News Update :
Hot News »
Bagikan kepada teman!

PAM Desa Bermasalah

Penulis : Desi Susanti on Wednesday, October 15, 2014 | 12:10

Wednesday, October 15, 2014

Sudah hampir 10 hari PAM Desa di Desa di Bojong tidak mengalirka air bersih lagi kepada para konsumen, usut punya usut hal ini di sebabkan ada salah satu pengurusnya nya yang sakit sehingga bagion oprasional ini tidak bisa mengatur penyaluran air dengan baik, kalau di rujuk pada hasil yang pernah di adakan oleh kepala desa bojong di tetapkan bahwa pengurus PAM desa ada 3 orang, apakah gara gara 1 orang yang sakit seluruh konsumen harus merasakan kekurangan air? lalu kemana pengurus yang 2 nya lagi.

Semenjak PAM Desa tidak ngalir semua konsumen menggunakan air irirgasi untuk melakukan aktivitas nyuci dan mandi yang lokasi nya juga tidak terlalu jauh, tapi karena lokasinya yang naik turun terlihat sekali setelah melakukan aktivitas tersebut mereka kelihatan lelah, belum lagi untuk mengurus pekerjaan rumah lainnya.

Ini kali ke dua PAM di desa Bojong semenjak di adakannya program air bersih yang di berikan pemerintah. pertama terjadi sekitar tanggal 23 Juli 2014 penyebab nya karena dibangunnya instalasi air bersih yang baru sehingga mengurangi bahkan seperti melupakan instalisasi yang lama kejadian ini juga berlangsung cukup lama, pada saat itu masyarakat konsumen PAm melakukan demo dan memperbaiki sendiri instalisasi yang di anggap bermasalah, sejak saat itu air bisa mengalir kembali walaupun ada beberpa konsumen yang masih belum mendapatkan aliran air PAM.Tapi hal ini terus di upayakan oleh pemerintah desa dengan mengadakan pertemuan dengan para konsumen dan sebagian pengurus PAM yang masih aktive.

Dalam musyawarah tersebut di hasilkan pengankatan 3 pengurus baru untuk mengatur PAM Desa ini, tapi baru sekitar 3 bulan berjalan PAM Desa bermasalah lagi, konsumen juga sepertinya sudah males untuk bertindak karena tidak ada respon dari berbagai pihak. para konsumen hanya bisa  berharap agar kejadian ini tidak berlangsung lama agar mastarakt bisa menikmati progrma air bersih dari pemerintah
comments | | Read More...

Berprestasi, Bappeda Dapat Tambahan Anggaran Rp4 M

Penulis : Desi Susanti on Thursday, September 25, 2014 | 06:54

Thursday, September 25, 2014

KUNINGAN – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kuningan mendapat apresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Apresiasi diberikan melalui bentuk pemberian anggaran Rp4 miliar dari gubernur Jawa Barat.

“Ini menunjukkan peningkatan kinerja dan pencapaian sektor perencanaan pembangunan daerah,” jelas Kepala Bappeda Kuningan, Drs H Maman Suparman MM di kantornya, Minggu (14/10).

Dipaparkan, bahwa pendekatan perencanaan daerah Bappeda sejauh ini sangat taat terhadap kaidah keilmuan, tata aturan, dan keberpihakan pada pemberdayaan masyarakat.

Atas dasar itulah, Kuningan menerima penghargaan Pangripta tingkat Provinsi Jawa Barat. Penghargaan ini diberikan kepada kabupaten/kota dengan sistem perencanaan terbaik.

Sebagai wujud apresiasi kepada Pemkab Kuningan, gubernur Jawa Barat juga memberikan anggaran tambahan Rp4 miliar. “Dana bantuan provinsi tersebut akan diakumulasikan pada pelaksanaan untuk tahun depan,” katanya.
Maman berharap, dana prestasi Rp4 miliar bisa memperkuat kemampuan Pemkab Kuningan dalam mengimplementasikan program dan kegiatan unggulan pada tahun 2015.

Sebagai Koordinator Perencanaan Daerah, Maman mengaku telah menetapkan target minimal 3 prestasi perencanaan yang mesti dicapai Kuningan tahun 2014.

