News Update :
Hot News »
Bagikan kepada teman!

Demi Beras OPK, Warga Rela Berjalan Kaki Sejauh Lima Kilometer

Penulis : Desi Susanti on Tuesday, April 21, 2015 | 10:20

Tuesday, April 21, 2015

JL. L.RE MARTADINATA, (KM): Mengatasi melonjaknya harga beras di pasaran, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kuningan  bekerjasama dengan Sub Bulog Divisi Regional Cirebon mengadakan  operasi pasar khusus (OPK) di beberapa kelurahan dan desa wilayah Kecamatan Kuningan, Selasa (3/3/2015).

Beberapa kelurahan dan desa yang menjadi sasaran operasi pasar khusus itu, di antaranya Kelurahan Cijoho, Kelurahan Ciporang dan Desa Ancaran. Namun demikian, ada diantaranya warga dari luar kelurahan dan desa itu yang sengaja datang untuk membeli b

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kuningan Agus Sadeli menyatakan, setiap kepala keluarga  mendapat jatah membeli maksimal 15 kilogram dengan harga Rp 7.400,- per kilogram.

 Umar (69) warga Kelurahan Purwawinangun Kecamatan Kuningan misalnya, rela walau harus berjalan kaki dari rumahnya di Kelurahan Purwawinangun ke Kelurahan Ciporang. Padahal jarak antara dua kelurahan mencapai kilometer.

"Saya berjalan kaki ke sini karena tak punya mobil. Biar pun jauh harus berjalan kaki yang penting mendapat bera beras," kata Umar.
comments | | Read More...

Tahun 2017, Gaji Pensiunan PNS Tak Dibiayai APBN

Penulis : Desi Susanti on Sunday, March 22, 2015 | 15:11

Sunday, March 22, 2015

Pemerintah mulai awal tahun 2017 akan memberlakukan sistem baru pembayaran jaminan pensiunan dan jaminan hari tua PNS dan TNI/Polri seiring pelaksanaan UU No 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Mulai 2017 pensiunan tidak lagi dibayar dari APBN. Sistem pembayaran pensiun dan jaminan hari tua PNS dan Polri akan berubah dari sebelumnya 'As Pay You Go' (dibiayai dari APBN) menjadi sistem 'Fully Funded' (dibiayai pemerintah selaku pemberi kerja)," kata Deputi Bidang Pembinaan Manajemen Kepegawaian Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Yuliana Setiawati, Jumat (13/3/2015).

Menurut Yuliana, sistem baru tersebut bertujuan meningkatkan kesejahteraan PNS dan TNI/Polri, sekaligus mengatur sistem penggajian baru bagi PNS dan TN/Polri yang masih aktif.

Untuk menjalankan UU ASN tersebut, pemerintah juga sedang memfinalisasi enam Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP), yakni tentang Manajemen PNS dan tentang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK atau P3K). Selanjutnya, RPP tentang Gaji, Tunjangan, dan Fasilitas PNS, RPP tentang Kinerja dan Disiplin PNS, RPP tentang Jaminan Hari Tua dan Pensiun PNS, serta RPP Peraturan Pemerintah tentang Korp Profesi Pegawai ASN.

Program ini diharapkan menjadi fondasi penting bagi pengembangan birokrasi yang modern, bersih, dan berintegritas, profesional, dan berkinerja tinggi di masa depan.

Menjelang masa efektif pemberlakuan sistem pembayaran pensiun dan penggajian PNS tersebut, BKN melakukan sosialisasi dan mengolah beberapa perbandingan iuran antara pekerja dan pemberi kerja.

"Butuh masukan dari pemangku kepentingan, terutama Badan Kepegawaian Daerah mengenai berapa yang diinginkan untuk peningkatan kesejahteraan PNS, menyangkut berapa besar iuran yang dikeluarkan pemerintah, dan berapa yang ditanggung PNS," ujar Yuliana.

Dalam sistem penggajian baru, tidak lagi didasarkan pada gaji pokok sebagai definisi gaji, tetapi besarannya dihitung dari beban dan tanggung jawab serta risiko pekerjaan.

Sementara itu, Direktur Perencanaan, Pengembangan, dan Teknologi Informasi Taspen (Persero) Faisal Rachman mengatakan, sesuai UU ditetapkan sebagai penyelenggara program khusus bagi PNS, pihaknya sedang menyiapkan berbagai aspek terkait peningkatan kesejahteraan PNS.

