan Cilimus untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, yakni berhijrah ke kampung yang bernama Lingga di wilayah Kabupaten Majalengka (belum diketahui letak kampung tersebut, karena mungkin sekarang sudah berganti nama).

Saat meninggalkan Cilimus, P. Rahmat Agung Martakusumah meninggalkan seorang istri yang bernama Nyai Siti Maemunah (Putri ke-5 dari 11 orang bersaudara Ki Buyut Marmagati/ tokoh yang akan diceritakan nanti) di Cilimus.

P. Rahmat Agung mempunyai seorang istri dan 8 (delapan) orang anak: 1. (laki-laki) 2. (perempuan) 3. (laki-laki) 4. Elang Wiguna Tawidjar Martakusumah 5. (perempuan) 6. (perempuan) 7. (laki-laki) dan 8. (perempuan).
Jadi cuma satu anaknya yang diketahui namanya, yakni anak ke-4 yang bernama Elang Wiguna Tawidjar Martakusumah (para keturunannya biasa menyebut nama pendeknya saja yakni Buyut Tawidjar).
Setelah keadaan dirasa sudah aman, P. Rahmat Agung pulang kembali Cilimus. Pada usia 70 tahun tepatnya pada tahun 1904 pangeran yang bersifat sabar, tawakal serta hidup sederhana dan juga tidak mau menjadi Kuwu Cilimus, meninggalkan dunia yang fana ini menyusul ramanya yang telah gugur sebagai kesumah dengan cara yang menyedihkan. Pada Saat itu Desa Cilimus dipimpin oleh Kuwu II yang bernama Kuwu Rumsewi (1880 s/d 1887).

2. TUBAGUS MARMAGATI
Pada era yang sama saat kedatangan Pangeran Adiredja Martakusumah/ Ki Sacawana di Pakuwon Cilimus, kedatangan seorang tokoh ulama yang bergelar Tubagus dari Kesultanan Banten yang mengganti nama dengan panggilan Ki Marmagati. Ki Marmagati meninggalkan Banten setelah Kesultanan Banten berakhir, yakni setelah meninggalnya Sultan Banten pamungkas yakni Sultan Banten XXI Sultan Muhammad Rafiuddin (1813-1820).

Karena di wilayah Banten terus dilanda kemelut, sang Tubagus meninggalkan kampung halamannya berhijrah kewilayah timur yang pada akhirnya tiba di Pakuwon Cilimus tepatnya di umbul Kukulu untuk menjalani hidup baru sembari berdakwah dan mengajarkan ilmu.
Sebagaimana halnya dengan Ki Sacawana, sang Tubagus itu pun menyembunyikan gelar kebangsawanannya dengan mengganti nama menjadi MARMAGATI, seorang ulama yang luhur budinya serta kaya ilmunya. Beliau berbadan tinggi besar, gagah, berkumis dan berjenggot lebat serta brewokan dan suka berpakaian putih-putih laiknya pakaian para ulama pada umumnya.

Ki Marmagati dan Ki Sacawana yang sama-sama keturunan dari Sunan Gunung Jati bersama-sama membesarkan Desa Cilimus pada bidang tugasnya masing-masing, akhirnya berbesanan dengan menikahkan puteri ke-5 nya yang bernama Nyai Siti Maemunah dengan putera Ki Sacawana yang bernama Rahmat (Pangeran Rahmat Agung Martakusumah).

Setelah beberapa waktu lamanya beliau mengajarkan ilmu agama Islam serta berdakwah pada masyarakat Desa Cilimus, akhirnya Ki Buyut Marmagati hijrah ke Gunung Sirah di salah satu desa di Kecamatan Darma Kabupaten Kuningan. Selanjutnya beliau menetap dan berdakwah disana hingga wafatnya dan dikebumikan di Puncak Bukit Oncangan Desa Gunung Sirah (sampai sekarang makam beliau masih terawat rapi berdampingan dengan istri dan murid-muridnya).

Saat hijrahnya ke Gunung Sirah tidak diketahui kapan waktunya, namun diduga waktunya adalah pasca gugurnya Ki Buyut Sacawana. Atau kemungkinan saat menantunya hijrah ke wilayah Majalengka, beliau pun hijrah ke wilayah Darma di Kabupaten Kuningan.

3. TUBAGUS HADJI ABDUL GHAFAR (KUWU KE-III DESA CILIMUS)
Pada saat Ki Buyut Sacawana memerintah sebagai Kuwu Cilimus yang pertama, di Cilimus ada juga seorang keturunan Sunan Gunung Jati dari jalur Kesultanan Banten yang bernama Tubagus Hadji Abdul Ghafar yang lahir pada tahun 1816 di Cilimus.

Tb. H. Abdul Ghafar menjadi Kuwu Cilimus yang ke-3 menggantikan Kuwu Rumsewi pada tahun 1887 sampai tahun 1922 masehi. Bapak Tb. H. Abd. Ghafar meninggal dalam usia sangat tua yakni 106 tahun tepatnya pada tahun 1922 masehi, dimakamkan di Pemakaman Pasir Jati diposisi paling atas (bukit kecil) dekat pohon beringin.

