News Update :
Showing posts with label Ekonomi. Show all posts
Showing posts with label Ekonomi. Show all posts

Kaos Polosan Hitam combed 30s Murah

Penulis : Unknown on Monday, January 9, 2017 | 11:57

Monday, January 9, 2017

Kaos Polosan Hitam combed 30s Murah
Kaos Polosan Hitam combed 30s Murah
Yellow tree Distro tidak henti hentinya melakukan gebrakan, setelah melakukan gebrakan dengan meamsang tari kaos distro dengan harga Rp 100.000/3 pcs, kini yellow tree distro juga melakukan dengan promo yang cukup berani.

Yellow tree saat ini fokus untuk mengeluarkan kaos polosan dengan berbagai warna pilihan, dengan alasan bahwa kaos polosan bisa di pake untuk santai dan terutam bisa di sablon kembalai jika konsumen ingin kaos nya di sablon disampin itu kaos polos yang di keluarkan yellow tree cocok untuk mereka yang mempunyai usaha sablonan, jadi mereka tida perlu repot report mencari kaos polos yang bisa di sablon, mereke bisa langsung ajak admin yellow tree yang komtak nya ada di bawah ini.

Harga yang di patok untuk kaos polosan yellow tree sangat terjangkau untuk ukuran daerah ciayaumajangkuning harga boleh di katakan murah. khusus untuk kaos polosan warna hitam yellow tre sedang melakuan promo dengan menggunakan bahan cotton combed 30s, serta bahan yang sangat lembut dan adem saat di pake membuat kaos polosan dengan bahan combed 30s ini sangat laris di pasaran, kaos polosan hitam combed 30s ini di patok dengan harga Rp 30.000/pcs jika pengambilan minimal 12 pcs maka harga nya cuma Rp 27.000/pcs, size yang tersedia S, M, L dan XL dalam 1 lusin size bisa campur.

Ayoo yang butuh kaos polos hitam silahak hubungi contact di bawah ini


BBM : 5272C294
WA  : 087723582525



Yellowtree  distro juga
Menerima pembuatan kaos sablon, polo shirt dibordir, jaket, kemeja dan topi.


comments (2) | | Read More...

Panduan Praktis Ajaib Al Quran Menjadi Manusia Cerdas 486x60

Muludan, Hiburan Rakyat Cirebon dan Sekitarnya

Penulis : Unknown on Thursday, December 17, 2015 | 19:36

Thursday, December 17, 2015

Bulan Desember ini, masyarakat Cirebon dan sekitarnya bakal menikmati hiburan rakyat pasar muludan. Event yang selalu hadir setiap tahun ini, terbukti mampu menyedot ribuan pengunjung. Tak salah jika jumlah pedagang selalu bertambah setiap tahunnya dari berbagai daerah. Di pasar muludan, masyarakat bisa menjumpai berbagai macam kuliner, pakaian, kerajinan tangan dengan harga yang ekonomis. Siapa mau datang ke pasar muludan?

KERAMAIAN sudah mulai nampak di kompleks area Keraton Kasepuhan Cirebon, dalam menyambut tradisi muludan. Acara puncak peringatan maulid nabi di Keraton Kasepuhan ditutup dengan tradisi panjang jimat atau malam pelal yang jatuh pada 24 Desember mendatang. Namun, aktivitas pedagang dan pengunjung sudah mulai nampak sebulan sebelum acara pelal.

Area seputar keraton, Masjid Sang Cipta Rasa, alun-alun pun menjadi lapak pedagang musiman tersebut. Pasar Muludan sendiri lahir dari respons masyarakat setempat atas para pengunjung keraton yang selalu meningkat untuk menyaksikan acara malam pelal. Sultan Keraton Kasepuhan XIV, PRA Arief Natadiningrat SE menjelaskan, pada tahun ini pasar muludan sudah dimulai sejak tanggal 24 November hingga 24 Desember 2015.

Sultan memprediksi, jumlah pengunjung pada event muludan bisa lebih meningkat dibanding tahun lalu. Alasannya, karena momen muludan bertepatan dengan hari libur sekolah, hari libur Natal dan tahun baru. Di samping juga, karena adanya efek akses jalan tol Cipali yang mempersingkat waktu menuju ke Cirebon. “Setiap tahun yang jelas pedagang selalu bertambah, dan rata-rata event muludan ini bisa menyedot sekitar Rp200 ribu pengunjung ke keraton,” sebutnya kepada Radar, Kamis (10/12).

Dikatakan Sultan, pada dasarnya acara tradisi muludan di keraton sendiri tidak ada yang berbeda. Hanya saja, pada tahun ini pihaknya lebih banyak mengisi tradisi muludan dengan membaca salawatan. Saat acara panjang jimat, ada iringan genjring marawis dan lantunan salawat. Sebelumnya, pada tanggal 18-24 Desember akan ada Lomba Marawisan antara pesantren. “Kita ingin lebih banyak membaca salawat dalam kegiatan muludan ini,” ucap Arif.

