News Update :
Hot News »
Bagikan kepada teman!

Daftar Rumah Sakit Di Kabupaten Kuningan

Penulis : Desi Susanti on Monday, August 3, 2015 | 20:21

Monday, August 3, 2015

Beberapa Daftar rumah sakit beserta alamatnya yang ada di kabupaten Kuningan Jawa Barat

1 Rumah sakit Sekarkamulyan

  Tipe Rumah Sakit Umum
Alamat:  Jalan Cigugur Raya Blok Wage 28, Cigugur
             Kuningan, Jawa Barat
              45552
Telepon  0232-873206, 0232-873207
Fax        0232-875516

RS Sekar Kamulyan adalah rumah sakit swasta.

Rumah Sakit ini Lebih Besar
Tempat ini tersedia 98 tempat tidur inap, lebih banyak dibanding setiap rumah sakit di Jawa Barat yang tersedia rata-rata 68 tempat tidur inap.

Jumlah Dokter Tersedia Sedikit
Dengan 8 dokter, rumah sakit ini tersedia lebih sedikit dibanding rata-rata rumah sakit di Jawa Barat.

Perlayanan Inap Termasuk Kelas Tinggi
8 dari 98 tempat tidur di rumah sakit ini berkelas VIP keatas

Category pelayanan yang tersedi

  •  Penyakit Dalam
  •  Kebidanan & Kandungan
  •  Bedah Umum
  •  Radiologi
  •  Gigi
  •  Syaraf
  •  Orthopedi & Traumatologi
  •  Jantung & Pembuluh Darah
  •  Anestesi
  •  Anak


2. RSUD 45 KUNINGAN

Alamat : Jalan Jenderal Sudirman No. 68
             Kuningan, Jawa Barat
              45511
Telepon  0232-871885, 0232-871605
Fax        0232-874701

RSUD Kuningan adalah rumah sakit negeri kelas B. Rumah sakit ini mampu memberikan pelayanan kedokteran spesialis dan subspesialis terbatas. Rumah sakit ini juga menampung pelayanan rujukan dari rumah sakit kabupaten.

Rumah Sakit ini Termasuk Besar
Tempat ini tersedia 180 tempat tidur inap, lebih banyak dibanding setiap rumah sakit di Jawa Barat yang tersedia rata-rata 68 tempat tidur inap.

Jumlah Dokter Tersedia Banyak
Dengan 55 dokter, rumah sakit ini tersedia lebih banyak dibanding rata-rata rumah sakit di Jawa Barat.

Perlayanan Inap Termasuk Kelas Tinggi
16 dari 180 tempat tidur di rumah sakit ini berkelas VIP keatas.

Category Pelayanan Yang Tersedia

  •  Umum
  •  Kedokteran Jiwa
  •  Mata
  •  Patologi Klinik
  •  Kebidanan & Kandungan
  •  Bedah Umum
  •  Rehabilitasi Medik
  •  Paru
  •  Penyakit Dalam
  •  Gigi
  •  Syaraf
  •  Orthopedi & Traumatologi
  •  Radiologi
  •  Kulit & Kelamin
  •  Jantung & Pembuluh Darah
  •  Anestesi
  •  Anak
  •  THT


3. RS Juanda Kuningan

Alamat   Jalan Ir. H. Juanda No. 207
              Kuningan, Jawa Barat
              45511
Telepon 0232-876433, 0232-877005
Fax        0232-876433

RS Juanda Kuningan adalah rumah sakit swasta kelas D. Rumah sakit ini bersifat transisi dengan kemampuan hanya memberikan pelayanan kedokteran umum dan gigi. Rumah sakit ini juga menampung rujukan yang berasal dari puskesmas.

Rumah Sakit ini Berukur Sedang
Tempat ini tersedia 62 tempat tidur inap, kurang lebih sama dibanding setiap rumah sakit di Jawa Barat yang tersedia rata-rata 68 tempat tidur inap.

Jumlah Dokter Tersedia Sedikit
Dengan 29 dokter, rumah sakit ini tersedia lebih sedikit dibanding rata-rata rumah sakit di Jawa Barat.

Perlayanan Inap Termasuk Kelas Tinggi
14 dari 62 tempat tidur di rumah sakit ini berkelas VIP keatas.


4, RS Wijaya Kusumah

Telepon: 232871565
Alamat:  Jalan Re Martadinata 172
Lokasi:   Kuningan, Jawa Barat
Tipe:      Swasta

RS Wijaya Kusumah adalah rumah sakit swasta kelas C. Rumah sakit ini mampu memberikan pelayanan kedokeran spesialis terbatas. Rumah sakit ini juga menampung pelayanan rujukan dari puskesmas.

Rumah Sakit ini Lebih Besar
Tempat ini tersedia 131 tempat tidur inap, lebih banyak dibanding setiap rumah sakit di Jawa Barat yang tersedia rata-rata 68 tempat tidur inap.

Jumlah Dokter Tersedia Sedikit
Dengan 30 dokter, rumah sakit ini tersedia lebih sedikit dibanding rata-rata rumah sakit di Jawa Barat.

Perlayanan Inap Termasuk Kelas Tinggi
22 dari 131 tempat tidur di rumah sakit ini berkelas VIP keatas.