Untuk itu, Taspen yang sudah memberikan Jaminan Kesehatan melalui Jaminan Hari Tua dan program lainnya saat ini sudah menambah produk layanan, seperti Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) ASN.

Menurut dia, saat ini jumlah nasabah yang dilayani Taspen mencakup 6,8 juta peserta yang terdiri atas 2,4 juta pensiunan dan 4,4 juta pegawai aktif.

Sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com/



comments | | Read More...

Jokowi Hapus Uang Pansiun PNS, Polri Dan TNI

Uang pensiun bagi PNS, TNI/Polri yang dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) terus mengalami kenaikan setiap tahunnya. Pada 2012 saja, anggaran untuk pensiun PNS, TNI/Polri mencapai Rp69 triliun. Anggaran ini naik menjadi Rp74 triliun di 2013.

Selama ini, uang pensiun bagi PNS, TNI/Polri setiap tahun berasal dari potongan gaji PNS ditambah subsidi dari pemerintah. Tiap bulan, gaji PNS dipotong 10 persen, di antaranya 2 persen untuk Askes, 2,35 persen untuk tabungan hari tua dan 4,75 persen untuk pensiun.

Meskipun sudah tidak lagi aktif menjadi PNS atau pensiun, mereka masih menikmati uang negara yang dialokasikan tiap tahun dalam APBN. Pembayaran uang pensiun dengan metode pemotongan gaji dan subsidi dari pemerintah dikenal dengan sistem Pay As You Go.

Dengan disahkannya UU Aparatur Sipil Negara (ASN), pemerintah berencana mengubah mekanisme atau metode pemberian uang pensiun PNS dari Pay As You Go jadi Fully Funded. Aturan ini nantinya akan tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) sebagai turunan UU ASN yang saat ini masih dalam proses pembahasan. Namun dia mengaku tidak bisa menjelaskan lebih detail dengan alasan belum diputuskan secara resmi oleh Presiden Joko Widodo.

“Iya ini masih dalam pembahasan (mengubah ke Fully Funded), masih wacana dan saya belum bisa jelaskan,” ucap Kabiro Humas Badan kepegawaian Negara (BKN), Tumpak Hutabarat seperti dilansir merdeka.com di Jakarta, kemarin (17/3).

Belum semua PNS maupun pensiunan PNS, TNI/Polri memahami perbedaan kedua sistem ini. Dalam jurnal ini dijelaskan, sistem pembayaran pensiunan PNS dengan metode Pay As You Go dilakukan dua pihak baik negara maupun PNS itu sendiri. Dengan kata lain, uang pensiun yang diterima setiap bulan merupakan hasil tabungan PNS selama aktif bekerja ditambah kewajiban pemerintah membayarkan uang pensiun.

Dengan sistem ini pemerintah mengaku terbebani lantaran besarnya dana yang dialokasikan untuk uang pensiun PNS setiap tahun selalu membengkak. Penyebabnya, jumlah PNS yang pensiun semakin banyak, usia atau umur penerima dana pensiun semakin lama. Belum lagi kewajiban memberikan uang pensiun kepada istri/suami dan anak meski pensiunan PNS sudah meninggal.

Berkaca dari kondisi itu, pemerintahan baru di bawah komando Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla menggulirkan wacana mengubah sistem pembayaran uang pensiun dari metode Pay As You Go menjadi Fully Funded. Terdapat perbedaan signifikan dari dua sistem ini.

Perbedaannya, dalam sistem Fully Funded, kewajiban pemerintah membayar uang pensiun berhenti saat PNS tidak lagi aktif bekerja. Sebelumnya di sistem Pay As You Go, pemerintah masih berkewajiban memberikan uang pensiun meski PNS tersebut sudah tak lagi bekerja.

Lalu, jika tak ada lagi uang dari pemerintah saat PNS tak lagi aktif bekerja, dari mana uang pensiunan yang diperoleh tiap bulan? Uang pensiun yang diterima setiap bulan berasal dari potongan gaji PNS yang ditabung dan dikelola lembaga negara di pasar keuangan.

Dana ini dikelola dan dikembangkan. Uang pensiun yang ‘diputar’ lembaga keuangan ini nantinya digunakan untuk membayar uang pensiun.
Keuntungan metode ini beban atau kewajiban pemerintah terhadap pensiunan PNS otomatis berkurang. Karena kewajiban memberikan iuran uang pensiun hanya dilakukan selama PNS aktif bekerja.