Selain juga ada agenda tradisi rutin seperti Siraman Panjang, Pelal Alit, dan upacara panjang jimat. Sultan menjelaskan, adanya pasar muludan yang selalu menyedot pengunjung ini memang sedikit banyak mengganggu akses masuk ke Keraton Kasepuhan. Sehingga pihaknya berencana, menggelar pasar muludan ini lebih tertib dan tertata rapi. “Tadinya memang kita ingin seperti Festival Muludan, namun belum terwujud tahun ini. Mudah-mudahan tahun depan,” jelasnya.

Dikatakan dia, pihaknya akan mengundang beberapa instansi untuk membicarakan ketertiban acara muludan seperti Dishubinkom, Disperindag dan juga Disporbudpar. Acara Muludan di Keraton, kata Arif, bisa saja dibuat seperti layaknya Jakarta Fair. Sehingga dengan demikian, event ini mampu menjadi ikon pariwisata di Kota Cirebon.

Ketua Kelompok Pengembangan Pariwisata (Kompepar) Keraton Kasepuhan, Iman Sugiman mengatakan, menyebutkan rangkaian tradisi panjang jimat sendiri sudah dimulai dengan upacara siraman panjang yang dilakukan seminggu sebelum malam panjang jimat.

Upacara ini dilakukan pada pagi hari. Benda-benda kuno dikeluarkan dan dicuci untuk dibersihkan terlebih dahulu. Air bekas cucian inilah yang selalu diperebutkan warga, karena dipercayai membawa berkat. Kemudian, museum keraton selama tujuh hari dibuka hingga malam hari. Diteruskan dengan acara mipis di keraton, yaitu membuat makanan oleh para keluarga perempuan keraton.

“Selama seminggu itu juga, ada tradisi yang dinamakan chaos, yakni Sultan akan menerima tamu seharian dari berbagai lapisan masyarakat tanpa membuat janji terlebih dahulu,” jelasnya.

Diakuinya, selama tradisi muludan berlangsung, grafik pengunjung ke keraton dan Masjid Agung Sang Cipta Rasa meningkat. “Setiap momen muludan ada peningkatan, baik pengunjung tradisional atau mereka yang ingin menyaksikan langsung upacara panjang jimat. Dalam seminggu itu biasanya kita turunkan harga tiket, agar memudahkan pengunjung ke keraton,” jelasnya. Pengujung sendiri mulai membludak pada H-2 sebelum malam panjang jimat.

Keraton Kasepuhan sendiri menyediakan sekitar 10 ribu tiket dalam seminggu itu. Jumlah itu pun disebut masih kurang dan selalu habis. “Pasar muludan ini kan sebenarnya awal mula karena ada tradisi malam pelal yang banyak pengunjung. Kemudian dimanfaatkan pedagang untuk berjualan hingga sampai saat ini jumlah pedagang semakin tahun selalu bertambah dari berbagai daerah,” sebutnya.

Sumber: http://www.radarcirebon.com/cari-apa-saja-ada-di-muludan.html
comments | | Read More...

Panduan Praktis Ajaib Al Quran Menjadi Manusia Cerdas 486x60

Muludan, Hiburan Rakyat Cirebon dan Sekitarnya

Bulan Desember ini, masyarakat Cirebon dan sekitarnya bakal menikmati hiburan rakyat pasar muludan. Event yang selalu hadir setiap tahun ini, terbukti mampu menyedot ribuan pengunjung. Tak salah jika jumlah pedagang selalu bertambah setiap tahunnya dari berbagai daerah. Di pasar muludan, masyarakat bisa menjumpai berbagai macam kuliner, pakaian, kerajinan tangan dengan harga yang ekonomis. Siapa mau datang ke pasar muludan?

KERAMAIAN sudah mulai nampak di kompleks area Keraton Kasepuhan Cirebon, dalam menyambut tradisi muludan. Acara puncak peringatan maulid nabi di Keraton Kasepuhan ditutup dengan tradisi panjang jimat atau malam pelal yang jatuh pada 24 Desember mendatang. Namun, aktivitas pedagang dan pengunjung sudah mulai nampak sebulan sebelum acara pelal.

Area seputar keraton, Masjid Sang Cipta Rasa, alun-alun pun menjadi lapak pedagang musiman tersebut. Pasar Muludan sendiri lahir dari respons masyarakat setempat atas para pengunjung keraton yang selalu meningkat untuk menyaksikan acara malam pelal. Sultan Keraton Kasepuhan XIV, PRA Arief Natadiningrat SE menjelaskan, pada tahun ini pasar muludan sudah dimulai sejak tanggal 24 November hingga 24 Desember 2015.