Tipe Dokter Jumlah Orang

  •  Dokter Umum 8 orang
  •  Spesialis 21 orang
  •  Spesialis - Anak 1 orang
  •  Spesialis - Bedah 3 orang
  •  Spesialis - Anastesi 4 orang
  •  Spesialis - Jantung & Pembuluh Darah 1 orang
  •  Spesialis - Kulit Kelamin 1 orang
  •  Spesialis - Obsgin 4 orang
  •  Spesialis - Penyakit Dalam 2 orang
  •  Spesialis - Radiologi 1 orang
  •  Spesialis - Syaraf 2 orang
  •  Spesialis - Telinga Hidung dan Tenggorokan 1 orang
  •  Dokter Gigi


5. Kuningan Medical Center

Telepon:  2328890300
Alamat:  Jalan R.E. Martadinata No. 1 Kertawangunan Kec. Sindangagung Kab.
Lokasi:  Kuningan, Jawa Barat
Tipe:     Swasta

Kuningan Medical Center adalah rumah sakit swasta kelas C. Rumah sakit ini mampu memberikan pelayanan kedokeran spesialis terbatas. Rumah sakit ini juga menampung pelayanan rujukan dari puskesmas.

Rumah Sakit ini Lebih Besar
Tempat ini tersedia 88 tempat tidur inap, lebih banyak dibanding setiap rumah sakit di Jawa Barat yang tersedia rata-rata 68 tempat tidur inap.


Jumlah Dokter Tersedia Sedikit
Dengan 24 dokter, rumah sakit ini tersedia lebih sedikit dibanding rata-rata rumah sakit di Jawa Barat.

Perlayanan Inap Termasuk Kelas Tinggi
8 dari 88 tempat tidur di rumah sakit ini berkelas VIP keatas

Tipe Dokter Jumlah Orang

  •  Dokter Umum 11 orang
  • -Spesialis 11 orang
  •  Spesialis - Anak 2 orang
  •  Spesialis - Bedah 2 orang
  •  Spesialis - Anastesi 1 orang
  •  Spesialis - Obsgin 2 orang
  •  Spesialis - Penyakit Dalam 2 orang
  •  Spesialis - Radiologi 1 orang
  •  Spesialis - Telinga Hidung dan Tenggorokan 1 orang
  •  Dokter Gigi 2 orang


comments | | Read More...

Trayek Angkot Di Kabupaten Kuningan

Penulis : Desi Susanti on Tuesday, July 28, 2015 | 20:44

Tuesday, July 28, 2015

Seiring dengan perkembangan yang cukup pesat maka trayek angkutan kota di kabupaten kuningan terjadi perubahan, Ini daftar Trayek angutan Kota yang ada di kabupaten Kuningan


  • (Angkot 01) Kuningan - Pasar baru-Kadugede
  • (Angkot 02) Kuningan - Pramuka-Kadugede
  • (Angkot 03) Kuningan - Pasar baru-Cirendang
  • (Angkot 04) Kuningan - Pramuka-Cirendang
  • (Angkot 05) Cirendang - Kertawangunan
  • (Angkot 06) Pasar baru - Kertawangunan
  • (Angkot 07) Pasar baru - Lengkong
  • (Angkot 08) Cirendang - Lengkong
  • (Angkot 09) Pramuka - Cigugur
  • (Angkot 10) Pramuka - Kertawangunan


Daftar Bis Yang masuk dan keluar dari Kabupaten Kuningan

1. Kuningan-Jakarta
Luragung Jaya, Putra Luragung, Putri Luragung, Luragung Termuda, Setia Negara, Sahabat
2. Kuningan-Bandung
Bus DAMRI
3. Kuningan - Yogyakarta
Bus Citra Adi Lancar
4. Kuningan - Semarang
Bus Aladin
comments | | Read More...

Kuliner Lezat Ala Kuningan

Penulis : Desi Susanti on Monday, July 27, 2015 | 20:36

Monday, July 27, 2015

Bukan hanya tempat wisatanya saja yang asik untuk dikunjungi saat berlibur di Kuningan, tetapi kurang lengkap apabila tidak bergoyang lidah menikmati lezatnya kuliner di Kuningan yang patut direkomendasikan.

Nasi Kasreng.
Keunikan, cita rasa dan atmosfer saat menyantap hidangan sangat beragam dan menggoda. Seperti salah satu makanan khas Kabupaten Kuningan yakni Nasi Kasreng, terletak di Jalan Raya Luragung, Cibingbin. Makanan sederhana ala petani yang mulai disuguhkan kepada masyarakat luar ini kian poluler di Kuningan.

Warung-warung yang berjajar di wilayah Kecamatan Luragung, Kabupaten Kuningan menjajakan panganan sederhana yang sudah mengalami perubahan pelengkap suguhan tanpa menghilangkan khasnya menjadi salah satu makanan primadona. Atmosfer alam persawahan, udara nan sejuk berpadu dengan nikmatnya cita rasa makanan bermacam macam lauk pauk, diantaranya goreng ikan paray, pepes ikan, sambel, lalapan, gorengan, rebon dan lainnya akan membawa kenikmatan yang menggoda.

Tapai Ketan Kuningan.
Meskipun namanya lebih dikenal tapai ketan kuningan, namun tapai ketan sendiri sudah menjadi makanan tradisional di sejumlah daerah tetangganya. Seperti Cirebon, Indramayu, maupun Majalengka.

Tapai ketan ini memang lebih dikenal sebagai oleh-oleh khas dari Kuningan, terutama bagi para wisatawan yang berlibur ke Kuningan bisa main dan membeli oleh produsennya langsung di Jalan Raya Cigugur.