Sumber :http://pusatpengumumancpns.com/



comments | | Read More...

Bupati Kuningan Raskin Award

Penulis : Desi Susanti on Friday, February 13, 2015 | 21:20

Friday, February 13, 2015

Bupati Kuningan Hj Utje Ch Suganda, MAP kembali mendapatkan penghargaan Raskin Award untuk kategori penyaluran dan pelunasan terbaik. Penghargaan diberikan oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani di Desa Pasir Halang Kecamatan Cisaruan Kabupaten Bandung Barat, Rabu (28/1/2014).

Selain Bupati Utje, sejumlah pimpinan daerah lainnya juga mendapatkan penghargaan serupa. Yaitu, Bupati Bandung Barat, Cirebon, Majalengka, Tasikmalaya, dan Pangandaran, serta Walikota Bandung, Cimahi, Bogor, Sukabumi, Cirebon, Bekasi, dan Banjar.


Anugrah ini, diberikan pada acara peluncuran dan penyaluran Raskin 2015 tingkat Nasional. Bupati Utje sendiri, saat itu didampingi oleh Asisten Daerah Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Kesra Drs. Nana Sugiana, dan Kabag Ekonomi Setda Trisman Supriatna, M.Pd.
Menurut Trisman, data penerima raskin tahun 2015 sama seperti tahun sebelumnya, yaitu 88.379 kk. Ia bertekad untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan sistem penyaluran dan pelunasan Raskin yang sudah baik ini.

“Tahun ini kita berbenah, meskipun sudah dapat anugrah, kita terus akan tingkatkan agar lebih baik lagi. Ini untuk menjamin kesejahteraan masyarakat kita,”ucap Trisman.



comments | | Read More...

Pangeran Cakrabuana Pendiri Kota Cirebon

Penulis : Desi Susanti on Sunday, January 11, 2015 | 08:45

Sunday, January 11, 2015

"Pangeran Cakrabuana” Tokoh Karismatik Pendiri Kota Cirebon

 Masyarakat Cirebon mungkin sudah tidak asing lagi dengan Pangeran Cakrabuana, menurut Manuskrip Purwaka Caruban Nagari, pada abad 15 di pantai Laut jawa ada sebuah desa nelayan kecil bernama Muara Jati. Pada waktu itu sudah banyak kapal asing yang datang untuk berniaga dengan penduduk setempat. Pengurus pelabuhan adalah Ki Gedeng Alang-Alang yang ditunjuk oleh penguasa Kerajaan Pajajaran dan di pelabuhan ini juga terlihat aktivitas Islam semakin berkembang. Ki Gedeng Alang-Alang memindahkan tempat pemukiman ke tempat pemukiman baru di Lemahwungkuk, 5 km arah selatan mendekati kaki bukit menuju kerajaan Galuh. Sebagai kepala pemukiman baru diangkatlah Ki Gedeng Alang-Alang dengan gelar Kuwu Cerbon.

Pada Perkembangan selanjutnya, Pangeran Walangsungsang, putra Prabu Siliwangi ditunjuk sebagai Adipati Cirebon dengan Gelar Cakrabumi. Pangeran inilah yang mendirikan Kerajaan Cirebon, diawali dengan tidak mengirimkan upeti kepada Raja Galuh. Oleh karena itu Raja Galuh mengirimkan bala tentara ke Cirebon Untuk menundukkan Adipati Cirebon, namun ternyata Adipati Cirebon terlalu kuat bagi Raja Galuh sehingga ia keluar sebagai pemenang.

Dengan demikian berdirilah kerajaan baru di Cirebon dengan Raja bergelar Cakrabuana. Berdirinya kerajaan Cirebon menandai diawalinya Kerajaan Islam Cirebon dengan pelabuhan Muara Jati yang aktivitasnya berkembang sampai kawasan Asia Tenggara.

Sampai saat ini Pangeran Cakrabuana dikenal sebagai salah satu Tokoh pendiri Cirebon, kepiawaian beliau memerintah di Cirebon sangat dikenal, dilihat dari beberapa peninggalan sejarah terjadi perpaduan seni dan budaya termasuk bahasa di Cirebon. Keanekaragaman suku bangsa dan agama tidak menjadi penghalang berjalannya pemerintahan saat itu, toleransi beragama sangat dijunjung tinggi sehingga siapapun yang tinggal di Cirebon saat itu bisa beraktivitas secara leluasa dan sepeninggal beliau sampai saat sekarang masih terjadi akulturasi budaya dan tentunya bukan sebagai budaya masing-masing suku bangsa tetapi sebagai budaya Cirebon termasuk bahasa yaitu bahasa Cirebon sebagai salah satu kekayaan bangsa.