Sultan memprediksi, jumlah pengunjung pada event muludan bisa lebih meningkat dibanding tahun lalu. Alasannya, karena momen muludan bertepatan dengan hari libur sekolah, hari libur Natal dan tahun baru. Di samping juga, karena adanya efek akses jalan tol Cipali yang mempersingkat waktu menuju ke Cirebon. “Setiap tahun yang jelas pedagang selalu bertambah, dan rata-rata event muludan ini bisa menyedot sekitar Rp200 ribu pengunjung ke keraton,” sebutnya kepada Radar, Kamis (10/12).

Dikatakan Sultan, pada dasarnya acara tradisi muludan di keraton sendiri tidak ada yang berbeda. Hanya saja, pada tahun ini pihaknya lebih banyak mengisi tradisi muludan dengan membaca salawatan. Saat acara panjang jimat, ada iringan genjring marawis dan lantunan salawat. Sebelumnya, pada tanggal 18-24 Desember akan ada Lomba Marawisan antara pesantren. “Kita ingin lebih banyak membaca salawat dalam kegiatan muludan ini,” ucap Arif.

Selain juga ada agenda tradisi rutin seperti Siraman Panjang, Pelal Alit, dan upacara panjang jimat. Sultan menjelaskan, adanya pasar muludan yang selalu menyedot pengunjung ini memang sedikit banyak mengganggu akses masuk ke Keraton Kasepuhan. Sehingga pihaknya berencana, menggelar pasar muludan ini lebih tertib dan tertata rapi. “Tadinya memang kita ingin seperti Festival Muludan, namun belum terwujud tahun ini. Mudah-mudahan tahun depan,” jelasnya.

Dikatakan dia, pihaknya akan mengundang beberapa instansi untuk membicarakan ketertiban acara muludan seperti Dishubinkom, Disperindag dan juga Disporbudpar. Acara Muludan di Keraton, kata Arif, bisa saja dibuat seperti layaknya Jakarta Fair. Sehingga dengan demikian, event ini mampu menjadi ikon pariwisata di Kota Cirebon.

Ketua Kelompok Pengembangan Pariwisata (Kompepar) Keraton Kasepuhan, Iman Sugiman mengatakan, menyebutkan rangkaian tradisi panjang jimat sendiri sudah dimulai dengan upacara siraman panjang yang dilakukan seminggu sebelum malam panjang jimat.

Upacara ini dilakukan pada pagi hari. Benda-benda kuno dikeluarkan dan dicuci untuk dibersihkan terlebih dahulu. Air bekas cucian inilah yang selalu diperebutkan warga, karena dipercayai membawa berkat. Kemudian, museum keraton selama tujuh hari dibuka hingga malam hari. Diteruskan dengan acara mipis di keraton, yaitu membuat makanan oleh para keluarga perempuan keraton.

“Selama seminggu itu juga, ada tradisi yang dinamakan chaos, yakni Sultan akan menerima tamu seharian dari berbagai lapisan masyarakat tanpa membuat janji terlebih dahulu,” jelasnya.

Diakuinya, selama tradisi muludan berlangsung, grafik pengunjung ke keraton dan Masjid Agung Sang Cipta Rasa meningkat. “Setiap momen muludan ada peningkatan, baik pengunjung tradisional atau mereka yang ingin menyaksikan langsung upacara panjang jimat. Dalam seminggu itu biasanya kita turunkan harga tiket, agar memudahkan pengunjung ke keraton,” jelasnya. Pengujung sendiri mulai membludak pada H-2 sebelum malam panjang jimat.

Keraton Kasepuhan sendiri menyediakan sekitar 10 ribu tiket dalam seminggu itu. Jumlah itu pun disebut masih kurang dan selalu habis. “Pasar muludan ini kan sebenarnya awal mula karena ada tradisi malam pelal yang banyak pengunjung. Kemudian dimanfaatkan pedagang untuk berjualan hingga sampai saat ini jumlah pedagang semakin tahun selalu bertambah dari berbagai daerah,” sebutnya.

Sumber: http://www.radarcirebon.com/cari-apa-saja-ada-di-muludan.html
comments | | Read More...

Panduan Praktis Ajaib Al Quran Menjadi Manusia Cerdas 486x60

Upah Minimum Kabupaten Kuningan Tahun 2016

Penulis : Unknown on Saturday, November 7, 2015 | 11:20

Saturday, November 7, 2015

KUNINGAN – Ditetapkannya UMP (Upah Minimun Provinsi) sebesar Rp1.312.355 oleh gubernur membuat Dinsosnaker Kuningan mulai berhitung mengenai besaran UMK (Upah Minimum Kabupaten)
untuk tahun 2016.  Melihat aturan baru yang menginduk pada Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan, maka diprediksi UMK di kisaran angka Rp1.364.760.