Terbuat dari beras ketan putih yang dimasak dan dibungkus dengan daun serta ditaburi ragi sehingga menjadi sebuah tapai ketan yang lezat dan legit dengan dibuat melalui proses fermentasi atau peragian. Jika di daerah lain tapa ketan kuningan tampil dalam kemasan daun jambu air.

Selain itu tapai ketan Kuningan menggunakan bahan tambahan yang alami, yakni daun katuk. Daun katuk membuat tapai ketan tampil dengan warna hijau muda dan tak gampang berair. Sementara daun jambu air selain berfungsi sebagai pembungkus juga sebagai pencipta aroma alami.

Hucap. Tahu Kecap atau lebih dikenal dengan sebutan Hucap yang bisa didapatkan di warung Mak Iroh, Jalan Dewi Sartika. makanan tradisional khas Kuningan ini mungkin semacam Ketoprak atau Kupat Tahu. Namun sedikit berbeda dalam hal rasa dan penyajiannya. Makanan ini terbuat dari bahan dasar seperti tahu goreng, bumbu kecap, kuah kacang dan kupat.

Rasa yang sedikit lebih manis berasal dari kecapnya, tercampur bumbu kacang yang kental dengan potongan kupat dan ada yang dikombinasikan dengan tauge menjadi makanan murah tetapi kaya rasa.

Sop Buntut Bakar.
Di Saung Lesehan Kuningan, Jalan Raya Kuningan – Cirebon, Desa Manis Kidul, Kecamatan Jalaksana ini menjadi satu rekomendasi makanan favorit di Kuningan. Sop Buntut Bakar yang berasa gurih berpadu dengan manis disiram dengan kuah kaldu sungguh nikmat rasanya.

Atmosfer saung-saung terbuat dari bambu yang berdiri di atas kolam-kolam ikan diwarnai dengan pepohonan rindang nan hijau yang membawa kesejukan saat santap makan, menjadi lebih nikmat terasa.

Tahu Kopeci.
Tahu Kopeci atau Tahu Lumping ini biasa dapat ditemukan di Jalan Veteran Jagabaya. Di sepanjang jalan ini kedai-kedai kecil menjajakan Tahu Kopeci di sisi jalan yang sangat ramai apabila minggu akhir tiba.

Tampak luar memang Tahu Kopeci seperti layaknya tahu biasa. Namun ketika digigit, tahu ini bisa terasa kekhasannya. Gurihnya rasa tahu dan berisi padat tidak seperti tahu pong, menjadi salah satu kekhasan dari Tahu Kopeci ini.



comments | | Read More...

Wisata Populer di Kuningan

Jalan-jalan ke Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, seakan kurang lengkap apabila tidak menyempatkan diri untuk mengunjungi beberapa wisata populer yang ramai disambangi oleh setiap wisatawan yang datang ke sini.

1. Gedung Perundingan Linggarjati

Bangunan bersejarah di Indonesia yang berlokasi di Desa Linggajati, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan. Di mana letak gedung ini tepat di kaki Gunung Ciremai bagian tenggara, ke arah Utara dari kota kuningan atau kearah selatan dari kota Cirebon.

Pada zaman pendudukan Jepang, gedung ini direbut dan dijadikan Hokai Ryokai pada 1942. Lalu pada 1945 pejuang kita berhasil merebutnya dan dijadikan sebagai markas BKR dan diubah namanya menjadi Hotel Merdeka.

Pada 1985, sang anak pemilik rumah yaitu Dr Willem Van Os dan Joty Kulve-Van Os berhasil memperjuangkannya untuk dikukuhkan sebagai cagar budaya dan memiliki nama Gedung Perundingan Linggarjati.


Di antara isi pokok perjanjian Linggarjati yakni, Belanda mengakui secara de facto Republik Indonesia dengan wilayah kekuasaan yang meliputi Sumatera, Jawa, dan Madura. Republik Indonesia dan Belanda akan bekerja sama dalam membentuk negara Indonesia Serikat, yang salah satu negara bagiannya adalah Republik Indonesia. Dan Republik Indonesia Serikat dan Belanda akan membentuk Uni Indonesia-Belanda dengan Ratu Belanda selaku ketuanya.

2. Sangkanhurip Alami

Daya tarik Sangkanhurip Alami yakni pada pemandian air panas beryodium yang menyehatkan dan menyegarkan. Para pengunjung dapat berendam dalam air hangat diruangan khusus atau di kolam terbuka. Selain pemandian air hangatnya, di sini anak-anak juga dapat berenang dan berseluncur di kolam yang dilengkapi luncuran naga.

Karena letaknya yang strategis pada kawasan wisata di Kabupaten Kuningan, wisatawan tak perlu repot-repot untuk mencari hotel ataupun kios-kios makanan. Karena hotel-hotel mulai dari harga menengah hingga kalangan atas pun berjajar dekat di daerah desa Sangkanhurip ini.

3. Ikan Dewa dan Sumur 7 Cibulan

Kolam ikan Dewa dan Sumur Tujuh Cibulan dapat dikunjungi di Desa Manis Kidul, Kecamatan Jalaksana. Obyek wisata yang menyajikan suasana alam berpadu dengan keunikan Ikan Dewa dan Sumur Tujuh-nya. Cibulan memiliki kekhasan pada kolam ikannya yang dihuni oleh Kanra Bodas (Labeobarbus doumensis) atau akrab disebut Ikan Dewa.