Makam beliau berada ditengah-tengah 3 (tiga) makam yang berdampingan. Sebelah barat adalah makam putranya yang pertama yang dari istri pertamanya (Ibu Hj. Fatmah) dan yang sebelah timur adalah makam istrinya pertama tadi. Kalau makam istri ke-2 nya berada di Pemakaman Ciloklok Cilimus.
Sewaktu memerintah, Tubagus H. Abdul Ghafar (disalah satu silsilah keluarga, ditulis Abdul Gappar) dibantu oleh Juru Tulis (Sekretaris Desa) yang bernama Bapak Hadji Hasan (Elang Hasan Tawidjar Martakausumah) putra ke-2 dari 6 (enam) bersaudara Elang Wiguna Tawidjar Martakusumah. Berarti Bapak Hadji Hasan adalah cucu dari Ki Sacawana.
Sementara, Bapak Tb. H. Abdul Ghafar memiliki 2 (dua) orang istri. Istri yang pertama bernama Ibu Hadjah Fatmah, memiliki 3 (tiga) orang anak, anak pertama laki-laki meninggal dunia sewaktu kecil dan 2 orang putri.

Karena anak laki-lakinya meninggal dunia, beliau meminta izin kepada istrinya untuk menikah lagi. Ibu Hj. Fatmah ikhlas dimadu sehingga Bapak Tb. Hj. Abdul Ghafar menikah kembali dengan Ibu Salmah dan dikarunia 6 (enam) orang anak yaitu 5 (lima) orang putera dan 1 (satu) orang puteri.
Dituturkan, bahwa profil Bapak Hadji Hasan (Elang Hasan) yang mewarisi profil ayahnya yang lemah lembut, pekerja keras serta agamis juga tampan, menarik hati Pak Kuwu untuk menjodohkan dengan puterinya yang bernama Ratu Hadjah Djaonah.

Sebenarnya, kawin-mawin, silang-menyilang memang sudah menjadi tradisi di tatar Cilimus dan sekitarnya, sehingga pada umumnya, warga asli Desa Cilimus bersumber pada 3 (tiga) orang tokoh yang telah diuraikan di atas tadi yakni:
1. Ki Sacawana (Pangeran Adiredja Martakusumah) asal Cirebon;
2. Ki Marmagati (Tubagus Marmagati) asal Banten;
3. Bapak H. Abdul Ghafar (Tubagus Hadji Abdul Ghafar) keturunan Banten dan Cirebon yang lahir di Cilimus.
Sehingga para Kuwu di Desa Cilimus, bisa dikatakan umunya dari keturunan/ ada ikatan dengan ke-3 tokoh di atas tadi.

4. KUWU-KUWU YANG PERNAH MEMERINTAH DESA CILIMUS
Sejarah Cilimus lebih merunut pada para tokoh pemerintahannya yakni para kuwu yang pernah memerintah Pakuwon/ Desa Cilimus. Jadi urutan kuwu dari pra-Indonesia merdeka, pasca-Indonesia Merdeka, masa Orde lama, masa Orde Baru hingga saat sekarang ini (Orde Reformasi) bisa dirunut beserta masa jabatannya sebagai berikut:
1. P. Adiredja Martakusumah/Ki Sacawana (1847 s/d 1880)
2. Ki Rumsewi (1880 s/d 1887)
3. Tubagus Hadji Abdul Gappar (1887 s/d 1922)
3. Rd. Ranadisastra (Pejabat Kuwu)
4. Rd. Karnadisastra (1922 s/d 1928)
5. Rd. Wangsaatmaja (1928 s/d 1947)
6. E. Suarja (1947 s/d 1950)
7. Rd. Jaya Sentana (1950 s/d 1956)
8. Bapak Muhammad Hasyim (1956 s/d 1969)
9. Bapak A. Pathoni Saleh (1969 s/d 1979)
10. Bapak E. Rosyidin (1980 s/d 1988)
11. Bapak Toto (Pejabat Kuwu)
12. Bapak Masuri (1990 s/d 1998)
13. Bapak Masuri 2 (1999 s/d 2001)
14. Bapak Apip (2002 s/d 2006)
15. Bapak Nasihin Arjadisastra (2007 s/d 2013)
16. Bapak Otong Mulyadin (2013 s/d …..)

Sumber :https://www.facebook.com/kuningankab.go.id/posts/10152356921016515




comments (3) | | Read More...

Panduan Praktis Ajaib Al Quran Menjadi Manusia Cerdas 486x60

Pengunjung

 
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use |Advertise with Us | Site map
Copyright © 2011. Seputar Kuningan . All Rights Reserved.
Design Template by Bisnis Online | Support by Catatan Kang Agus | Powered by Blogger | Link Diet Menurunkan Berat Badan