News Update :
Hot News »
Bagikan kepada teman!

Persires Kuningan Tandang Ke Persika

Penulis : Desi Susanti on Monday, March 31, 2014 | 19:00

Monday, March 31, 2014

KUNINGAN – Mengawali kompetisi Divisi Utama tahun 2014, Pesik Kuningan Yang kini berganti nama Setelah melakukan Merger dengan salah satu klub divisi utama  dari rengat Riau menjadi Persires Kuningan akan melakoni partai tandang ke kandang Persika Karawang. Pertandingan sendiri digelar pada tanggal 15 April di Stadion Singaperbangsa.

Menghadapi Persika, tim besutan Asep Mulayana Muslim masih tampak belum all out. Hal ini terlihat masih dilakukannya seleksi terhadap pemain. Padahal, kompetisi yang tinggal menyisakan hitungan hari harusnya sudah ditemukan kerangka tim, sehingga tinggal mematangkan strategi.
“Iya kami kebagian tandang. Mengenai persiapan tim saat ini masih dilakukan seleksi karena para pemain yang ada selain terlalu banyak juga belum sesuai dengan kebutuhan tim,” ucap Asep kepada Radar, kemarin (28/3).

Menurut dia, meski masih seleksi pada saat nanti mengawali pertandingan tim sudah siap. Pihaknya juga dalam mengarungi kompetisi menggabungkan pemain muda dengan yang berpengalaman main di level ISL ataupun Divisi Utama.

Selain sudah ada yang masuk juga dalam waktu dekat akan kedatangan pemian berpengalaman baik dari Semarang maupun dari Papua. Dengan komposisi seperti ini, Persires Kuningan diyakini bisa bersaing di Grup 3.

Mengenai dua pemain asing yang ada dalam tim, Asep menyebutkan, kemungkinan hanya satu yang akan dipertahankan. Untuk menggganti posisi yang dicoret pihaknya tengah mencari dan berkoordinasi dengan pihak manajemen agar bisa mencari pemain yang sesuai dengan kebutuhan tim dan manajemen.
“Meski latihan hanya pagi hari namun kami kira cukup. Pokoknya sekarang kami fokus persiapan tim dan yakin kami bisa menampilkan permain terbaik,” jelasnya.

Sekadar Informasi, Persires begabung dengan Persipasi Bekasi, Persika Karawang, Persikab Kabupten Bandung, Persipon Pontianak. Kemudian, PSGC Ciamis,PSCS Cilacap dan Persibangga Purbalingga.

Setelah melawat ke kandang Persika, giliran Persires yang akan menjamu PSCS Cilacap pada tanggal 25 April. Laga pertama ini tentu akan dinanti warga Kuningan karena membawa nama Kuningan. “Meski saya tidak mengetahui materi pemain Persires, namun saya yakin manajemen dan pelatih akan memilih pemain sesuai dengan kebutuhan tim,” ucap Hendrik Purnama salah seorang penggemar sepak bola asal Kecamatan Garawangi. (mus)
Sumber :  www.radarcirebon.com 
comments | | Read More...

Chevron Tantang Kerajaan Nini Pelet di Ceremai

Penulis : Desi Susanti on Tuesday, March 4, 2014 | 08:31

Tuesday, March 4, 2014

Keberadaan gunung-gunung di wilayah Nusantara tidak bisa dilepaskan dari cerita mitos atau misteri. Hampir semua gunung memiliki cerita misteri masing-masing yang kerap dikait-kaitkan dengan asal usul terciptanya gunung tersebut.

Begitu juga dengan Gunung Ceremai yang terletak di antara tiga Kabupaten, Kuningan, Cirebon dan Majalengka, Jawa Barat ini. Gunung yang memiliki ketinggian 3.078 meter di atas permukaan laut, juga banyak memiliki cerita-cerita misteri.

Cerita misteri yang tidak bisa dipisahkan dari gunung ini adalah Nini Pelet. Konon menurut legenda, Gunung Ceremai merupakan singgasana kerajaan Nini Pelet. Benarkah?

