News Update :
Hot News »
Bagikan kepada teman!

Jembatan Putus Masyarakat Cimahi Terisolasi

Penulis : Desi Susanti on Saturday, December 13, 2014 | 11:47

Saturday, December 13, 2014

KUNINGAN – Jembatan di Blok Dusun Cimahi Desa Gunung Manik, yang terputus pada Senin (8/12) sore menjadi perhatian serius pihak Bina Marga Kuningan. Setelah dilakukan peninjauan ke lokasi pada Selasa (9/12) siang, pihak Bina Marga langsung melakukan analisis.

“Dalam dua hari ke depan akan ada penanganan darurat. Karena sifatnya darurat maka sekarang bagaimana caranya agar mobil bisa lewat, sehingga aktivitas warga tidak terganggu,” ucap Kadis Bina Marga Drs H Dadang Darmawan MSi kepada Radar, kemarin (10/12).

Menurut dia, alasan dua hari karena untuk penanganan da­ru­rat diperlukan gambar, sehing­ga bisa tahan lama dan tidak berbahaya. Selain itu, untuk pem­buatan jembatan permanen tidak mungkin dilakukan dalam waktu dekat. Melainkan masuk ang­garan APBD tahun 2015. “Yang penting sekarang mah bisa dilewati mobil. Memang tekstur tanah labil, sehingga tanah longsor dan membuat jembatan putus. Penyebab longsor karena hujan deras pada Senin (8/12) lalu,” ucap Dadang lagi.
Saat Radar meninjau lokasi, kondisi jembatan tampak terputus. Namun, masih bisa dilewati kendaraan roda dua. Jika hujan kembali terjadi dalam waktu panjang seperti hari Senin yang lalu, diprediksi jembatan tidak bisa dilewati.

Pantauan Radar, jembatan yang terputus selebar 3,5 meter dan panjang 18 meter dan menjorok ke dalam akibat longsor sekitar 20 meter. Karena itu jembatan belum bisa dilewati kendaraan roda empat. Karena kondisinya menghawatirkan. Aktivitas warga setempat pun sempat terisolasi.
“Aktivitas warga lumpuh. Mereka tidak bisa ke mana-mana kecuali yang punya motor. Ada jalan alternatif ke Desa Pinara, namun sayangnya tidak bisa dilewati, karena jalan ditutup setelah dilakukan pengecoran,” ucap Kades Gunung Manik Ahdali.

Ada sekitar 1.200 jiwa dari tiga dusun yang tersolasi. Yang dirugian adanya kejadian ini bukan hanya pelaku usaha seperti jasa angkutan mobil, tapi juga pelajar yang bersekolah menjadi terganggu karena tidak ada angkutan umum yang berangkat.

Ada sekitar 10 mobil, lanjut dia, yang tidak mengangkut penumpang. Kendaraan itu selama ini yang mengangkut warga beraktivitas. “Kami berharap secepatnya diperbaiki, karena kasihan warga. mereka tidak bisa ke mana-mana. Ingat tidak semua warga punya kendaaraan,” jelasnya.

Sementara akibat hujan lebat yang berlangsung sepekan terakhir, bukan hanya jembatan yang longsor. Tapi juga jalan di Dusun Harjamukti Desa Pasir Agung Kecamatan Hantara mengalami longsor.
Bahkan tiga rumah ikut menjadi korban. Di Desa Bunigeulis, Kecamatan Hantara, rumah milik Sakum dan Rumsiti terekena longsor dan rusak parah. Akibat longsor, pemilik rumah mengalami luka ringan.

Sedangkan di Desa Sumberjaya, Kecamatan Ciwaru, dua rumah milik Juhro dan Warso mengalami retak-retak akibat pergerakan tanah. Semua yang terkena bencana sudah bisa ditangani pihak BPBD Kuningan.
“Semua bisa diantisipasi. Terutama yang rumahnya terkena longsoran kami sudah lakukan evakuasi ke tempat lebih aman. Untuk bantuan pangan juga sudah dilakukan secara swadaya,” ucap Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Agus Maulidin.

Adanya cuaca yang sudah memasuki curah hujan dan deras, pihaknya terus waspda. Kejadian kemarin sudah diprediski sejak awal. Di mana jika hujan deras lebih dari dua jam, maka sudah dipastikan akan terjadi longsor. “17 kecamatan dari 32 kecamatan yang ada di Kuningan rawan longsor. Selain juga banjir, maka kami terus waspada. Ketika hujan turun sudah pasti petugas standbye,” ucap mantan kabag humas Setda Kuninan itu.