Sudah sepatutnyalah kita sebagai generasi sekarang mampu menghargai dan menjunjung tinggi apa yang telah dilakukan oleh pendahulu kita, mari kita bangun Cirebon dan tentunya Negara Kesatuan Republik Indonesia sehingga diperhitungkan kembali di mata Internasional secara politik, perdagangan, budaya dan tentunya toleransi yang telah ditunjukan oleh para pendahulu kita.

Sumber :http://sejarah.kompasiana.com/


comments | | Read More...

Kunci Sukses Persib Bandung Juara

Penulis : Desi Susanti on Friday, January 9, 2015 | 08:17

Friday, January 9, 2015

Kunci Sukses Persib Bandung Juara Piala Walikota Padang Tanpa Sekalipun Kebobolan

Persib Bandung menjuarai Piala Wali Kota Padang setelah mengalahkan Persiba Balikpapan pada babak final dengan skor 2-0, KAmis (8/1/2015). Kedua gol juara Indonesia Super League 2014 itu dicetak oleh Maycon Calijuri dan Makan Konate.

“Ini suatu pencapaian yang baik dan patut disyukuri. Apalagi persiapan kita minim, kira-kira sepekan,” ungkap Pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman.

Secara mngesankan, Persib Bandung menyapu bersih tiga laga yang dilakoni tanpa sekalipun kebobolan. Menurut Djanur, kunci kesuksesan timnya di Padang tidak lepas dari kekompakan tim.
Salah satu faktor yang memengaruhi kekompakan adalah perombakan tim yang tidak banyak terjadi.

Meski begitu, Djanur enggan berpuas diri terhadap kesuksesan timnya. Menurut Djanur, meski tidak kebobolan sepanjang turnamen, timnya masih melakukan sejumlah kesalahan. Kondisi fisik dan transisi permainan juga masih harus dibenahi.

Sumber : http://www.tribunnews.com/



comments | | Read More...

Libas Borneo Fc Persib Ke Final

Penulis : Desi Susanti on Wednesday, January 7, 2015 | 09:59

Wednesday, January 7, 2015


Persib Bandung memastikan diri lolos ke babak final Piala Walikota Padang melawan Persiba Balikpapan setelah menjungkalkan juara Divisi Utama, Pusamania Borneo FC dengan skor 3-0 di Stadion H Agus Salim, Padang Selasa (6/1/2015).

Gol pertama Persib dicetak oleh Atep di menit ke 38 memanfaatan umpan lambung dari tendangan sudut oleh Supardi Nasir. Bola yang jatuh ke kaki Atep setelah menyentuh kepala Vladimir Vujovic, bisa dimanfaatkan dengan baik sang kapten dan bola tendangannya tidak bisa ditepis kiper PBFC, Galih Sudaryono.

Kemudian Tantan yang menggantikan Firman Utina di babak kedua, langsung mencetak gol di menit 54 memanfaatkan umpan terobosan dari Makan Konate.

Tantan mencetak gol keduanya untuk Persib di menit 89 memanfaatkan tendangan pojok dari Yandi Sofyan Munawar.

Di menit awal, pemain asing yang mengikuti seleksi sebagai penyerang, Maycon Rogerio Calijuri sempat mencetak gol. Namun golnya dianulir oleh wasit Handri Kristanto.

Sebelum digantikan oleh Yandi Sofyan Munawar di babak kedua, ia juga menciptakan peluang emas. Tendangannya di menit ke 5, harus membentur tiang gawang.

Di laga itu, PBFC harus bermain 10 orang karena bek mereka, Viktor Pae harus dikartu merah karena akumulasi kartu kuning atas pelanggarannya kepada Jajang di menit 2 Sukmara dan Supardi Nasir.
comments | | Read More...

Jembatan Putus Masyarakat Cimahi Terisolasi

Penulis : Desi Susanti on Saturday, December 13, 2014 | 11:47

Saturday, December 13, 2014

KUNINGAN – Jembatan di Blok Dusun Cimahi Desa Gunung Manik, yang terputus pada Senin (8/12) sore menjadi perhatian serius pihak Bina Marga Kuningan. Setelah dilakukan peninjauan ke lokasi pada Selasa (9/12) siang, pihak Bina Marga langsung melakukan analisis.