Konon ikan-ikan ini dibawa oleh murid Walisongo saat datang ke Cibulan. Para murid pun meninggalkan 7 Sumur yang mereka gunakan untuk berwudhu pada saat itu. Posisi tujuh sumur itu mengelilingi petilasan yang diyakini oleh masyarakat sekitar sebagai bekas bersemedi Prabu Siliwangi.

4. Air Terjun Putri

Nah, jika ingin berkunjung ke Taman Nasional Gunung Ciremai bukan untuk mendaki gunung, Anda bisa menikmati wisata alam di Palutungan. Menikmati segarnya air terjun Putri yang terdapat dikawasan ini merupakan hal yang menarik untuk dicoba. Bersama keluarga, teman ataupun kerabat dekat berenang bermain sejuknya air nan jernih alami.

Dengan waktu tempuh hanya 10 menit dari pintu masuk Palutungan, melewati beberapa anak tangga menurun Anda pun tak lama akan tiba. Jika Anda ingin berenang disekitar air terjun besarnya, Anda bisa menyeberang sungai kecil dan menanjak sedikit untuk menikmati sejuknya air yang turun langsung dari ketinggian hampir 12 meter.

5. Taman Purbakala Cipari

Selain spot wisata menarik, Kuningan juga menyimpan sebuah cerita dari zaman purbakala. Lintasan kehidupan manusia prasejarah di zaman megalitikum bisa kita kunjungi sebagai tempat wisata menarik serta bahan edukasi yang mendidik.

Taman bercorak megalitikum yang terletak di Kelurahan Cipari, Kecamatan Cigugur, merupakan salah satu tempat ditemukannya peninggalan kebudayaan prasejarah di Kabupaten Kuningan. Dengan luas 6.364 meter persegi, ditemukan tiga peti kubur batu yang di dalamnya terdapat bekal kubur berupa kapak batu, gelang batu, dan gerabah.

Di sini juga kita bisa melihat tanah lapang berbentuk lingkaran dengan diameter enam meter dengan dibatasi susunan batu sirap. Batu Temu Gelang, dimana dahulu dipercaya sebagai lokasi upacara dalam hubungan dengan arwah nenek moyang serta berfungsi sebagai tempat musyawarah.



comments | | Read More...

Kiriman Uang dari TKI Melonjak, Jelang Lebaran

Penulis : Desi Susanti on Monday, July 6, 2015 | 20:44

Monday, July 6, 2015

KUNINGAN – Menjelang lebaran, kiriman uang dari TKI yang masuk ke Kabupaten Kuningan terus meningkat. Dari data Kantor Pos Kuningan, kiriman uang yang masuk melalui Western Union (WU) selama bulan Juni naik tajam.

Kepala Kantor Pos Cabang Kuningan, Mohamad Barman melalui Manajer Pelayanan Kantor Pos Kuningan, Wendi Trimurni menyebutkan, kiriman dana yang masuk pada bulan Juni mencapai Rp5,3 miliar. Padahal, biasanya paling tinggi setiap bulannya adalah Rp4 miliar.

“Peningkatan kiriman karena menjelang bulan puasa, masuk sekolah, dan lebaran,” ucap  Wendi kepada Radar, kemarin (3/7).

Menurut dia, selama bulan Juni jumlah transksi sebanyak 1.199. Dengan rata-rata minimal 20 hari dengan minimal dana ratusan juta yang dikirim. Untuk bulan Juli sendiri, kata Wendi, meski baru tiga hari peningkatannya sangat luar biasa. Rata-rata satu hari dana yang dikirim ke Kuningan sebesar Rp350 juta.

“Saya prediksi kiriman uang akan semakin banyak menjelang lebaran. Bisa-bisa mencapai enam miliar rupiah lebih,” sebutnya.

Sementara itu, kiriman uang dalam jumlah sebesar tersebut didominasi dari para TKI yang bekerja di timur tengah. Meski di negara Eropa dan Asia pun ada, kiriman negara timur tengah mendominasi.

Dikatakan, jumlah transaksi  sebanyak itu dilakukan di 16 kantor cabang Kantor Pos yang tersebar di 32 kecamatan. Sebab, dengan sistem online, warga bisa mencairkan dimana saja dengan cepat dan aman.

“Kalau di Kuningan itu, jumlah TKI menyebar dan ada di tiap kecamatan,” kata dia.

Dari pantuan Radar, selain kiriman uang, sebelum lebaran ini kiriman paket dari luar kota ke Kuningan juga menumpuk. Kiriman paket tersebut mulai dari makanan, baju hingga surat ucapan lebaran.

“Untuk paket sudah terjadi sejak pekan lalu. Kemungkinan masa puncak terjadi mulai tanggal 12 Juli,” tandas salah pegawai pos yang tengah mengepak paket.

Sekadar informasi, Kantor Pos yang memiliki jaringan luas bisa melayani kiriman apa saja, sehingga warga bisa secara leluasa mengirimkan paket. “Bukan hanya mudah tapi juga harga terjangkau,” kata dia.

“Sebenarnya, kiriman uang di Kantor Pos bukan dari luar negeri ke Indonesia, namun dari Indonesia juga banyak ke luar negeri. Begitu juga pengiriman uang melalui wesel instan atau daerah di Indoensia,” ucap Wendi lagi.

Sumber: http://www.radarcirebon.com/



comments | | Read More...