Menurut Masruri dalam bukunya berjudul: Rahasia Pelet, Nini Pelet ini merupakan tokoh yang memiliki kesaktian hebat, khususnya ilu pengasihan atau pelet. Dikisahkan, Nini Pelet berhasil mengambil kitab 'Mantra Asmara' ciptaan tokoh sakti bernama Ki Buyut Mangun Tapa.

Dalam kita 'Mantra Asmara' tersebut berisi amalan dan rapalan ilu pelet yang sangat sakti. Ilmu pelet tersebut disebut 'Aji Jaran Goyang. Konon, barang siapa yang menguasai ilmu pelet ini maka bisa menundukkan hati siapa pun.

Karena hebatnya ajian ini, tak heran jika kita Mantra Asmara menjadi rebutan banyak orang karena ingin menguasai ajian ilmu pelet Jaran Goyang tersebut.

Benar tidaknya cerita tersebut, sebagian besar warga di di lereng Gunung Ceremai ternyata mempercayainya. Gunung Ceremai bahkan disebut-sebut adalah Istana dari kerajaan Nini Pelet yang terkenal dengan lengkingan tawanya yang bisa membuat bulu kudu berdiri.

Cerita-cerita mistis soal gunung memang tumbuh subur, tidak hanya Ceremai. Namun di satu sisi, cerita mistis atau misteri itu pula yang diyakini membuat gunung tetap lestari sampai saat ini.

Cerita misteri di gunung biasanya justru membuat orang berperilaku positif. Tidak boleh buang air sembarangan, tidak boleh sombong, melakukan perbuatan tidak senonoh, buang sampah sembarangan dan sebagainya menjadi aturan yang telah menyebar dari mulut ke mulut. Banyak cerita, mereka yang melanggar aturan-aturan tersebut berujung mendapat kemalangan hingga meninggal dunia.

Namun kini Gunung Ceremai sedang landa isu penjualan. Gunung tertinggi di Jawa Barat itu dikabarkan akan dijual kepada Chevron, perusahaan asal Amerika Serikat.

Wilayah di sekitar Gunung Ceremai memang menyimpan banyak potensi geothermal atau panas bumi. Pemerintah berencana membangun Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) untuk mencukupi kebutuhan energi di Pulau Jawa dan Bali.

Perusahaan energi asal Amerika Serikat (AS), PT Chevron Indonesia melalui anak perusahaan PT Jasa Daya Chevron berhasil memenangi tender yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Penetapan pemenang ini diumumkan pada 2012 lalu oleh panitia lelang Pemda Jabar.

"Semua investor bisa mengikuti tender terbuka ini dan Chevron memenangkan prospek ini melalui proses tender yang dilaksanakan oleh panitia tender Pemda Jabar, dan penetapan pemenang oleh Pemda Jabar tahun 2012," ujar Manager Policy Government Public Affairs PT Jasa Daya Chevron, Ida Bagus Wibatsya saat berbincang dengan merdeka.com, Senin (3/3) kemarin.

Meski memenangi tender, namun perusahaan ini tidak begitu saja melaksanakan proyek tersebut. Pemda Jabar memberikan sejumlah syarat kepada PT Chevron Indonesia, salah satunya dengan melebur bersama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

"Sesuai kehendak pemda, Chevron akan berpartner dengan BUMD yang ditunjuk pemda Jabar yang saat ini masih dalam tahap pembicaraan," ungkapnya.

Ida Bagus menjelaskan, persyaratan itu menjadi satu-satunya syarat mutlak sebelum diterbitkannya Izin Usaha Pertambangan (IUP) oleh Pemprov Jabar. IUP inilah yang nantinya dipakai untuk menggarap wilayah kerja pertambangan (WKP) Gunung Ceremai.

"Sampai saat ini Chevron belum memasuki wilayah Ceremai dan belum melaksanakan kegiatan fisik, maupun komunikasi di lapangan karena belum terbitnya IUP ini," bebernya.

Namun lucunya, meski pihak Chevron sudah membenarkan, semua pihak terkait justru membantahnya. Taman Nasional Gunung Ceremai (TNGC) selaku pengelola juga latah membantah adanya eksploitasi Gunung Ceremai, Kuningan Jawa Barat kepada pihak asing.