Yaitu Anugerah Pangripta yang sudah diraih, penghargaan Kabupaten Sehat yang juga sudah diraih atas suksesnya penerapan Swasti Sabha Wiwerda sesuai penilaian Pemprov Jawa Barat.
“Terakhir, kita menarget prestasi dalam bidang PUG karena posisi saya juga sebagai Ketua Pokja Pengarusutamaan Gender (PUG),” imbuhnya.

Proses sinergis dalam PUG, lanjut dia telah ditempuh melalui kerjasama seluruh elemen perencanaan daerah. Dimana tupoksinya dimotori oleh Kepala Badan Keluarga berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP).
Penghargaan Parahita Ekapraya tingkat Pratama telah diraih pada tahun 2013. Pada tahun 2014, ia pun bertekad untuk meningkatkan prestasi tingkat Madya.

“Upaya ini akan ditempuh dengan mengintegrasikan pendekatan pengarusutamaan gender dalam setiap elemen perencanaan teknis dan sektoral,” tandasnya

Sumber:http://www.radarcirebon.com/berprestasi-bappeda-dapat-tambahan-anggaran-rp4-m.html



comments | | Read More...

Mesteri Di Waduk Darma

Penulis : Desi Susanti on Thursday, September 18, 2014 | 16:29

Thursday, September 18, 2014

Waduk Darma berada di tepi jalan raya Majalengka – Kuningan. Sebagai objek wana wisata, jangan ditanya soal keindahannya. Tengoklah hampir setiap hari selalu ada pengunjung yang melihatnya. Mereka tak sekadar tertarik panoramanya, tapi juga cerita-cerita misteri dibaliknya.

Waduk Darma di kepung bukit-bukit kecil yang menawan. Keindahannya bak perawan yang rupawan. Pesonanya menebar. Ditambah hawa udara kawasan Kuningan yang sejuk dan bersih. Di tengah waduk terdapat beberapa pulau kecil. Tak jarang orang ingin berlayar dan sekadar menginjakkan kakinya di pulau itu. Tapi, pengelola waduk ini tak menyediakan sarana untuk kebutuhan tersebut. Mungkin ada pertimbangan tertentu mengapa pulau-pulau itu tak jadi target kunjungan.

Ada tiga pulau berada di tengah waduk. Masing-masing bernama Nusa Laja yang punya luas sekitar 1,5 ha. Lalu Nusa Sireum dengan luas mencapai 1 ha. Dan ketiga, Nusa Goong yang arealnya kira-kira 2 ha. Nama-nama pulau itu memang terdengar janggal. Tapi begitulah, sebab nama-nama itu diambil dari fenomena alam masing-masing pulau.

Nama Nusa Goong, misalnya, diberikan karena pada jaman dulu, orang-orang sekitar Waduk Darma sering mendengar suara Goong (gong), yakni alat musik tradisional pelengkap seni gamelan. Hanya saja, siapa orang yang menabuh gong di pulau itu, tak seorang pun tahu. Diperkirakan penabuh gong itu sebangsa lelembut yang menghuni pulau itu.

Begitu pula nama Nusa Sireum. Konon, dinamai itu karena pulau tersebut ukurannya kecil bagaikan semut (sireum). Dan juga kabarnya, di sana terdapat kerajaan semut. Secara umum, bagi mereka yang memiliki ketajaman mata batin, selalu dapat merasakan adanya energi-energi yang bertebaran di sekitar Waduk Darma. Sehingga menurut penuturan warga setempat, tak jarang ada pengunjung yang melakukan olah batin dan semadi di situ.

Penghuni Gaib

Bila ditelusuri, banyak cerita-cerita ganjil menyelimuti Waduk Darma. Cerita-cerita inilah yang melatarbelakangi sebutan angker bagi Waduk Darma. Tapi, cerita-cerita itu tak menyurutkan minat orang mengunjunginya. Bahkan cerita itulah yang justru menjadi daya tarik tersendiri.

Saprudin (40), warga setempat, mengatakan bila hampir tiap tahun, selalu saja ada orang mati karena bunuh diri. Soal benar tidaknya ia mati bunuh diri, memang tanda tanya besar. “Saya sendiri kurang tahu apakah dia mati bunuh diri atau bukan,” ujar Saprudin ragu. Namun banyak yang mengatakan bila ia mati sebagai tumbal penghuni gaib Waduk Darma.