Agus meminta warga untuk lebih waspada. Karena diprediksi musim hujan terjadi pucaknya pada Januari. Berbeda dengan tahun lalu, yang berlangsung Februari. “Intinya kami sudah siap dalam mengantisipasi bencana, selain personel, juga kelengkapan alat pun sudah tersedia,” ujarnya.
comments | | Read More...

Perusahaan Lippo Grup pemegang hak siar ISL 2015

Penulis : Desi Susanti on Friday, November 28, 2014 | 12:50

Friday, November 28, 2014

Kepastian hak siar kompetisi Indonesia Super League 2015 akhirnya terjawab sudah. Lippo Group melalui operator TV berbayar Firstmedia dan Big TV berhasil memperoleh hak siar kompetisi Indonesia Super League musim 2015, setelah menandatangani nota kesepahaman(MoU) antara Beritasatu Media Holdings dengan BV Sports selaku media rights licensee.

Nantinya, kedua operator TV berlangganan milik James Riady tersebut akan menyiarkan secara langsung seluruh pertandingan ISL 2015 secara exclusivemelalui kanal Beritasatu Sports. dan kemungkinan besar nantinya ISL 2015 tidak akan di siarkan melalui Antena UHF melainkan memalui Tv berbayar.

Menurut CEO Lippo Group James Tjahaja Riady, upaya ini merupakan salah satu wujud konkret perusahaan dalam rangka mendukung kemajuan prestasi sepakbola Indonesia. Dengan hadirnya tayangan ISL di Firstmedia dan Big TV, diharapkan kompetisi Indonesia Super League semakin pesat dalam era sepakbola industri. Terlebih pada tahun 2015 sudah mulai memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN(MEA).

“Kami sebagai salah satu kelompok usaha ternama di Indonesia tentunya sangat mendukung perkembangan sepakbola Indonesia, khususnya pada pengembangan kompetisi Indonesia Super League. Sebagai wujud komitmen perusahaan, kami melalui Firstmedia dan Big TV bersama BV Sports akan duduk bersama mengembangkan sepakbola Indonesia sebagai sebuah industri yang mampu meningkatkan Produk Domestik Bruto(PDB) di tanah air, terlebih pada era MEA yang akan segera dimulai. Kami juga akan hadirkan tayangan yang berkualitas bagi seluruh pelanggan Firstmedia maupun Big TV.”, papar James Riady saat diwawancarai.

Lebih lanjut, beliau mengatakan bahwa saat ini performance Lippo Group di bidang usaha TV berbayar cukup membaik. Selain menghadirkan sejumlah tayangan kompetisi sepakbola mancanegara di saluran Bein Sports 1 & 2, pihaknya juga akan memaksimalkan potensi pasar dengan mengambil hak siar sejumlah kompetisi sepakbola dalam negeri.

“Sepakbola merupakan olahraga yang sangat populer di Indonesia. Penggemarnya tidak mengenal batas usia, jenis kelamin, maupun kelas sosial. Sehingga hal ini kami jadikan motivasi untuk terus menghadirkan tayangan sepakbola di layar kaca Firstmedia maupun Big TV.”, pungkas beliau.

Sumber : http://parabolaku.net/



comments | | Read More...

Persib Bandung Dalam Sejarah

Penulis : Desi Susanti on Sunday, November 9, 2014 | 11:25

Sunday, November 9, 2014

Persib yang merupakan singkatan dari Persatuan Sepak Bola Indonesia Bandung adalah salah satu tim sepak
bola Indonesia yang berasal dari Jawa Barat, khususnya wilayah Bandung. Catatan prestasi tim ini relatif stabil di papan atas sepak bola Indonesia, sejak era Perserikatan sampai ke Liga Indonesia masa kini.

Sejarah 
Sebelum bernama Persib Bandung, di Kota Bandung berdiri Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond (BIVB) pada sekitar tahun 1923. BIVB ini merupakan salah satu organisasi perjuangan kaum nasionalis pada masa itu. Tercatat sebagai Ketua Umum BIVB adalah Mr. Syamsudin yang kemudian diteruskan oleh putra pejuang wanita Dewi Sartika, yakni R. Atot.

Atot pulalah yang tercatat sebagai Komisaris Daerah Jawa Barat yang pertama. BIVB memanfaatkan lapangan Tegallega di depan tribun pacuan kuda. Tim BIVB ini beberapa kali mengadakan pertandingan di luar kota seperti Yogyakarta dan Jatinegara, Jakarta.

Pada tanggal 19 April 1930, BIVB bersama dengan VIJ Jakarta, SIVB (sekarang Persebaya), MIVB (PPSM Magelang), MVB (PSM Madiun), VVB (Persis Solo), dan PSM (PSIM Yogyakarta) turut membidani kelahiran PSSI dalam pertemuan yang diadakan di Societeit Hadiprojo Yogyakarta. BIVB dalam pertemuan tersebut diwakili oleh Mr. Syamsuddin. Setahun kemudian kompetisi tahunan antar kota/perserikatan diselenggarakan. BIVB berhasil masuk final kompetisi perserikatan pada tahun 1933 meski kalah dari VIJ Jakarta.