Wisata Kolam ikan Cigugur Kota Kuningan

Penulis : Desi Susanti on Sunday, June 21, 2015 | 21:20

Sunday, June 21, 2015

Kolam ikan Cigugur merupakan salah satu objek wisata yang memiliki keunikan tersendiri karena di kolam ini dihuni oleh ikan langka yaitu ikan kancra bodas. Ikan tersebut memiliki legenda tersendiri sehingga
masyarakat sekitar menjadikannya ikan kramat dan menamainya ikan dewa. Kolam ikan Cigugur terletak di kelurahan Cigugur kea arah barat dari Kuningan Kota dan terletak di pinggir jalan raya Cirebon-Kuningan-Ciamis.

Kolam Cigugur merupakan Kolam Keramat peninggalan Raja Sunda Galuh Pakuan Prabu Resi Guru Darmasiksa Sanghyang Wisnu yang memerintah (1175 - 1297 M). Prabu Darmasiksa berhasil membawa Kerajaan Sunda ke Puncak Keemasan dan berhasil menyatukan kembali Galuh dan Pakuan kedalam satu pemerintahan, Wilayah Kerajaan Sunda waktu itu meliputi Lampung, Banten, Jawa Barat sampai ke Sungai Cipamali atau Kali Pemali Brebes Jawa Tengah. Prabu Darmasiksa selain seorang raja juga merupakan seorang resi yang arif dan bijaksana dan berhasil melah
irkan ajaran Sanghyang Siksa Kandang Karesian, Kundangeun Urang Reya (berisi ajaran budi pekerti yang luhur) yang beberapa abad kemudian dilaksanakan oleh keturunannya yaitu Sribaduga Maharaja Jaya Dewata (Prabu Siliwangi), Raja Pakuan Pajajaran.

Pada masa Prabu Darmasiksa memerintah pengembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan di Tatar Sunda berkembang pesat hal itu ditandai dengan didirikannya Mandala/ Kabuyutan (Pusat Ilmu Pengetahuan, Pengobatan, dan Kebudayaan) di hampir seluruh wilayah Kerajaan Sunda. Masing- masing Mandala dipimpin oleh seorang Wiku/ Resi sehingga sering juga disebut Desa Kawikuan. Salah satu Mandala/ Kabuyutan tersebut adalah Mandala/ Kabuyutan Cigugur Kuningan yang dipimpin oleh seorang Resi bernama Ki Gede Padara. Mandala/ Kabuyutan yang dikeramatkan (disakralkan) umumnya ditempatkan pada tempat- tempat kritis yang dilindungai diantaranya Sumber Mata Air, Gunung, Bukit, Pinggir Sungai, dan tempat- tempat kritis lainnya. Tujuan penempatannya adalah untuk melindungi tempat- tempat tersebut agar tetap terjaga kelestariannya.

Prabu Resi Guru Darmasiksa memerintah kerajaan Sunda Galuh Pakuan selama 122 tahun dimana 12 tahun pertama dilakukan di Saunggalah (Kabupaten Kuningan saat ini) dan kemudian setelah itu pindah ke Pakuan (Bogor saat ini). Salah satu Mandala yang bertahan sama persis seperti aslinya sampai sekarang adalah Kabuyutan Kanekes (Desa Kawikuan "Baduy" Banten). Beberapa Mandala/ Kabuyutan yang ada di Kabupaten Kuningan yang sekarang sudah berubah fungsi menjadi Obyek Wisata diantaranya Obyek Wisata Cigugur, Obyek Wisata Talaga Remis, Obyek Wisata Paniis, Obyek Wisata Balong Dalem, Obyek Wisata Cibeureum, Obyek Wisata Cibulan, Obyek Wisata Balong Darmaloka, dan Situs Kebon Balong Sangkanhurip. Prabu Resi Guru Darmasiksa sangat panjang umur karena beliau menganut prinsip hidup yang sangat luhung yaitu Ajaran Kasundaan. Sunda sendiri artinya putih bersih/ cemerlang, ajaran Kasundaan yang dianut oleh Prabu Darmasiksa adalah bagaimana menjaga hati dan pikiran selalu putih bersih/ cemerlang terbebas dari iri dengki dan sifat- sifat negatif yang akan membawa keburukan kepada umat manusia.

Fasilitas yang tersedia yaitu: kolam renang dewasa dan anak-anak , kios jajanan , mushola dan area parkir. Saat ini di kolam Cigugur pengunjung bisa menikmati terapi ikan yang biasa dilakukan sambil duduk santai selama 20 menit. Terapi ini dipercya dapat melancarkan peredaran darah.

Sumber :http://kabupaten-kuningan.blogspot.com/2013/04/tempat-wisata-kolam-ikan-cigugur-kota.html




comments | | Read More...

Penderita Tumor Butuh Bantuan

Penulis : Desi Susanti on Monday, June 8, 2015 | 21:12

Monday, June 8, 2015

KUNINGAN – Di usia senja, Patrinah (70), warga lingkungan Eyang Weri RT 03/03 Kelurahan Awirarangan Kecamatan Kuningan, harus menderita dalam hidupnya. Bagian wajah nenek satu anak ini tertutupi tumor ganas yang menyerangnya enam bulan lalu.