Karena itulah, Saprudin mewanti-wanti pengunjung Waduk Darma agar berhati-hati. Sepanjang niatnya baik, pasti akan dilindungi. Tapi kalau datang ke tempat ini dengan niat tidak baik atau berbuat tidak senonoh, pasti akan terjadi sesuatu. Saprudin lantas menceritakan peristiwa yang pernah terjadi di tahun 1970-an. Waktu itu ada sepasang kekasih yang hilang secara misterius di sekitar Waduk Darma.

Sampai berhari-hari lamanya jejak mereka tak ditemukan. Suatu ketika, mereka ditemukan sudah menjadi mayat dan terpisah satu sama lain. Orang-orang tua di sana mengatakan bila mereka terkena kutukan penunggu danau. Sebab mereka telah mencemari danau itu oleh perbuatan tidak senonoh. “Mereka telah berbuat mesum di tepi danau. Akibatnya penunggu waduk marah dan memangsaa mereka,” tutur pria yang kerap disapa Udin ini.

Lalu, siapa penunggu gaib Waduk Darma? Menurut cerita dari mulut ke mulut, Waduk Darma dihuni siluman belut putih raksasa. Dulu, siluman belut putih ini menampakkan diri. Sehingga kadangkala ada orang yang kebetulan melihatnya. Siluman ini konon tak segan-segan merusak. Misalnya kebocoran Waduk Darma beberapa waktu lalu, orang-orang pintar setempat mengatakan dikarenakan ulah mahluk tersebut.

Tapi hal itu akan terjadi bila ada perbuatan yang tidak baik dilakukan di sekitar waduk. Hal itu pula sebagai peringatan bagi pengunjung. Uniknya, pada di tengah Waduk Darma ada bagian tak pernah keruh sekalipun air di sekelilingnya sedang keruh. Hal ini menjadi rahasia yang tak terpecahkan hingga kini.

Dahulu, ketika Waduk Darma masih berupa ranca (danau kecil), cerita tentang siluman belut utih dan ulahnya sangat mengerikan sering terdengar. Salah satunya ketika pada suatu malam sebuah kendaraan truk melewati kawasan danau. Mendadak si sopir menghentikan truk karena tiba-tiba di tengah jalan nampak sebuah gua. Setelah diperhatikan ternyata apa yang dikira mulut gua itu tak lain adalah mulut siluman belut putih yang sedang menganga. Si sopir langsung tak sadarkan diri.

Ternyata, mahluk mengerikan itu hanya ingin menunjukkan jati dirinya saja. Sebab sopir truk tidak diapa-apakan. Setelah kejadian itu, warga desa menguji kebenaran siluman belut putih ini. Mereka mengikat seekor domba di tepi danau. Esoknya, binatang itu sudah lenyap. Hari berikutnya, diikat lagi seekor kerbau. Lagi-lagi, binatang itu lenyap tanpa bekas. Akhirnya warga setempat percaya bahwa ranca itu dihuni oleh ular siluman belut putih raksas

sumber : ekorisanto.blogspot.com/
comments | | Read More...