BIVB kemudian menghilang dan muncul dua perkumpulan lain yang juga diwarnai nasionalisme Indonesia yakni Persatuan Sepak bola Indonesia Bandung (PSIB) dan National Voetball Bond (NVB). Pada tanggal 14 Maret 1933, kedua perkumpulan itu sepakat melakukan fusi dan lahirlah perkumpulan yang bernama Persib yang kemudian memilih Anwar St. Pamoentjak sebagai Ketua Umum. Klub-klub yang bergabung ke dalam Persib adalah SIAP, Soenda, Singgalang, Diana, Matahari, OVU, RAN, HBOM, JOP, MALTA, dan Merapi.

Persib kembali masuk final kompetisi perserikatan pada tahun 1934, dan kembali kalah dari VIJ Jakarta. Dua tahun kemudian Persib kembali masuk final dan menderita kekalahan dari Persis Solo. Baru pada tahun 1937, Persib berhasil menjadi juara kompetisi setelah di final membalas kekalahan atas Persis.

Di Bandung pada masa itu juga sudah berdiri perkumpulan sepak bola yang dimotori oleh orang-orang Belanda yakni Voetbal Bond Bandung & Omstreken (VBBO). Perkumpulan ini kerap memandang rendah Persib. Seolah-olah Persib merupakan perkumpulan "kelas dua". VBBO sering mengejek Persib. Maklumlah pertandingan-pertandingan yang dilangsungkan oleh Persib ketika itu sering dilakukan di pinggiran Bandung, seperti Tegallega dan Ciroyom. Masyarakat pun ketika itu lebih suka menyaksikan pertandingan yang digelar VBBO. Lokasi pertandingan memang di dalam Kota Bandung dan tentu dianggap lebih bergengsi, yaitu dua lapangan di pusat kota, UNI dan SIDOLIG.

Persib memenangkan "perang dingin" dan menjadi perkumpulan sepak bola satu-satunya bagi masyarakat Bandung dan sekitarnya. Klub-klub yang tadinya bernaung di bawah VBBO seperti UNI dan SIDOLIG pun bergabung dengan Persib. Bahkan VBBO (sempat berganti menjadi PSBS sebagai suatu strategi) kemudian menyerahkan pula lapangan yang biasa mereka pergunakan untuk bertanding yakni Lapangan UNI, Lapangan SIDOLIG (kini Stadion Persib), dan Lapangan SPARTA (kini Stadion Siliwangi). Situasi ini tentu saja mengukuhkan eksistensi Persib di Bandung.

Ketika Indonesia jatuh ke tangan Jepang, kegiatan persepak bolaan yang dinaungi organisasi dihentikan dan organisasinya dibredel. Hal ini tidak hanya terjadi di Bandung melainkan juga di seluruh tanah air. Dengan sendirinya Persib mengalami masa vakum. Apalagi Pemerintah Kolonial Jepang pun mendirikan perkumpulan baru yang menaungi kegiatan olahraga ketika itu yakni Rengo Tai Iku Kai.

Tapi sebagai organisasi bernapaskan perjuangan, Persib tidak takluk begitu saja pada keinginan Jepang. Memang nama Persib secara resmi berganti dengan nama yang berbahasa Jepang tadi. Tapi semangat juang, tujuan dan misi Persib sebagai sarana perjuangan tidak berubah sedikitpun.

Pada masa Revolusi Fisik, setelah Indonesia merdeka, Persib kembali menunjukkan eksistensinya. Situasi dan kondisi saat itu memaksa Persib untuk tidak hanya eksis di Bandung. Melainkan tersebar di berbagai kota, sehingga ada Persib di Tasikmalaya, Persib di Sumedang, dan Persib di Yogyakarta. Pada masa itu prajurit-prajurit Siliwangi hijrah ke ibukota perjuangan Yogyakarta.

Baru tahun 1948 Persib kembali berdiri di Bandung, kota kelahiran yang kemudian membesarkannya. Rongrongan Belanda kembali datang, VBBO diupayakan hidup lagi oleh Belanda (NICA) meski dengan nama yang berbahasa Indonesia Persib sebagai bagian dari kekuatan perjuangan nasional tentu saja dengan sekuat tenaga berusaha menggagalkan upaya tersebut. Pada masa pendudukan NICA tersebut, Persib didirikan kembali atas usaha antara lain, dokter Musa, Munadi, H. Alexa, Rd. Sugeng dengan Ketua Munadi.