"Kami tidak tahu itu (penjualan Gunung Ceremai), itu berita dari mana, tidak ada," kata Kepala TNGC, Dulhadi, saat dikonfirmasi.

Sejauh ini Ceremai masih dikelola TNGC di bawah pengawasan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Seperti yang disebut-sebut bahwa Ceremai akan dieksploitasi tenaga panas buminya, dia justru mempertanyakan dari mana kabar tersebut beredar.

"Tidak benar, pemanfaatan geothermal itu bahkan belum ada prosesnya sama sekali," tegasnya.

Kearifan lokal yang dijaga secara turun temurun oleh warga sekitar untuk mempertahankan Gunung Ceremai seolah tidak berarti. Gunung yang disebut-sebut angker itu nantinya akan disulap menjadi pabrik panas bumi. 

Tidak bisa dibayangkan ketika truk-truk berat masuk dan mulai membabat habis hutan yang disebut-sebut Istana Kerajaan Nini Pelet, lalu didirikan sebuah pabrik panas bumi. Lalu akankah Nini Pelet akan berdiam diri melihat istananya dihancurkan Chevron?

Sumber : Merdeka.com
comments | | Read More...

Hasil Pemilihan KEpala Desa Bojong

Penulis : Desi Susanti on Sunday, December 1, 2013 | 16:20

Sunday, December 1, 2013

Setelah hampir 2 bulan kepala desa bojong di jabat oleh Pjs, akhir nya kini desa bojong akan di pimpin oleh kepala desa ang baru... dalam pemilihan kali ini desa bojong mencatat sejarah ..!!! karena generasi muda berhasil mengungguli generasi tua yang sebelumnya pernah menjabat kepala desa bojong.

Setelah melakukan pemilihan suara yang dimulai dari pukul 7,30 sampai pukul 13.00. maka di lakukan penghitungan suara yang di saksikan oleh kedua wakil bakal calon kepala desa... Dalam pemilihan kepala desa bojong Suara yang dianggap syah sebanyak 1588 suara dan sebagaian kecil tidak ikut memilih karean ada berbagai faktor di antaranya bekerja dan berusaha di luar kota sehingga pada saat pemilihan kepala desa tidak bisa hadir.

Dari pantauan Admin Seputar Kuningan pelaksanaan perhitungan suara sudah masuk sekitar 70% suara dan hasilnya Bapak Adnan sudah memperoleh 70% dari total suara yang telah masuk, dengan tersisa suara kurang lebih 30% diperkirakan tidak akan bisa terkejar lagi oleh pesaingnya.

Ya semoga calon kepala desa bojong yang baru ini dengan usia yang relatif masih tergolong muda (33) bisa membawa desa bojong, menjadi desa yang bermartabat dan tidak di pandang sebelah mata oleh desa lain... dan masyarakat yang tadinya terpecah karena mendukung masing masing calon bisa bersatu lagi untuk mendukung program kerja kepala desa yang baru.



comments | | Read More...

Pemilihan Kepala Desa Bojong Part 2

Hari ini adalah hari ang sangat di nantikan oleh 52 desa  di kabupaten Kuningan. Karena pada hari ini mereka akan melaksanakan pesta demokrasi yaitu pemilihan Kepala Desa. Hal senada di rasakan oleh masyarakat desa bojong yang akan memilih pemipinnya. pelaksanaan demokarasi pemilihan kepala desa bojong sudah terasa gaungnya sejak sebulan yang lalu, dari tahap pendaftaran, veripikasi, penetapan bakal calon dan kampanye masing masing bakal calon.

Dan pada hari ini 1 Desember 2013 masyarakat desa bojong akan menentukan siapa yang akan memimpin mereka 6 tahun kedepan, keramaian mulai kerasa di desa bojong sejak semalam di mana masin masing simpatisan saling menjaga agar tidak ada kecurangan yang di lakukan oleh bakal calon, seperti pmeberian sesuatu atau yang sering dilakukan yaitu serangan pajar.

oleh karena itu dari pihak panitia menghimbau kepada para simpatisan dari bakal calon agar tidak melakukan kecurangan serta bisa menjaga ketertiban selama pemilahan berlangsung.
comments | | Read More...