Ketua Dewan, Partai Golkar Belum Menentukan

Penulis : Desi Susanti on Wednesday, September 10, 2014 | 15:01

Wednesday, September 10, 2014

KUNINGAN – Uci Suryana SE secara tegas menyatakan kesiapannya jika ditugaskan DPP Partai Golkar maupun DPD Jabar untuk menjabat wakil ketua DPRD.
Pernyataan tersebut dilontarkan Uci saat mengikuti gladi bersih prosesi pelantikan di gedung dewan, Minggu (7/9). “Kalau partai menunjuk saya dengan pertimbangan bahwa saya mampu, ya saya siap. Kalau ditanya optimis, sebenarnya saya gak ngejar untuk menjadi wakil ketua dewan,” kata Uci.
Ia mengakui mendengar rumor yang cukup santer terkait jatah wakil ketua dewan yang akan diberikan padanya. Namun hal itu hanya sebatas rumor. Sebab Uci mengaku belum melihat secara langsung bukti hitam diatas putih dengan mata kepalanya sendiri.
“Baru sebatas rumors karena saya belum melihat langsung SK-nya. Yang jelas dimana pun saya siap untuk ditempatkan. Gimana kepercayaan dari Golkar saja. Semoga saya amanah dalam menjalankan tugas partai,” tandasnya.
Politisi yang tinggal di Desa/Kecamatan Ciawigebang ini sebelum masuk daftar caleg tetap, menjalani profesi sebagai wiraswasta.
Pada pileg April lalu, Uci berhasil meraup suara paling banyak diantara caleg terpilih dari Partai Golkar. Suaranya mencapai 4.412.
Sementara itu, dinamika politik terjadi pula di tubuh PDI Perjuangan. Pertarungan internal antara Rana Suparman SSos dengan Tresnadi untuk memperebutkan posisi ketua dewan telah berakhir. Dari informasi yang diperoleh Radar, akhirnya Rana Suparman yang mendapatkan penugasan partai.
“Ya benar, saya sudah mengantongi SK-nya yang langsung ditandatangani Bu Mega sebagai ketua umum DPP dan pak Cahyo Kumolo selaku sekjen,” jawab Rana.
Sedangkan ditubuh PAN, tidak terdapat gejolak. Drs Toto Suharto SFarm Apt yang ditunjuk oleh DPP PAN untuk menempati jabatan wakil ketua dewan. Toto menegaskan, SK penunjukkannya dari Ketua Umum DPP Hatta Rajasa telah dikantonginya.
Begitu pula dengan PKS yang mendapatkan jatah posisi wakil ketua dewan. Hj Kokom Komariyah asal dapil 2 yang ditunjuk untuk mendudukinya. Keterangan ini dibenarkan oleh salah satu rekan fraksinya, Etik Widiati.
Meski demikian, keempat politikus yang dikabarkan hendak menempati posisi pimpinan dewan tersebut, harus menunggu. Karena sesuai dengan mekanisme, parlemen daerah itu harus dipimpin oleh pimpinan dewan sementara yakni Apang Sujaman dan Iis Istohari.

Sumber :radarcirebon.com


comments | | Read More...

Kabupaten Kuningan Memiliki Klub SepakBola di Divisi Utama

Penulis : Desi Susanti on Tuesday, September 2, 2014 | 09:46

Tuesday, September 2, 2014

Kabupaten Kuningan kini memiliki tim sepakbola kelas bergengsi yang berkompetisi di Divisi Utama Liga Indonesia. Tim tersebut diberi nama Kuningan FC.

Sebelumnya, Kuningan FC adalah Persires Kuningan. Sekarang, tim yang musim lalu berhasil lolos dari jurang degradasi tersebut resmi milik Kuningan karena telah dibeli oleh H Aang Hamid Suganda.

Sebagai Owner, Aang membeli tim tersebut dengan harga yang tergolong murah. Berdasarkan informasi, Kuningan FC dibeli seharga 2 miliar rupiah. Namun pembayarannya tidak sekian karena telah dipotong oleh biaya akomodasi Persires selama menjalani 1 tahun kompetisi.

“Iya sudah saya beli dan diganti nama menjadi Kuningan FC. Sudah diakta notariskan juga,”kata Aang.

Menurut mantan manajer Persija ini, masa depan Kuningan FC diyakini akan cerah. Sebab, dirinya telah menggandeng beberapa sponsor besar di Jakarta dan wilayah 3 Cirebon untuk mengucurkan dana segar bagi perkembangan tim.
“Kalau dari segi anggaran tidak perlu khawatir, sudah ada beberapa sponsor yang bersedia mendanai,”ucapnya.

Dibelinya Persires menjadi Kuningan FC dinilai sebagai sebuah keuntungan. Sebab, hanya dengan sedikit biaya, Kuningan sudah memiliki tim kebanggan di Divisi Utama. Padahal, untuk masuk Divisi Utama itu sangat sulit, perlu anggaran dan perjuangan besar.
Tim Kuningan FC sendiri, dihuni oleh cukup banyak pemain asli Kuningan.

Sumber :  www.kuningannews.com 




comments | | Read More...

Muka Lampit Tempat Pesugihan

Penulis : Desi Susanti on Wednesday, August 20, 2014 | 10:22

Wednesday, August 20, 2014

Muka lampit adalah sebutan untuk sebuah pohon besar yang berada di Desa Ciniru Kecamatan jalaksana Kabupaten Kuningan. Pohon yang berdekatan dengan lokasi sumber mata air panas itu, dijadikan tempat pemujaan oleh banyak orang yang meyakini hal itu.
 
Tempat itu dianggap keramat dan dipercaya dijaga oleh makhluk gaib yang sering dikenal dengan sebutan Sikesih oleh warga sekitar.
 