Perjuangan Persib rupanya berhasil, sehingga di Bandung hanya ada satu perkumpulan sepak bola yakni Persib yang dilandasi semangat nasionalisme. Untuk kepentingan pengelolaan organisasi, dekade 1950-an ini pun mencatat kejadian penting. Pada periode 1953-1957 itulah Persib mengakhiri masa pindah-pindah sekretariat. Wali Kota Bandung saat itu R. Enoch, membangun Sekretariat Persib di Cilentah. Sebelum akhirnya atas upaya R. Soendoro, Persib berhasil memiliki sekretariat Persib yang sampai sekarang berada di Jalan Gurame.

Pada masa itu, reputasi Persib sebagai salah satu jawara kompetisi perserikatan mulai dibangun. Selama kompetisi perserikatan, Persib tercatat pernah menjadi juara sebanyak empat kali yaitu pada tahun 1961, 1986, 1990, dan pada kompetisi terakhir pada tahun 1994. Selain itu Persib berhasil menjadi tim peringkat kedua pada tahun 1950, 1959, 1966, 1983, dan 1985.

Keperkasaan tim Persib Bandung yang dikomandoi Robby Darwis pada kompetisi perserikatan terakhir terus berlanjut dengan keberhasilan mereka merengkuh juara Liga Indonesia pertama pada tahun 1995. Persib yang saat itu tidak diperkuat pemain asing berhasil menembus dominasi tim tim eks galatama yang merajai babak penyisihan dan menempatkan tujuh tim di babak delapan besar. Persib akhirnya tampil menjadi juara setelah mengalahkan Petrokimia Putra melalui gol yang diciptakan oleh Sutiono Lamso pada menit ke-76.

Sayangnya setelah juara, prestasi Persib cenderung menurun. Puncaknya terjadi saat mereka hampir saja terdegradasi ke Divisi I pada tahun 2003. Beruntung, melalui drama babak playoff, tim berkostum biru-biru ini berhasil bertahan di Divisi Utama.

Sebagai tim yang dikenal baik, Persib juga dikenal sebagai klub yang sering menjadi penyumbang pemain ke tim nasional baik yunior maupun senior. Sederet nama seperti Risnandar Soendoro, Nandar Iskandar, Adeng Hudaya, Heri Kiswanto, Ajat Sudrajat, Yusuf Bachtiar, Dadang Kurnia, Robby Darwis, Budiman, Nur'alim, Yaris Riyadi hingga generasi Erik Setiawan dan Eka Ramdani merupakan sebagian pemain timnas hasil binaan Persib.Sampai saat ini Persib Bandung adalah tim Indonesia yang bisa di bilang paling dibanggakan oleh Indonesia karena prestasi dan kemampuannya.

Prestasi 
Salah satu catatan unik dari tim ini adalah ketika menjuarai kompetisi sepak bola Perserikatan yang untuk terakhir kalinya diadakan, yaitu pada tahun 1993/1994. Dalam pertandingan final, Persib yang ditulang-punggungi oleh pemain-pemain seperti Sutiono Lamso dan Robby Darwis mengalahkan PSM Makassar. Kompetisi sepak bola Galatama dan tim-tim Perserikatan di Indonesia kemudian dilebur menjadi Liga Indonesia (LI). Pada laga kompetisi LI pertama tahun 1994/1995, Persib kembali menorehkan catatan sebagai juara setelah pertandingan final mengalahkan Petrokimia Putra Gresik, dimana gol tunggal pada pertandingan tersebut dicetak oleh Sutiono. Persib juga merupakan salah satu klub Indonesia yang berhasil mencapai babak perempat final Liga Champions Asia.

Sumber dan Info Lengkap klik Di sini





comments | | Read More...

Persib Bandung Juara Masyarakat Gembira

Setelah menang dramatis di final  Indonesia Super League  2014 dengan mengalahkan Persipura Jayapura dengan skor 5-3 telah menghilangkan dahaga gelar bagi PERSIB BANDUNG dan Masyakat Jawa Barat Pada umumnya, masyaraka khususnya di Kota Bandung bersuka cita menyambut kemangan dan juara baru ISL 2014 Persib Bandung
Juara Indonesia Super League (ISL) 2014 PERSIB Bandung, akan melakukan pesta rakyat dan arak-arakan juara ISL yang Minggu (09/11).

Hal itu terungkap setelah Pemerintah Kota Bandung melakukan rapat pesta rakyat dan arak-arakan keberhasilan PERSIB menjuarai ISL 2014 hari ini. Rencananya, acara akan dimeriahkan oleh kehadiran mantan penggawa yang telah mengharumkan nama PERSIB di zamannya, khususnya mereka yang tengah bekerja bersama Bank bjb, yang juga sebagai sponsor PERSIB musim ini.