Angka tersebut berdasarkan penjumlahan upah tahun berjalan atau Upah Minimun Kabupaten tahun 2015 sebesar Rp1.224.000, ditambah dengan laju inflasi dan produk domestik bruto (PDB). Untuk perhitungan inflasi, dipatok sebesar 4,63 persen dan PDB 4,63 persen sehingga total 11,5 persen atau sebesar Rp1.224.000.

Dari total 11,5 persen itu, lanjut dia, maka keluarlah angka Rp140.760 dari penjumlahan 11,5 antara laju infalsi dan PDB. Dengan sistem seperti ini, perhitungannya sangat jelas.

“Perhitungan UMK tahun 2016 seperti itu sistemnya. Berbeda dengan tahun lalu, di mana KHL (komponen hidup layak) menjadi pertimbangan,” ucap Kadinsosnaker Kuningan, Drs H Dadan Supardan MPd kepada Radar, kemarin (4/11).

Dia menyebut, apabila dibandingan antara UMP dengan UMK, maka terjadi selisih Rp52.760 atau dengan kata lain ada kenaikan. Sementara itu, besaran KHL sendiri sebesar Rp1.376.588.

Menurutnya, sistem pengupahan yang dilakukan saat ini sudah terbilang layak, sehingga serikat pekerja dapat menerima keputusan ini. Mengenai besaran angka sebesar itu, baru sekadar perkiraan.

“Ini hanya perkiraan kami saja. Untuk pembahasan selanjutnya tentu peresmian dari gubernur. Sebab, meski sudah disepakati, namun UMP itu belum diberi nomor,” ucap mantan kadisdik Kuningan itu.

Dengan besaran seperti ini, lanjut dia, besarnya Upah Minimun Kabupaten Kuningan diyakini berada di atas Kota Banjar dan Kabupaten Ciamis. “Mudah-mudahan besar seperti ini bisa terwujud,” tuturnya.

“Untuk UMP Jabar sendiri, tiap daerah wajib mematuhi. Yang melanggar pasti ada sanksinya. Untuk penentuan jelasnya kami menunggu instruksi provinsi,” ujar Dadang.

Mengenai jumlah perusahaan di Kuningan, kata dia, cukup banyak. Tapi memang perusahaan tidak sebesar di kota lain. Dia tidak menampik bahwa selama ini banyak yang melanggar mengenai pengupahan, terutama yang bekerja di toko-toko. Tapi situasi itu tidak bisa dihindari karena kemampuan sang pemilik toko.

Sumber : http://www.radarcirebon.com/umk-kuningan-2016-diprediksi-rp1-364-760.html



comments | | Read More...

Panduan Praktis Ajaib Al Quran Menjadi Manusia Cerdas 486x60

Palutungan

Penulis : Unknown on Sunday, October 11, 2015 | 17:35

Sunday, October 11, 2015

PALUTUNGAN, nama sebuah dusun atau kampung  yang terletak di kaki Gunung Ciremai, tepatnya  di
Désa Cisantana, Kécamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan. Daerah ini selain terkenal  sebagai daerah panghasil sayuran, terkenal pula keindahan alamnya. Selain itu terkenal pula sebagai daerah yang punya potensi sumber air cukup melimpah.

Tak heran, karena daerah ini punya banyak sumber air. Sebut saja Curug Putri, Curug Mangkok, Cisurian dan banyak lagi sumber air lainnya yang dimanfaatkan oleh masarakat di daerah itu dan luar daerah.

Selain itu pula Dusun Palutungan sudah sejak lama menjadi daerah yang banyak dikunjungi  wisatawan dari berbagai daerah. Di daerah ini ada lokasi  bumi perkemahan, curug putri, curug mangkok, Cisurian serta banyak lagi potensi wisata lainnya seperti jalur pendakian Gunung Ciremai.
Menurut cerita, nama Palutungan  berasal dari kata Panungtungan (Akhir).

Akhir dari Dalam berbagai kepedihan dan kesengsaraan di masa lalu, akibat banyak rongrongan dari pihak luar yang merugikan.

Kini masyarakat  Dusun Palutungan yang berjumlah tidak kurang dari   900 jiwa, umumnya hidup berkecukupan.  Sebab masyarakatnya rajin bercocok tanam dan punya semangat tinggi untuk meningkatkan tarap kehidupan yang lebih sejahtera. Ada yang bertani, berdagang, beternak sapi perah serta usaha lainnya.*
comments | | Read More...

Panduan Praktis Ajaib Al Quran Menjadi Manusia Cerdas 486x60

Pengunjung

 
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use |Advertise with Us | Site map
Copyright © 2011. Seputar Kuningan . All Rights Reserved.
Design Template by Bisnis Online | Support by Catatan Kang Agus | Powered by Blogger | Link Diet Menurunkan Berat Badan