Tumor yang menutupi mata dan bagian hidung itu berawal dari adanya benjolan pada hidung bagian kanan. Benjolan itu digaruk sehingga menimbulkan luka dan bengkak. Lama kelamaan, lubang hidung tertutup, kemudian mata yang sebelah kanan pun tertutupi tumor. Padahal, Patrinah sebelum ada benjolan sehat seperti biasanya. Begitu juga bagian hidung dan mata, sebelumnya normal.

Selama enam bulan ini Patrinah dibawa berobat oleh Tinah. Berbekal kartu BPJS (Jamkesmas), dia pernah dirawat di RSUD ‘45 selama seminggu. Kemudian dirujuk ke RSHS Bandung.

Ketika dirawat di Bandung selama satu bulan dari awal bulan April hingga Mei, lansia yang berststus janda tersebut harus dioperasi. Pelaksanaan operasi akan dilakukan pada  13 Juni.

“Yang menjadi masalah bagi saya, bukan masalah biaya operasi. Namun biaya untuk ongkosnya, makan, dan kebutuhan lainnya selama di Bandung. Hal ini yang membuat saya bingung. Saya berharap ada bantuan dari para dermawan karena kami berasal dari keluarga kurang mampu,” ucap Tinah (47), putri dari Partinah.

Tinah yang mengandalkan jualan gorengan di pasar mengaku, selama lima bulan sudah mendapatkan bantuan Rp900 ribu dari Dinas Kesehatan. Kemudian, Rp175 ribu dari lurah, dan Rp250 ribu dari camat.

Biaya sebesar itu habis digunakan untuk biaya ongkos selama di Bandung. Ketika nanti tanggal 13 Juni harus berangkat, Tinah mengaku belum mengantongi uang sepeser pun. Sedangkan dia ingin orang tuanya kembali normal seperti semula.

“Saya berharap dengan datang ke Kantor Biro Radar Kuningan kami bisa dibantu dipublikasikan sehingga banyak dermawan yang mau memberikan bantuan. Jujur, untuk makan berdua saja kami pas-pasan,” ucap Tinah dengan wajah sedih.

Sementara itu, Patrinah yang terlihat masih kuat meski terkena tumor di usia 70 tahun mengaku hanya ingin cepat sembuh. Dia ingin kembali ke semula dimana bisa hidup normal.

“Keur Ema mah, sehat oge geus bungah. Tapi ayeuna Ema kasiksa ku ayana tumor. Cik tulungan Ema! (Bagi saya, sehat saja sudah bahagia. Tapi sekarang saya tersiksa karena ada tumor. Tolong bantu Ema!)” ucap Patrinah.

Sumber : http://www.radarcirebon.com/penderita-tumor-wajah-butuh-bantuan.html


comments | | Read More...

Kaos Distro Murah

Penulis : Desi Susanti on Thursday, June 4, 2015 | 14:13

Thursday, June 4, 2015

Kaos Distro Murah - Saat ini kaos distro banyak di cari oleh para remaja, sebab kaos distro ini dikenal dengan disign gambar yang bagus bagus sehingga banyak di cari oleh kaum remaja.

Selain itu kualitas kaos pun sangat di perhatikan oleh para pengelola distro, inilah yang di lakukan pemilik yellow tree distro yang terletak di Jln. Raya desa bojong kecamatan kramatmulya kabupaten kuningan jawa barat.

Distro yang baru di buka sekitar 1 bulan yang lalu mencoba mengembangkan brand YELLOW TREE KNGN ini merupakan brand lokal kota kuningan, namum demikian pangsa pasar yang akan di capai bukan hanya untuk masyarakat kuningan saja melainkan juga seluruh wilayah indonesia.

Yellow Tre Distro membuat disign  gambar untuk kaos nya sangat lah keren banyak mengandung unsur seni, setiap disign yang di keluarkan sangat terbatas sehingga kaos dari Yellow Tree Distro bisa di katakan LIMITED EDITION.

Harga yang di tawarkan juga relatif murah dan bisa terjangkau untuk semua lapisan masyarakat, walaupun begitu harga murah tidak berarti bahwa kaos distro yang di buat dengan asal asalan saja, tetap mengutamakan mutu dan kenyaman saat di pakai, semua kaos distro yang diproduksi menggunakan bahan cotton combed 30s,

Yellow Tree Distro mengusung tema menyediakan kaos distro murah untuk semua lapisan masyarakat, selain itu di distro ini juga menerima pesanan berupa kaos polos, kaos reglan, kaos untuk acara santai atau kaos yang ada disign gambar milik sendiri, soal harga tetap murah.

Bagi anda masyaraka kuningan yang ingin memiliki kaos dari distro Yellow Tree KNGN bisa langsung datang ke tempat dengan alamat di atas, dan bagi anda masyarakat kuningan yang berada di luar kuningan atau masyarakat umum lainnya yang tertarik untuk memiliki kaos distro ini anda bisa order online langsung dengan menghubungi contac yang ada di bawah tulisan ini

Yang perlu di ingat sekali lagi kaos dari Yellow Tree Distro berstatus Limited Edition jadi siapa cepat dia yang dapat

anda juga bisa menjumpai kami di
1. https://www.tokopedia.com/yeloowtreedistro
2. www.youtube.com/watch?v=IRhuT_vxxEA
3. https://www.facebook.com/yellowtreeofficial

Contact person
BB 5272C294
WA 087723582525 (no call/sms)
SMS 085724143557
Line polosan anak

Instagram
comments | | Read More...