Berdasarkan rilis yang diterima dari Disbudpar Kota Bandung, pesta rakyat dan arak-arakan akan digelar pada hari Minggu (09/11) siang sekitar pukul 14:00 WIB hingga petang sekitar pukul 18.00 WIB.

Acara arak-arakan akan menggunakan dua unit Bandros (Bandung Tour on Bus), sebagai kendaraan yang digunakan pemain PERSIB, ofisial, VVIP dan keluarga pemain. Dua Bandros itu pun akan diiringi oleh beberapa kendaraan hias lainnya dari setiap Kecamatan dengan tulisan ‘PERSIB BANDUNg JUARA’.

Tentang rute pawai, dimuali dari Cibiru-Cicaheum-Kiara Condong-Flyover Kircon-Jl. Gatot Subroto- Jl. Asia Afrika-JL. Sudirman-Jl.Rajawali-Jl. Pajajaran-Jl. Merdeka-Jl. Lembong-Jl. Kosambi-Jl. A. Yani-Jl. Supratman-Gasibu (finis).

Setelah selesai di Gasibu, akan disiapkan panggung yang lokasinya tepat di depan Gedung Sate, acara hiburan itu seperti musik hiburan, tumpengan, pelepasan lampion dan doa bersama

Sumber http://www.persib.co.id/





comments | | Read More...

Persib Turun Full Team Hadapi Arema

Penulis : Desi Susanti on Tuesday, November 4, 2014 | 14:13

Tuesday, November 4, 2014

 Pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman akan menurunkan seluruh pemainnya saat  menghadapi Arema pada babak semi final Liga Super Indonesia (LSI) musim 2013/2014 di Stadion Jakabaring, Palembang, Selasa (4/11/2014).

 "Semua pemain kami bawa dan tidak ada yang absen karena akumulasi kartu kuning atau cedera. Jadi, kami bisa tampil full tim. Motivasi pemain juga sedang on fire. Mudah-mudahan anak-anak bisa tampil maksimal," kata Djadjang.

Dengan full tim seperti ini, Djadjang siap menghadapi laga penting yang menentukan tersebut. "Kami siap meladeni Arema. Kami sudah tiba di Palembang sejak kemarin dan sudah mencoba lapangan. Kami juga sudah menyiapkan diri dengan latihan rutin kepada pemain," ucapnya.





comments | | Read More...

Kaos Polos Anak Murah

Penulis : Desi Susanti on Friday, October 31, 2014 | 14:57

Friday, October 31, 2014

Saya,  Kang Agus pemilik  dari Akun Twetter @bocil76 dan @kabar_kuningan ingin menawarkan, menjual dan mensupply #KaosPolosAnakmurah by MansuKids | Sedia  Kaos Polos  khusus  anak -anak, terbuat dari  bahan berkualitas, dan dijamin  nyaman dipakai, selain itu Kaos kami dikemas dalam kemasan eksklusif.

Kaos Polos #Anak MansuKids readystock untuk ukuran di usia 1 tahun – 6 tahun. Banyak pilihan warna nya.

Ini juga bisa jadi peluang bisnis buat Anda yang ingin berbisnis online ataupun Offline tapi bingung karena tidak ada barang yang untuk di jual

Info, order, harga, koleksi dan pengiriman lebih lanjut atau tanya-tanya silakan Invite 29E61A2D atau WA/sms 082240337966 ;)


Model Kaos Polosan Anak


Usia 5 bulan


Usia 1 tahunan


Packing Polosan anak


Catalog Warna


Testimoni

#kaosPolosanAnak | #JualPolosanAnak | #JualKaosPolosanAnakKuningan | #KaosPolosanAnakMurah
comments | | Read More...

PAM Desa Bermasalah

Penulis : Desi Susanti on Wednesday, October 15, 2014 | 12:10

Wednesday, October 15, 2014

Sudah hampir 10 hari PAM Desa di Desa di Bojong tidak mengalirka air bersih lagi kepada para konsumen, usut punya usut hal ini di sebabkan ada salah satu pengurusnya nya yang sakit sehingga bagion oprasional ini tidak bisa mengatur penyaluran air dengan baik, kalau di rujuk pada hasil yang pernah di adakan oleh kepala desa bojong di tetapkan bahwa pengurus PAM desa ada 3 orang, apakah gara gara 1 orang yang sakit seluruh konsumen harus merasakan kekurangan air? lalu kemana pengurus yang 2 nya lagi.