“Dalam dua hari ke depan akan ada penanganan darurat. Karena sifatnya darurat maka sekarang bagaimana caranya agar mobil bisa lewat, sehingga aktivitas warga tidak terganggu,” ucap Kadis Bina Marga Drs H Dadang Darmawan MSi kepada Radar, kemarin (10/12).

Menurut dia, alasan dua hari karena untuk penanganan da­ru­rat diperlukan gambar, sehing­ga bisa tahan lama dan tidak berbahaya. Selain itu, untuk pem­buatan jembatan permanen tidak mungkin dilakukan dalam waktu dekat. Melainkan masuk ang­garan APBD tahun 2015. “Yang penting sekarang mah bisa dilewati mobil. Memang tekstur tanah labil, sehingga tanah longsor dan membuat jembatan putus. Penyebab longsor karena hujan deras pada Senin (8/12) lalu,” ucap Dadang lagi.
Saat Radar meninjau lokasi, kondisi jembatan tampak terputus. Namun, masih bisa dilewati kendaraan roda dua. Jika hujan kembali terjadi dalam waktu panjang seperti hari Senin yang lalu, diprediksi jembatan tidak bisa dilewati.

Pantauan Radar, jembatan yang terputus selebar 3,5 meter dan panjang 18 meter dan menjorok ke dalam akibat longsor sekitar 20 meter. Karena itu jembatan belum bisa dilewati kendaraan roda empat. Karena kondisinya menghawatirkan. Aktivitas warga setempat pun sempat terisolasi.
“Aktivitas warga lumpuh. Mereka tidak bisa ke mana-mana kecuali yang punya motor. Ada jalan alternatif ke Desa Pinara, namun sayangnya tidak bisa dilewati, karena jalan ditutup setelah dilakukan pengecoran,” ucap Kades Gunung Manik Ahdali.

Ada sekitar 1.200 jiwa dari tiga dusun yang tersolasi. Yang dirugian adanya kejadian ini bukan hanya pelaku usaha seperti jasa angkutan mobil, tapi juga pelajar yang bersekolah menjadi terganggu karena tidak ada angkutan umum yang berangkat.

Ada sekitar 10 mobil, lanjut dia, yang tidak mengangkut penumpang. Kendaraan itu selama ini yang mengangkut warga beraktivitas. “Kami berharap secepatnya diperbaiki, karena kasihan warga. mereka tidak bisa ke mana-mana. Ingat tidak semua warga punya kendaaraan,” jelasnya.

Sementara akibat hujan lebat yang berlangsung sepekan terakhir, bukan hanya jembatan yang longsor. Tapi juga jalan di Dusun Harjamukti Desa Pasir Agung Kecamatan Hantara mengalami longsor.
Bahkan tiga rumah ikut menjadi korban. Di Desa Bunigeulis, Kecamatan Hantara, rumah milik Sakum dan Rumsiti terekena longsor dan rusak parah. Akibat longsor, pemilik rumah mengalami luka ringan.

Sedangkan di Desa Sumberjaya, Kecamatan Ciwaru, dua rumah milik Juhro dan Warso mengalami retak-retak akibat pergerakan tanah. Semua yang terkena bencana sudah bisa ditangani pihak BPBD Kuningan.
“Semua bisa diantisipasi. Terutama yang rumahnya terkena longsoran kami sudah lakukan evakuasi ke tempat lebih aman. Untuk bantuan pangan juga sudah dilakukan secara swadaya,” ucap Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Agus Maulidin.

Adanya cuaca yang sudah memasuki curah hujan dan deras, pihaknya terus waspda. Kejadian kemarin sudah diprediski sejak awal. Di mana jika hujan deras lebih dari dua jam, maka sudah dipastikan akan terjadi longsor. “17 kecamatan dari 32 kecamatan yang ada di Kuningan rawan longsor. Selain juga banjir, maka kami terus waspada. Ketika hujan turun sudah pasti petugas standbye,” ucap mantan kabag humas Setda Kuninan itu.

Agus meminta warga untuk lebih waspada. Karena diprediksi musim hujan terjadi pucaknya pada Januari. Berbeda dengan tahun lalu, yang berlangsung Februari. “Intinya kami sudah siap dalam mengantisipasi bencana, selain personel, juga kelengkapan alat pun sudah tersedia,” ujarnya.
comments | | Read More...