Kisah Misteri Gunung Ciremai

Penulis : Desi Susanti on Tuesday, May 5, 2015 | 19:50

Tuesday, May 5, 2015

Kisah Misteri Gunung Ciremai - Gunung Ciremai yang berketinggian 3078 meter di atas permukaan laut memiliki banyak jenis tumbuhan. Mulai dari pohon pinus, pohon seruni, dan dan pohon kopi. Jenis margasatwa pun banyak berkeliaran. Dari sekian banyak tumbuhan dan jenis burung ada beberapa hewan yang dipercaya mempunyai kekuatan mistik. Mendekati puncak, banyak beterbangan ayam alas dengan bulunya yang bersih mengkilat. Gunung Ciremai identik dengan Sunan Gunung Jati, salah satu Walisongo, penyebar Islam di Jawa Barat.

Sekitar tahun 1521-1530, Sunan Gunung Jati diyakini bertapa di puncak Ciremai. Ketika itu, bangsa Portugis begitu kuat menekan para ulama, pejuang, dan rakyat kecil. Menjelang peperangan, Sunan Gunung Jati naik ke puncak Ciremai bertapa, menyendiri dan bermunajad kepada Tuhan. Tempat tapa dan pertemuan para wali itu bernama Batulingga dan diyakini oleh masyarakat Cirebon sebagai tempat ngalap berkah memberi manfaat dan membantu orang-orang yang dalam kesulitan.

Nyi Linggi dan Macan Tutul
Satu misteri yang selalu menjadi perbincangan masyarakat sekitar Gunung Ciremai adalah misteri Nyi Linggi dan dua macan kumbang. Menurut Maman, salah satu juru kunci Ciremai, setelah Sunan Gunung Jati tidak bertapa di Batulingga, maka Nyi Linggi datang ke tempat tersebut menggantikan Sunan Gunung Jati.

Namun kedatangan Nyi Linggi ke Batulingga tidak sendirian, ia ditemani oleh dua binatang kesayangannya yaitu macan tutul. Kedatangan Nyi Linggi ke Batulingga ingin mendapatkan ilmu kedigdayaan. Tapi sayangnya Nyi Linggi gagal memperoleh ilmu yang diinginkan. Nyi Linggi meninggal dunia di Batulingga sementara dua temannya yaitu macan tutul hilang entah ke mana. Kabarnya masyarakat setempat menemukan mayat Nyi Linggi. Kejadian aneh sering terjadi di sekitar Batulingga, yaitu sosok Nyi Linggi dan dua macan tutul sering menampakkan diri.

Cikal Bakal Nenek Moyang
Selain sebagai tempat bertapanya Sunan Gunung Jati, ternyata Gunung Ciremai sejak ribuan tahun silam telah dihuni oleh manusia purba. Masyarakat Kuningan dan sekitarnya terutama mereka yang hidup di kawasan kaki Gunung Ciremai merasa bangga. Mereka yakin bahwa asal-usul orang-orang Jawa Barat datangnya dari Gunung Ciremai. Keyakinan tentang hal ini diperkuat oleh ditemukannya beberapa benda bebatuan yang diyakini zaman Batu Besar. Umurnya sekitar 3.000 tahun Sebelum Masehi.

Pada tahun 1972 ditemukan batu besar berbentuk peti mati. Penemuan itu mengandung makna bahwa di kaki Gunung Ciremai telah dihuni oleh manusia sejak ribuan tahun Sebelum Masehi. Dipercaya pula bahwa arwah nenek moyang berkumpul dan sering menampakkan diri. Para ahli peneliti sepakat bila wilayah Kuningan Gunung Ciremai merupakan tempat bermukim manusia tua usia. Mereka memuja arwah nenek moyang untuk meminta berkah kesuburan tanah, kemakmuran, dan kesejahteraan.

Injak Bumi Hindari Hantu
Maman (juru kunci Ciremai yang mengantar posmo ke puncak Ciremai) selalu menghentikan langkahnya dan mengucapkan Assalamualikum ketika memasuki pos. Menurut Maman, jika ingin selamat dan tidak diganggu oleh dedemit nakal injak bumi sebanyak tiga kali lalu ucapkan salam. Ini bermakna bahwa penghuni pos atau dedemit penguasa tidak merasa tersinggung oleh datangnya manusia. ‘’Di sini (Ciremai) banyak manusia jadi korban. Tidak hanya manusia yang mati, tapi juga kuda. Mereka tidak kuat melaksanakan tugas yang dibebankan penjajah Belanda, hingga menemui ajalnya,’’ kata Maman.

Misteri Jalak Hitam
Ketika perjalanan sudah mencapai Pengalap atau pos VI, berarti pendakian telah mencapai separuh. Dan harus berhati-hati jika sudah memasuki Pengalap atau pos VI. Pengalap berarti jemputan. Di pos Pengalap setiap pendaki akan didatangi dua binatang yang sampai sekarang masih misteri keberandaannya, yaitu Jalak Hitam dan Tawon Hitam.

Maman yang mengaku naik ke puncak 3 kali setiap bulan, sampai sekarang mengaku belum tahu mengapa Jalak Hitam selalu mengiringi pendaki dari Pengalap ke Seruni. Dan, juga Tawon Hitam yang selalu datang mengganggu. Pengasinan berarti asin. Khusus bagi masyarakat Linggarjati bermakna bahwa siapa saja yang ingin mencapai puncaknya dengan cepat dan selamat sampai di rumah diharuskan membawa ikan asin.