Semenjak PAM Desa tidak ngalir semua konsumen menggunakan air irirgasi untuk melakukan aktivitas nyuci dan mandi yang lokasi nya juga tidak terlalu jauh, tapi karena lokasinya yang naik turun terlihat sekali setelah melakukan aktivitas tersebut mereka kelihatan lelah, belum lagi untuk mengurus pekerjaan rumah lainnya.

Ini kali ke dua PAM di desa Bojong semenjak di adakannya program air bersih yang di berikan pemerintah. pertama terjadi sekitar tanggal 23 Juli 2014 penyebab nya karena dibangunnya instalasi air bersih yang baru sehingga mengurangi bahkan seperti melupakan instalisasi yang lama kejadian ini juga berlangsung cukup lama, pada saat itu masyarakat konsumen PAm melakukan demo dan memperbaiki sendiri instalisasi yang di anggap bermasalah, sejak saat itu air bisa mengalir kembali walaupun ada beberpa konsumen yang masih belum mendapatkan aliran air PAM.Tapi hal ini terus di upayakan oleh pemerintah desa dengan mengadakan pertemuan dengan para konsumen dan sebagian pengurus PAM yang masih aktive.

Dalam musyawarah tersebut di hasilkan pengankatan 3 pengurus baru untuk mengatur PAM Desa ini, tapi baru sekitar 3 bulan berjalan PAM Desa bermasalah lagi, konsumen juga sepertinya sudah males untuk bertindak karena tidak ada respon dari berbagai pihak. para konsumen hanya bisa  berharap agar kejadian ini tidak berlangsung lama agar mastarakt bisa menikmati progrma air bersih dari pemerintah
comments | | Read More...

Berprestasi, Bappeda Dapat Tambahan Anggaran Rp4 M

Penulis : Desi Susanti on Thursday, September 25, 2014 | 06:54

Thursday, September 25, 2014

KUNINGAN – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kuningan mendapat apresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Apresiasi diberikan melalui bentuk pemberian anggaran Rp4 miliar dari gubernur Jawa Barat.

“Ini menunjukkan peningkatan kinerja dan pencapaian sektor perencanaan pembangunan daerah,” jelas Kepala Bappeda Kuningan, Drs H Maman Suparman MM di kantornya, Minggu (14/10).

Dipaparkan, bahwa pendekatan perencanaan daerah Bappeda sejauh ini sangat taat terhadap kaidah keilmuan, tata aturan, dan keberpihakan pada pemberdayaan masyarakat.

Atas dasar itulah, Kuningan menerima penghargaan Pangripta tingkat Provinsi Jawa Barat. Penghargaan ini diberikan kepada kabupaten/kota dengan sistem perencanaan terbaik.

Sebagai wujud apresiasi kepada Pemkab Kuningan, gubernur Jawa Barat juga memberikan anggaran tambahan Rp4 miliar. “Dana bantuan provinsi tersebut akan diakumulasikan pada pelaksanaan untuk tahun depan,” katanya.
Maman berharap, dana prestasi Rp4 miliar bisa memperkuat kemampuan Pemkab Kuningan dalam mengimplementasikan program dan kegiatan unggulan pada tahun 2015.

Sebagai Koordinator Perencanaan Daerah, Maman mengaku telah menetapkan target minimal 3 prestasi perencanaan yang mesti dicapai Kuningan tahun 2014.

Yaitu Anugerah Pangripta yang sudah diraih, penghargaan Kabupaten Sehat yang juga sudah diraih atas suksesnya penerapan Swasti Sabha Wiwerda sesuai penilaian Pemprov Jawa Barat.
“Terakhir, kita menarget prestasi dalam bidang PUG karena posisi saya juga sebagai Ketua Pokja Pengarusutamaan Gender (PUG),” imbuhnya.

Proses sinergis dalam PUG, lanjut dia telah ditempuh melalui kerjasama seluruh elemen perencanaan daerah. Dimana tupoksinya dimotori oleh Kepala Badan Keluarga berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP).
Penghargaan Parahita Ekapraya tingkat Pratama telah diraih pada tahun 2013. Pada tahun 2014, ia pun bertekad untuk meningkatkan prestasi tingkat Madya.

“Upaya ini akan ditempuh dengan mengintegrasikan pendekatan pengarusutamaan gender dalam setiap elemen perencanaan teknis dan sektoral,” tandasnya

Sumber:http://www.radarcirebon.com/berprestasi-bappeda-dapat-tambahan-anggaran-rp4-m.html



comments | | Read More...

Mesteri Di Waduk Darma

Penulis : Desi Susanti on Thursday, September 18, 2014 | 16:29

Thursday, September 18, 2014

Waduk Darma berada di tepi jalan raya Majalengka – Kuningan. Sebagai objek wana wisata, jangan ditanya soal keindahannya. Tengoklah hampir setiap hari selalu ada pengunjung yang melihatnya. Mereka tak sekadar tertarik panoramanya, tapi juga cerita-cerita misteri dibaliknya.