Perusahaan Lippo Grup pemegang hak siar ISL 2015

Penulis : Desi Susanti on Friday, November 28, 2014 | 12:50

Friday, November 28, 2014

Kepastian hak siar kompetisi Indonesia Super League 2015 akhirnya terjawab sudah. Lippo Group melalui operator TV berbayar Firstmedia dan Big TV berhasil memperoleh hak siar kompetisi Indonesia Super League musim 2015, setelah menandatangani nota kesepahaman(MoU) antara Beritasatu Media Holdings dengan BV Sports selaku media rights licensee.

Nantinya, kedua operator TV berlangganan milik James Riady tersebut akan menyiarkan secara langsung seluruh pertandingan ISL 2015 secara exclusivemelalui kanal Beritasatu Sports. dan kemungkinan besar nantinya ISL 2015 tidak akan di siarkan melalui Antena UHF melainkan memalui Tv berbayar.

Menurut CEO Lippo Group James Tjahaja Riady, upaya ini merupakan salah satu wujud konkret perusahaan dalam rangka mendukung kemajuan prestasi sepakbola Indonesia. Dengan hadirnya tayangan ISL di Firstmedia dan Big TV, diharapkan kompetisi Indonesia Super League semakin pesat dalam era sepakbola industri. Terlebih pada tahun 2015 sudah mulai memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN(MEA).

“Kami sebagai salah satu kelompok usaha ternama di Indonesia tentunya sangat mendukung perkembangan sepakbola Indonesia, khususnya pada pengembangan kompetisi Indonesia Super League. Sebagai wujud komitmen perusahaan, kami melalui Firstmedia dan Big TV bersama BV Sports akan duduk bersama mengembangkan sepakbola Indonesia sebagai sebuah industri yang mampu meningkatkan Produk Domestik Bruto(PDB) di tanah air, terlebih pada era MEA yang akan segera dimulai. Kami juga akan hadirkan tayangan yang berkualitas bagi seluruh pelanggan Firstmedia maupun Big TV.”, papar James Riady saat diwawancarai.

Lebih lanjut, beliau mengatakan bahwa saat ini performance Lippo Group di bidang usaha TV berbayar cukup membaik. Selain menghadirkan sejumlah tayangan kompetisi sepakbola mancanegara di saluran Bein Sports 1 & 2, pihaknya juga akan memaksimalkan potensi pasar dengan mengambil hak siar sejumlah kompetisi sepakbola dalam negeri.

“Sepakbola merupakan olahraga yang sangat populer di Indonesia. Penggemarnya tidak mengenal batas usia, jenis kelamin, maupun kelas sosial. Sehingga hal ini kami jadikan motivasi untuk terus menghadirkan tayangan sepakbola di layar kaca Firstmedia maupun Big TV.”, pungkas beliau.

Sumber : http://parabolaku.net/



comments | | Read More...

Persib Bandung Dalam Sejarah

Penulis : Desi Susanti on Sunday, November 9, 2014 | 11:25

Sunday, November 9, 2014

Persib yang merupakan singkatan dari Persatuan Sepak Bola Indonesia Bandung adalah salah satu tim sepak
bola Indonesia yang berasal dari Jawa Barat, khususnya wilayah Bandung. Catatan prestasi tim ini relatif stabil di papan atas sepak bola Indonesia, sejak era Perserikatan sampai ke Liga Indonesia masa kini.

Sejarah 
Sebelum bernama Persib Bandung, di Kota Bandung berdiri Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond (BIVB) pada sekitar tahun 1923. BIVB ini merupakan salah satu organisasi perjuangan kaum nasionalis pada masa itu. Tercatat sebagai Ketua Umum BIVB adalah Mr. Syamsudin yang kemudian diteruskan oleh putra pejuang wanita Dewi Sartika, yakni R. Atot.

Atot pulalah yang tercatat sebagai Komisaris Daerah Jawa Barat yang pertama. BIVB memanfaatkan lapangan Tegallega di depan tribun pacuan kuda. Tim BIVB ini beberapa kali mengadakan pertandingan di luar kota seperti Yogyakarta dan Jatinegara, Jakarta.