Pemilihan Kepala Desa Bojong

Penulis : Desi Susanti on Thursday, November 28, 2013 | 19:35

Thursday, November 28, 2013

Tanggal 1 Desembar merupakan tanggal pennentuan di beberapa desa yang ada di kabupaten ke kuningan... Karena pada tanggal tersebut akan dilakukan pemilihan kepala desa di 53 desa sekabupaten kuningan yang pelaksanaan nya serentak.

Salah satu desa yang akan melakukan pemilihan kepala desa adalah DESA BOJONG. Desa Bojong adalah salah satu desa yang berada di kecamatan kramatmulya, desa bojong sendiri berbatasan dengan



  • Sebelah utara   => Desa Cikaso
  • Sebelah Timur   => Desa Cilaja
  • Sebelah Selatan => Desa Kasturi
  • Sebelah Barat   => Desa Cilowa

Seperti 52 desa lainnya yang ada di Kabupaten kuningan, desa bojong pun akan melakukan pesta demokrasi yaitu pemilihan kepala desa bojong, karena kepala desa bojong yang terdahulu sudah habis masa jabatan nya sejak tgl 29 September 2013 jadi sejak itu desa bojong di pimpin oleh Pjs.

Dalam pemilihan tersebut ada dua bakal calon yang akan berebut kursi kepala desa.

  • Bapak Adnan
  • Bapak Edo Wasda

yang menarik dalam pemilihan kali ini bahwa ada sosok anak muda yang berani mangajukan diri sebagaii bakal calon kepala desa bojong, karena dalam sejarah desa bojong selalalu di pimpin oleh kepala desa yang berusia di atas 50 tahun.

Dan pada kesempatan kali ini Bapak Adnan akan menjadi pelopor generasi muda yang maju menjadi bakal calon Kepala Desa. Siapapun yang nanti menjadi kepala desa bojong diharapkan dapat membawa nama baik desa bojong dan bersedia bahu mebahu bersama masyarakat untuk membangu desa bojong yang bermartabat.

Pada akhirnya semoga pemilihan bakal calon kepala desa bojong dapat berjalan dengan lancar, jujur dan adil. Amin Ya Robbal Alamin
comments | | Read More...

Kuningan Masuk 5 Besar Nasional

Penulis : Desi Susanti on Monday, October 21, 2013 | 07:24

Monday, October 21, 2013

KUNINGAN – Dinas Sumber Daya Air dan Pertambangan (SDAP) Kabupaten Kuningan masuk lima besar lomba Penilaian Kinerja Pemerintah Daerah Bidang Pekerjaan Umum (PKPD-PU) tahun 2013. Untuk terpilih menjadi yang terbaik belum lama ini Tim dari Ditjen Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melakukan penilaian.

Adapun yang dinilai adalah kebijakan pemerintah Kuningan dalam mengelola pengairan serta survei lapangan baik irigasi maupun situ. Ada tiga yang disurvei tim, yakni irigasi di Citanggalun, Kecamatan Lebakwangi, Situ Balong Dalem dan pembangunan Situ Lurah Padabenghar, Kecamatan Pasawahan.

Tim Ahli Ditjen SDA Kementerian PU Prof Dr Ir Slamet Imam Wahyudi DEA mengemukakan, kompetisi itu diadakan untuk melihat kinerja pemerintah daerah dalam menerapkan kebijakan pengairan yang ditetapkan Kementerian PU. Salah satu indikator penerapan itu adalah alokasi anggaran khusus untuk infrastruktur pengairan.

Lebih lanjut dikatakan, juri ingin menilai kinerja pemerintah kabupaten dalam konservasi sumber daya air serta manajemen pengelolaan irigasi. Dalam penilaian ini tim tidak main-main, karena merupakan gabungan dari para akedemisi.

Disebutkan, dalam lomba ini Kuningan akan bersaing dengan Kabupaten Purworejo, Kabupaten Bantul, Karangasem Bali, Kabupaten Lombok Barat Nusa Tenggara Barat dan Kabupaten Banyumas Jawa Tengah. Kementerian PU akan menentukan tiga wilayah terbaik sebagai pemenangnya.