Waduk Darma di kepung bukit-bukit kecil yang menawan. Keindahannya bak perawan yang rupawan. Pesonanya menebar. Ditambah hawa udara kawasan Kuningan yang sejuk dan bersih. Di tengah waduk terdapat beberapa pulau kecil. Tak jarang orang ingin berlayar dan sekadar menginjakkan kakinya di pulau itu. Tapi, pengelola waduk ini tak menyediakan sarana untuk kebutuhan tersebut. Mungkin ada pertimbangan tertentu mengapa pulau-pulau itu tak jadi target kunjungan.

Ada tiga pulau berada di tengah waduk. Masing-masing bernama Nusa Laja yang punya luas sekitar 1,5 ha. Lalu Nusa Sireum dengan luas mencapai 1 ha. Dan ketiga, Nusa Goong yang arealnya kira-kira 2 ha. Nama-nama pulau itu memang terdengar janggal. Tapi begitulah, sebab nama-nama itu diambil dari fenomena alam masing-masing pulau.

Nama Nusa Goong, misalnya, diberikan karena pada jaman dulu, orang-orang sekitar Waduk Darma sering mendengar suara Goong (gong), yakni alat musik tradisional pelengkap seni gamelan. Hanya saja, siapa orang yang menabuh gong di pulau itu, tak seorang pun tahu. Diperkirakan penabuh gong itu sebangsa lelembut yang menghuni pulau itu.

Begitu pula nama Nusa Sireum. Konon, dinamai itu karena pulau tersebut ukurannya kecil bagaikan semut (sireum). Dan juga kabarnya, di sana terdapat kerajaan semut. Secara umum, bagi mereka yang memiliki ketajaman mata batin, selalu dapat merasakan adanya energi-energi yang bertebaran di sekitar Waduk Darma. Sehingga menurut penuturan warga setempat, tak jarang ada pengunjung yang melakukan olah batin dan semadi di situ.

Penghuni Gaib

Bila ditelusuri, banyak cerita-cerita ganjil menyelimuti Waduk Darma. Cerita-cerita inilah yang melatarbelakangi sebutan angker bagi Waduk Darma. Tapi, cerita-cerita itu tak menyurutkan minat orang mengunjunginya. Bahkan cerita itulah yang justru menjadi daya tarik tersendiri.

Saprudin (40), warga setempat, mengatakan bila hampir tiap tahun, selalu saja ada orang mati karena bunuh diri. Soal benar tidaknya ia mati bunuh diri, memang tanda tanya besar. “Saya sendiri kurang tahu apakah dia mati bunuh diri atau bukan,” ujar Saprudin ragu. Namun banyak yang mengatakan bila ia mati sebagai tumbal penghuni gaib Waduk Darma.

Karena itulah, Saprudin mewanti-wanti pengunjung Waduk Darma agar berhati-hati. Sepanjang niatnya baik, pasti akan dilindungi. Tapi kalau datang ke tempat ini dengan niat tidak baik atau berbuat tidak senonoh, pasti akan terjadi sesuatu. Saprudin lantas menceritakan peristiwa yang pernah terjadi di tahun 1970-an. Waktu itu ada sepasang kekasih yang hilang secara misterius di sekitar Waduk Darma.

Sampai berhari-hari lamanya jejak mereka tak ditemukan. Suatu ketika, mereka ditemukan sudah menjadi mayat dan terpisah satu sama lain. Orang-orang tua di sana mengatakan bila mereka terkena kutukan penunggu danau. Sebab mereka telah mencemari danau itu oleh perbuatan tidak senonoh. “Mereka telah berbuat mesum di tepi danau. Akibatnya penunggu waduk marah dan memangsaa mereka,” tutur pria yang kerap disapa Udin ini.

Lalu, siapa penunggu gaib Waduk Darma? Menurut cerita dari mulut ke mulut, Waduk Darma dihuni siluman belut putih raksasa. Dulu, siluman belut putih ini menampakkan diri. Sehingga kadangkala ada orang yang kebetulan melihatnya. Siluman ini konon tak segan-segan merusak. Misalnya kebocoran Waduk Darma beberapa waktu lalu, orang-orang pintar setempat mengatakan dikarenakan ulah mahluk tersebut.

Tapi hal itu akan terjadi bila ada perbuatan yang tidak baik dilakukan di sekitar waduk. Hal itu pula sebagai peringatan bagi pengunjung. Uniknya, pada di tengah Waduk Darma ada bagian tak pernah keruh sekalipun air di sekelilingnya sedang keruh. Hal ini menjadi rahasia yang tak terpecahkan hingga kini.