Pada tanggal 19 April 1930, BIVB bersama dengan VIJ Jakarta, SIVB (sekarang Persebaya), MIVB (PPSM Magelang), MVB (PSM Madiun), VVB (Persis Solo), dan PSM (PSIM Yogyakarta) turut membidani kelahiran PSSI dalam pertemuan yang diadakan di Societeit Hadiprojo Yogyakarta. BIVB dalam pertemuan tersebut diwakili oleh Mr. Syamsuddin. Setahun kemudian kompetisi tahunan antar kota/perserikatan diselenggarakan. BIVB berhasil masuk final kompetisi perserikatan pada tahun 1933 meski kalah dari VIJ Jakarta.

BIVB kemudian menghilang dan muncul dua perkumpulan lain yang juga diwarnai nasionalisme Indonesia yakni Persatuan Sepak bola Indonesia Bandung (PSIB) dan National Voetball Bond (NVB). Pada tanggal 14 Maret 1933, kedua perkumpulan itu sepakat melakukan fusi dan lahirlah perkumpulan yang bernama Persib yang kemudian memilih Anwar St. Pamoentjak sebagai Ketua Umum. Klub-klub yang bergabung ke dalam Persib adalah SIAP, Soenda, Singgalang, Diana, Matahari, OVU, RAN, HBOM, JOP, MALTA, dan Merapi.

Persib kembali masuk final kompetisi perserikatan pada tahun 1934, dan kembali kalah dari VIJ Jakarta. Dua tahun kemudian Persib kembali masuk final dan menderita kekalahan dari Persis Solo. Baru pada tahun 1937, Persib berhasil menjadi juara kompetisi setelah di final membalas kekalahan atas Persis.

Di Bandung pada masa itu juga sudah berdiri perkumpulan sepak bola yang dimotori oleh orang-orang Belanda yakni Voetbal Bond Bandung & Omstreken (VBBO). Perkumpulan ini kerap memandang rendah Persib. Seolah-olah Persib merupakan perkumpulan "kelas dua". VBBO sering mengejek Persib. Maklumlah pertandingan-pertandingan yang dilangsungkan oleh Persib ketika itu sering dilakukan di pinggiran Bandung, seperti Tegallega dan Ciroyom. Masyarakat pun ketika itu lebih suka menyaksikan pertandingan yang digelar VBBO. Lokasi pertandingan memang di dalam Kota Bandung dan tentu dianggap lebih bergengsi, yaitu dua lapangan di pusat kota, UNI dan SIDOLIG.

Persib memenangkan "perang dingin" dan menjadi perkumpulan sepak bola satu-satunya bagi masyarakat Bandung dan sekitarnya. Klub-klub yang tadinya bernaung di bawah VBBO seperti UNI dan SIDOLIG pun bergabung dengan Persib. Bahkan VBBO (sempat berganti menjadi PSBS sebagai suatu strategi) kemudian menyerahkan pula lapangan yang biasa mereka pergunakan untuk bertanding yakni Lapangan UNI, Lapangan SIDOLIG (kini Stadion Persib), dan Lapangan SPARTA (kini Stadion Siliwangi). Situasi ini tentu saja mengukuhkan eksistensi Persib di Bandung.

Ketika Indonesia jatuh ke tangan Jepang, kegiatan persepak bolaan yang dinaungi organisasi dihentikan dan organisasinya dibredel. Hal ini tidak hanya terjadi di Bandung melainkan juga di seluruh tanah air. Dengan sendirinya Persib mengalami masa vakum. Apalagi Pemerintah Kolonial Jepang pun mendirikan perkumpulan baru yang menaungi kegiatan olahraga ketika itu yakni Rengo Tai Iku Kai.

Tapi sebagai organisasi bernapaskan perjuangan, Persib tidak takluk begitu saja pada keinginan Jepang. Memang nama Persib secara resmi berganti dengan nama yang berbahasa Jepang tadi. Tapi semangat juang, tujuan dan misi Persib sebagai sarana perjuangan tidak berubah sedikitpun.

Pada masa Revolusi Fisik, setelah Indonesia merdeka, Persib kembali menunjukkan eksistensinya. Situasi dan kondisi saat itu memaksa Persib untuk tidak hanya eksis di Bandung. Melainkan tersebar di berbagai kota, sehingga ada Persib di Tasikmalaya, Persib di Sumedang, dan Persib di Yogyakarta. Pada masa itu prajurit-prajurit Siliwangi hijrah ke ibukota perjuangan Yogyakarta.