“Sikesih itu nama Jin penunggu pohon besar itu, dia yang dipercaya mengabulkan apa yang kita minta,”kata Abah Empng, Kuncen muka lampit, Senin (21/4/2014).
 
Lanjut Empong, Ia sering mengantar tamu yang datang untuk melakukan pemujaan di muka lampit, dengan berbagai macam keinginan.
 
“Yang datang kesini itu banyak, dan yang paling banyak itu dari luar Kuningan. Banyak keinginan dari pada tamu yang datang, contohnya ada yang pengen kaya, ada yang pengen naek jabatan juga,”tuturnya.
Masih menurut Empong, Jin penunggu muka lampit itu masih besaudara dengan Jin penunggu sumber mata air panas Ciniru yang berwujud pencampuran dari manusia dan ular, yang sering dikenal dengan sebutan Nyai Wulandari.(


Sumber Berita: www.kuningannews.com.com

comments | | Read More...

Honorer K2 BTL Bertambah

Penulis : Desi Susanti on Tuesday, August 12, 2014 | 11:40

Tuesday, August 12, 2014

KUNINGAN – Honorer K2 lolos CPNS yang harus melengkapi berkas bertambah 50 orang. Sebelumnya
pada hari Selasa lalu (5/8) sebanyak 290 orang.

Pihak BKD Kuningan sendiri langsung memberitahu K2 susulan tersebut dengan cara menghubungi via telepon satu persatu untuk segera melengkapi berkas sesuai dengan K2 yang berjumlah 290. Dengan adanya penambahan ini berarti ada 340 K2 yang dinyatakan berkas tidak lengkap (BTL).

“Awalnya hanya 41 K2 yang BTL namun ternyata ada informasi susulan yang dikirim via email dimana ada 50 orang, sehingga total 340 orang,” ucap Kepala BKD Drs Uca Somantri MSi melalui Kabid Pengembangan Karir Drs Ade Priatna, Minggu (10/9).

Ade berharap yang 50 orang ini segera melengkapi berkas yang belum lengkap, sehingga bisa diberikan kembali kepada pihak Kantor Regional III BKN. Mengenai jumlah yang sisa 183 orang pihak tidak menjamin apakah sudah aman atau harus melengkapi seperti yang berjumlah 340 orang.
“Kami hanya menyampaikan saja informasi dari BKN. Jadi kalau ditanya apakah yang sisa bisa disebut aman? Belum tentu” jelasnya.

Diterangkan, seperti yang berjumlah 290, yang berjumlah 50 orang juga kekurangan berkas secara umum disebabkan dari bukti pengangkatan sebagai tenaga honorer yang tidak memenuhi kriteria. Hal ini dikarenakan Kantor Regional III BKN menetapkan bukti pengangkatan tenaga honorer harus berbentuk keputusan bukan berupa surat keterangan, surat tugas, surat perintah, pembagian tugas atau dalam bentuk lain.

Lanjut dia, keputusan tentang pengangkatan sebagai tenaga honorer dimaksud harus diterbitkan tiap tahun tanpa terkecuali. Kekurangan berkas dimaksud bisa dilengkapi dengan cara membuat surat pernyataan melaksanakan tugas secara terus menerus bermaterai Rp6.000, yang ditandatangani langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan.

“Pembuatan surat pernyataan sekretaris daerah dibuat secara kolektif melalui pengelola kepegawaian masing-masing unit kerja secara hirarki, seperti UPTD dan sekolah tetap harus diserahkan secara kolektif melalui instansi induknya,” tandas Ade kepada Radar, kemarin

Dikatakan, para atasan langsung harus melakukan verifikasi ulang terhadap bukti-bukti pengangkatan tenaga honorer kategori II, karena dalam surat pernyataan sekretaris daerah harus disertai dengan alasan secara jelas.

Menurut dia, bagi K2 yang ingin mendapatkan NIP (nomor induk pegawai) harus melengkapi 18 berkas yang sudah ditentukan. Satu dari 18 itu tidak bisa dilengkapi maka mereka gugur.

“Kami berharap K2 yang masuk kategori BTL segera melengkapi dan cepat menyerahkan agar proses pemberkasan cepat selesai,” jelas Ade.
comments | | Read More...

Pengunjung

 
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use |Advertise with Us | Site map
Copyright © 2011. Seputar Kuningan . All Rights Reserved.
Design Template by panjz-online | Support by creating website | Powered by Blogger | Link Diet Menurunkan Berat Badan