Dahulu, ketika Waduk Darma masih berupa ranca (danau kecil), cerita tentang siluman belut utih dan ulahnya sangat mengerikan sering terdengar. Salah satunya ketika pada suatu malam sebuah kendaraan truk melewati kawasan danau. Mendadak si sopir menghentikan truk karena tiba-tiba di tengah jalan nampak sebuah gua. Setelah diperhatikan ternyata apa yang dikira mulut gua itu tak lain adalah mulut siluman belut putih yang sedang menganga. Si sopir langsung tak sadarkan diri.

Ternyata, mahluk mengerikan itu hanya ingin menunjukkan jati dirinya saja. Sebab sopir truk tidak diapa-apakan. Setelah kejadian itu, warga desa menguji kebenaran siluman belut putih ini. Mereka mengikat seekor domba di tepi danau. Esoknya, binatang itu sudah lenyap. Hari berikutnya, diikat lagi seekor kerbau. Lagi-lagi, binatang itu lenyap tanpa bekas. Akhirnya warga setempat percaya bahwa ranca itu dihuni oleh ular siluman belut putih raksas

sumber : ekorisanto.blogspot.com/
comments | | Read More...

Ketua Dewan, Partai Golkar Belum Menentukan

Penulis : Desi Susanti on Wednesday, September 10, 2014 | 15:01

Wednesday, September 10, 2014

KUNINGAN – Uci Suryana SE secara tegas menyatakan kesiapannya jika ditugaskan DPP Partai Golkar maupun DPD Jabar untuk menjabat wakil ketua DPRD.
Pernyataan tersebut dilontarkan Uci saat mengikuti gladi bersih prosesi pelantikan di gedung dewan, Minggu (7/9). “Kalau partai menunjuk saya dengan pertimbangan bahwa saya mampu, ya saya siap. Kalau ditanya optimis, sebenarnya saya gak ngejar untuk menjadi wakil ketua dewan,” kata Uci.
Ia mengakui mendengar rumor yang cukup santer terkait jatah wakil ketua dewan yang akan diberikan padanya. Namun hal itu hanya sebatas rumor. Sebab Uci mengaku belum melihat secara langsung bukti hitam diatas putih dengan mata kepalanya sendiri.
“Baru sebatas rumors karena saya belum melihat langsung SK-nya. Yang jelas dimana pun saya siap untuk ditempatkan. Gimana kepercayaan dari Golkar saja. Semoga saya amanah dalam menjalankan tugas partai,” tandasnya.
Politisi yang tinggal di Desa/Kecamatan Ciawigebang ini sebelum masuk daftar caleg tetap, menjalani profesi sebagai wiraswasta.
Pada pileg April lalu, Uci berhasil meraup suara paling banyak diantara caleg terpilih dari Partai Golkar. Suaranya mencapai 4.412.
Sementara itu, dinamika politik terjadi pula di tubuh PDI Perjuangan. Pertarungan internal antara Rana Suparman SSos dengan Tresnadi untuk memperebutkan posisi ketua dewan telah berakhir. Dari informasi yang diperoleh Radar, akhirnya Rana Suparman yang mendapatkan penugasan partai.
“Ya benar, saya sudah mengantongi SK-nya yang langsung ditandatangani Bu Mega sebagai ketua umum DPP dan pak Cahyo Kumolo selaku sekjen,” jawab Rana.
Sedangkan ditubuh PAN, tidak terdapat gejolak. Drs Toto Suharto SFarm Apt yang ditunjuk oleh DPP PAN untuk menempati jabatan wakil ketua dewan. Toto menegaskan, SK penunjukkannya dari Ketua Umum DPP Hatta Rajasa telah dikantonginya.
Begitu pula dengan PKS yang mendapatkan jatah posisi wakil ketua dewan. Hj Kokom Komariyah asal dapil 2 yang ditunjuk untuk mendudukinya. Keterangan ini dibenarkan oleh salah satu rekan fraksinya, Etik Widiati.
Meski demikian, keempat politikus yang dikabarkan hendak menempati posisi pimpinan dewan tersebut, harus menunggu. Karena sesuai dengan mekanisme, parlemen daerah itu harus dipimpin oleh pimpinan dewan sementara yakni Apang Sujaman dan Iis Istohari.

Sumber :radarcirebon.com


comments | | Read More...

Pengunjung

 
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use |Advertise with Us | Site map
Copyright © 2011. Seputar Kuningan . All Rights Reserved.
Design Template by panjz-online | Support by creating website | Powered by Blogger | Link Diet Menurunkan Berat Badan