Enam Belas Jam Menuju Puncak
Gunung Ciremai diapit dua kabupaten yaitu Kuningan sebelah timur dan Majalengka sebelah barat. Untuk mencapai puncak Ciremai bisa melalui tiga jalur yaitu Linggarjati dari arah timur, Pelutungan dari arah selatan, dan Majalengka dari arah barat. Medan paling berat dan menguras tenaga dan juga sangat berbahaya adalah jalur dari sisi timur melewati Desa Linggarjati, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan. Jarak tempuhnya kurang lebih 8 km, 90 persen jalannya terjal.

Gunung Ciremai termasuk salah satu gunung paling berat di tanah Jawa. Masyarakat setempat dan juga para pendaki menyebutnya jalur maut. Untuk mencapai puncaknya butuh waktu sekitar 12 sampai 16 jam perjalanan. Tergantung kekuatan fisik pendaki. Gunung Ciremai memang tidak terlalu tinggi, hanya 3.078 mdpl. Namun start pendakian dimulai dari ketinggian sekitar 750 mdpl, maka perjalanan cukup panjang.

Dengan demikian, sisa perjalanan menuju puncak Ciremai sekitar 2.350 meter garis vertikal atau sekitar 8 km melalui jalur. Perlu diketahuil, dari semua gunung yang ada di tanah Jawa hanya Gunung Ciremai-lah yang start pendakiannya dimulai dari ketinggian 750 mdpl. Jalur dakinya tidak ada jalan datar, 90 persen berjalur terjal dan sudut kemiringannya antara 70 sampai 80 derajat.

Pantangan di Gunung Ciremai
Menurut juru kunci gunung, pantangan di Gunung Ciremai tidak boleh mengeluh, memegang lutut, kencing dan buang air besar sembarangan. Setiap memasuki pos diharuskan mengucapkan salam sebagai tanda minta izin masuk dan pertanda kesopanan. Menurut Maman, setiap pos yang jumlahnya 12 pos banyak dihuni dedemit. Ucapan salam tidak hanya ketika datang tapi juga saat meninggalkan gunung.
Diposkan oleh 'blog penasaran' di 08.59

Gunung Ciremai juga terkenal dengan mitos Nini Pelet.
Pelet itu berasal dari nama seorang tokoh legendaris, ialah Nini Pelet dari gunung Ciremai Cirebon, dan Mbah Buyut Pelet dari Pajajaran.

Jadi istilah Pelet yg bertujuan untuk menarik pujaan hati,
ialah berasal dari istilah ketenaran seorang tokoh yg ilmunya sangat hebat dalam bidang percintaan, yg dalam hal ini ialah kedua tokoh dari Sunda tersebut

Spirit dari Nini Pelet, ialah Djinn Quraesin dari Rawa Onom Banjar Parahyangan zaman Prabu Selang Kuning, sebagian berpendapat dewi quraesin ini bukan dari rawa onom tapi bertempat di kaki gunung ciremai .
Dewi Quraesin dan Nyi Pelet itu dapat dikalahkan keilmuannya oleh Ki Buyut Mangun Tapa dari Cirebon keturunan Mbah Kuwu Cakrabuana dan Kitab Ilmu Pelet Dewi Quraesin dapat direbut oleh Ki Buyut dan dipelajari juga disempurnakan dengan keilmuan hikmah. Sehingga Ilmu Pelet Jaran Goyang sekarang terbagi menjadi 2 silsilah dan khodam ada yang berasal dari Nini Pelet dan Dewi Quraesin ada yang berasal dari Ki Buyut Mangun Tapa.


Sumber : candradityaa.blogspot.com 


comments | | Read More...

Demi Beras OPK, Warga Rela Berjalan Kaki Sejauh Lima Kilometer

Penulis : Desi Susanti on Tuesday, April 21, 2015 | 10:20

Tuesday, April 21, 2015

JL. L.RE MARTADINATA, (KM): Mengatasi melonjaknya harga beras di pasaran, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kuningan  bekerjasama dengan Sub Bulog Divisi Regional Cirebon mengadakan  operasi pasar khusus (OPK) di beberapa kelurahan dan desa wilayah Kecamatan Kuningan, Selasa (3/3/2015).

Beberapa kelurahan dan desa yang menjadi sasaran operasi pasar khusus itu, di antaranya Kelurahan Cijoho, Kelurahan Ciporang dan Desa Ancaran. Namun demikian, ada diantaranya warga dari luar kelurahan dan desa itu yang sengaja datang untuk membeli b

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kuningan Agus Sadeli menyatakan, setiap kepala keluarga  mendapat jatah membeli maksimal 15 kilogram dengan harga Rp 7.400,- per kilogram.

 Umar (69) warga Kelurahan Purwawinangun Kecamatan Kuningan misalnya, rela walau harus berjalan kaki dari rumahnya di Kelurahan Purwawinangun ke Kelurahan Ciporang. Padahal jarak antara dua kelurahan mencapai kilometer.

"Saya berjalan kaki ke sini karena tak punya mobil. Biar pun jauh harus berjalan kaki yang penting mendapat bera beras," kata Umar.
comments | | Read More...

Pengunjung

 
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use |Advertise with Us | Site map
Copyright © 2011. Seputar Kuningan . All Rights Reserved.
Design Template by Bisnis Online | Support by Catatan Kang Agus | Powered by Blogger | Link Diet Menurunkan Berat Badan