Terpisah, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Pertambangan Kabupaten Kuningan Drs Nana Sugiana mengatakan, dari puluhan sumber air ada tiga lokasi yang ditinjau tim penilai. Mengenai hasil, pihaknya tidak bisa berandai-andai yang terpenting mereka bisa melihat bagaimana keadaan lokasi yang dinilai.

“Sudah masuk menjadi kandidat tentu suatu kebanggaan. Mudah-mudahan bisa menjadi yang terbaik,” jelas mantan kadisperindag ini.

Dikatakan, pada tahun 2007 Kuningan sudah pernah mendapatkan penghargaan yang serupa. Mudah-mudahan prestasi itu bisa diulang kembali.
comments | | Read More...

BLSM Tahap 2 Hanya Rp25 Miliar

Penulis : Desi Susanti on Tuesday, October 1, 2013 | 17:02

Tuesday, October 1, 2013

KUNINGAN – Sebanyak 1.209 warga miskin yang menggantikan posisi penerima bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) yang tidak bisa dicairkan karena berbagai hal,  belum bisa menikmati kompensasi dari kenaikan BBM. Pasalnya, data warga masih diproses oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TN2PK).

Apabila sudah selesai, kartu perlindungan sosial (KPS) segera diberikan kepada kantor pos untuk diberikan kepada warga. Setelah itu warga miskin bisa mengambil dana kompensasi di kantor pos.

“Untuk yang mengganti kami belum bisa memprediksi kapan akan cair, tapi perkiraan sekitar awal November,” ujar Ketua Satgas BLSM Triono Siswanto, kepada Radar kemarin (27/9).

Diterangkan dari jumlah 87.170 RTS (di luar yang diretur) pada tahap dua ini penyaluran hanya 84.963 atau mencapai 97,47 persen dengan jumlah dana yang terserap Rp25.488.900.000. Penyerapannya menurun dibanding pada tahap 1 sebesar Rp25.997.100.000 atau dengan jumlah persentase 98,05.

Mengenai penyaluran, kata Triono, berjalan lancar karena pihak pos sudah menjadwal dan berkaca dari pengalaman sebelumnya. Keterlambatan pencairan untuk pengganti tidak terlepas dengan dilakukannya musyawarah di desa yang cukup alot karena menentukan siapa yang layak menjadi pengganti.

“Laporan  dari desa baru baru bulan Agustus akhir sehingga sedikit terlambat,” jelasnya.

Triono memastikan, jumlah RTS yang akan memperoleh dana BLSM tidak akan berubah dari jumlah awal yakni 88.379 orang. Sebab, yang saat ini diusulkan bukan penambahan, namun pengganti yang diretur.

Dijelaskan, KPS yang diretur  karena alasan pindah rumah, orangnya meninggal hingga orang yang merasa mampu atau salah sasaran. Penggantian RTS dilakukan oleh Tim Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK). Mereka mendata ulang dan memusyawarahkan siapa yang layak memperoleh.

Sejak digulirkan oleh pemerintah sebagai kompensasi kenaiakan BBM, BLSM banyak yang salah sasaran. Bahkan, banyak yang  mampu memperoleh dana ini. Dengan banyak salah sasaran pihak BPS yang menjadi sorotan. Tapi, lembaga ini tidak mau disalahkan karena banyak warga yang tidak memberikan keterangan yang benar.

Sekadar mengingatkan dari 88.379 penerima BLSM, Kecamatan Ciawigebang merupakan daerah yang jumlah penerima paling banyak dengan jumlah 7.132, disusul  Kecamatan Darma 4.626. Sedangakan RTS paling sedikit adalah Cilebak dengan jumlah 1.291 RTS. (mus)

Sumber: Radar Cirebon
comments | | Read More...

Pengunjung

 
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use |Advertise with Us | Site map
Copyright © 2011. Seputar Kuningan . All Rights Reserved.
Design Template by panjz-online | Support by creating website | Powered by Blogger | Link Diet Menurunkan Berat Badan