Baru tahun 1948 Persib kembali berdiri di Bandung, kota kelahiran yang kemudian membesarkannya. Rongrongan Belanda kembali datang, VBBO diupayakan hidup lagi oleh Belanda (NICA) meski dengan nama yang berbahasa Indonesia Persib sebagai bagian dari kekuatan perjuangan nasional tentu saja dengan sekuat tenaga berusaha menggagalkan upaya tersebut. Pada masa pendudukan NICA tersebut, Persib didirikan kembali atas usaha antara lain, dokter Musa, Munadi, H. Alexa, Rd. Sugeng dengan Ketua Munadi.

Perjuangan Persib rupanya berhasil, sehingga di Bandung hanya ada satu perkumpulan sepak bola yakni Persib yang dilandasi semangat nasionalisme. Untuk kepentingan pengelolaan organisasi, dekade 1950-an ini pun mencatat kejadian penting. Pada periode 1953-1957 itulah Persib mengakhiri masa pindah-pindah sekretariat. Wali Kota Bandung saat itu R. Enoch, membangun Sekretariat Persib di Cilentah. Sebelum akhirnya atas upaya R. Soendoro, Persib berhasil memiliki sekretariat Persib yang sampai sekarang berada di Jalan Gurame.

Pada masa itu, reputasi Persib sebagai salah satu jawara kompetisi perserikatan mulai dibangun. Selama kompetisi perserikatan, Persib tercatat pernah menjadi juara sebanyak empat kali yaitu pada tahun 1961, 1986, 1990, dan pada kompetisi terakhir pada tahun 1994. Selain itu Persib berhasil menjadi tim peringkat kedua pada tahun 1950, 1959, 1966, 1983, dan 1985.

Keperkasaan tim Persib Bandung yang dikomandoi Robby Darwis pada kompetisi perserikatan terakhir terus berlanjut dengan keberhasilan mereka merengkuh juara Liga Indonesia pertama pada tahun 1995. Persib yang saat itu tidak diperkuat pemain asing berhasil menembus dominasi tim tim eks galatama yang merajai babak penyisihan dan menempatkan tujuh tim di babak delapan besar. Persib akhirnya tampil menjadi juara setelah mengalahkan Petrokimia Putra melalui gol yang diciptakan oleh Sutiono Lamso pada menit ke-76.

Sayangnya setelah juara, prestasi Persib cenderung menurun. Puncaknya terjadi saat mereka hampir saja terdegradasi ke Divisi I pada tahun 2003. Beruntung, melalui drama babak playoff, tim berkostum biru-biru ini berhasil bertahan di Divisi Utama.

Sebagai tim yang dikenal baik, Persib juga dikenal sebagai klub yang sering menjadi penyumbang pemain ke tim nasional baik yunior maupun senior. Sederet nama seperti Risnandar Soendoro, Nandar Iskandar, Adeng Hudaya, Heri Kiswanto, Ajat Sudrajat, Yusuf Bachtiar, Dadang Kurnia, Robby Darwis, Budiman, Nur'alim, Yaris Riyadi hingga generasi Erik Setiawan dan Eka Ramdani merupakan sebagian pemain timnas hasil binaan Persib.Sampai saat ini Persib Bandung adalah tim Indonesia yang bisa di bilang paling dibanggakan oleh Indonesia karena prestasi dan kemampuannya.

Prestasi 
Salah satu catatan unik dari tim ini adalah ketika menjuarai kompetisi sepak bola Perserikatan yang untuk terakhir kalinya diadakan, yaitu pada tahun 1993/1994. Dalam pertandingan final, Persib yang ditulang-punggungi oleh pemain-pemain seperti Sutiono Lamso dan Robby Darwis mengalahkan PSM Makassar. Kompetisi sepak bola Galatama dan tim-tim Perserikatan di Indonesia kemudian dilebur menjadi Liga Indonesia (LI). Pada laga kompetisi LI pertama tahun 1994/1995, Persib kembali menorehkan catatan sebagai juara setelah pertandingan final mengalahkan Petrokimia Putra Gresik, dimana gol tunggal pada pertandingan tersebut dicetak oleh Sutiono. Persib juga merupakan salah satu klub Indonesia yang berhasil mencapai babak perempat final Liga Champions Asia.

Sumber dan Info Lengkap klik Di sini





comments | | Read More...

Pengunjung

 
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use |Advertise with Us | Site map
Copyright © 2011. Seputar Kuningan . All Rights Reserved.
Design Template by Bisnis Online | Support by Catatan Kang Agus | Powered by Blogger | Link Diet Menurunkan Berat Badan