News Update :
Showing posts with label Kriminal. Show all posts
Showing posts with label Kriminal. Show all posts

ABG Mesum Di Hutan Bungkirit

Penulis : Unknown on Saturday, May 14, 2016 | 11:29

Saturday, May 14, 2016

KUNINGAN – Entah sudah berapa banyak kasus mesum yang dilakukan di Hutan Kota Bungkirit oleh
para pengunjung. Dari semua itu pengelola sudah melakukan berbagai tindakan mulai dari dinikahkan hingga membuat surat pernyataan bagi para pelaku untuk tidak melakukan perbuatan.

Namun, ternyata hal itu tidak mempan. Kasus mesum terus muncul silih berganti. Dalam  tiga hari ini sudah ada beberapa pasang yang digaruk oleh pengelola Hutan Kota Bungkirit.

Ironis ada salah satu pasang remaja yang masih duduk di kelas X yang berasal dari sekolah favorit melakukan mesum dengan dimulai menonton film porno. Usai menonton porno mereka langsung melakukan mesum.

“Terkadang saya harus melakukan tindakan apa lagi untuk mencegah pengunjung yang kebanyakan remaja agar tidak melakukan mesum,” ucap Pengelola Hutan Bungkirit Asep Zulkarnaen.

Ia menerangkan, bukan hanya video porno tapi gambar mesum para pelaku. Mereka tidak malu menyimpan dokumen foto bugil untuk saling kirim dengan pasangannya.

Diterangkan, pasangan yang melakukan tindakan mesum dari lembaga pendidikan yang berbasis agama ada, sekolah favorit banyak. Pihaknya sampai bosan berhubungan dengan pihak sekolah.

“Andai tidak ada tanggung jawab moral saya tidak melakukan tindakan penangkapan terhadap mereka. Saya sedih melihat generasi muda yang sudah biasa dengan mesum. Masalah ini harus menjadi perhatian serius semua pihak,” ujarnya yang enggan menyebutkan jumlah pelaku mesum namun sangat banyak.

Kalau mau diintrogasi rata-rata pergaulan mereka sudah jauh. Tapi, pihaknya lebih fokus ke perbuatan mereka di hutan kota. Sebab, hal ini menjadi ranah, sedangkan masalah lain di luar tanggung jawab.

Kasi Trantib Kecamatan Cigugur Deni Hamdani menambahkan, pada Senin (9/5) pihaknya kembali menangkap pelaku mesum dari dua sekolah favorit yang salah satuya lembaga pendidikan agama. Yang membuat pihaknya murka adalah pihak orang tua tidak mau datang dan mereka menyerahkan semuanya kepada pihak berwajib.

Hutan Kota Bungkirit masuk wilayah Cigugur dan kami terus berupaya melakukan berbagai cara untuk menekan kasus mesum. Bahkan, sudah melakukan deklarasi anti  tindakan mesum lima sekolah yang berada di kecamatan Cigugur. Namun, hasilnya belum terasa,” jelas Deni.

Apa yang dilakukan ini kata dia, sebagai bukti pihaknya peduli terjadap moral remaja. Aksi oral seks dikalangan remaja saat ini sepertinya sudah lumrah karena rata-rata ketika ditangkap mereka tengah berbuat seperti itu.

“Meski saat ini belum ada hasilnya kami tidak akan lelah. Mari semua memperhatikan permasalahan ini kerena menjadi tanggung jawab semuanya,” ucap Deni.


Sumber::http://www.radarcirebon.com/masih-ada-saja-abg-mesum-di-hutan-bungkirit.html
comments | | Read More...

Panduan Praktis Ajaib Al Quran Menjadi Manusia Cerdas 486x60

Dua Warga Jamblang Di Duga Teroris

Penulis : Unknown on Thursday, January 21, 2016 | 20:05

Thursday, January 21, 2016

CIREBON – Densus 88 sudah menangkap dua warga Desa Orimalang, Kec Jamblang, Kab Cirebon, Jumat pagi (15/2). Dua orang yang ditangkap itu salah satunya berinisial JS, yang selama ini dicurigai oleh terlibat jaringan teroris.

Informasi dari radarcirebon.com yang saat ini sedang berada di lokasi, sejak tadi malam tim Densus sudah mengubek-ngubek Desa Orimalang. Hasilnya, malam tadi berhasil menangkap satu pelaku yang sedang membeli nasi goreng di Desa Bakung, dan pagi tadi menangkap satu orang lagi. Total ada dua orang terduga terlibat teroris yang ditangkap tanpa perlawanan.

Hingga saat ini Densus masih berada di lokasi. Kepala Desa Orimalang masih sibuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari media tekait penangkapan terhadap  warganya.

Tim Densus yang bersenjata lengkap tampak masih berjaga-jaga. Sementara warga masih ketakutan dan banyak yang berdiam di dalam rumah.

Sumber: http://www.radarcirebon.com/densus-amankan-2-warga-orimalang-jamblang.html
comments | | Read More...

Panduan Praktis Ajaib Al Quran Menjadi Manusia Cerdas 486x60

Anak Korban Sodomi di Cidahu Menjalani Visum

Penulis : Unknown on Sunday, May 18, 2014 | 13:35

Sunday, May 18, 2014

KUNINGAN - Setelah sempat tertunda lantaran dokter bedah yang menjadi mitra kepolisian berada di luar kota, akhirnya empat bocah dari Desa Cieurih, Kecamatan Cidahu, yang diduga menjadi korban sodomi menjalani visum di RSUD 45 Kuningan,  Rabu (14/5). Keempat bocah berinisial UB, FR, JA dan RM yang kini duduk di bangku kelas 4 dan 5 Madrasah Ibtidaiyah (MI) tersebut, menjalani pemeriksaan di ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD) oleh tim medis yang dipimpin Dr Irwan Adinin SpB.

Usai melakukan visum, Irwan mengatakan, dalam menjalani visum dia dibantu dua orang dokter dan satu perawat. “Visum yang kami lakukan hanya fokus memeriksa kondisi anus korban apakah ada luka atau terindikasi mengalami kekerasan seksual atau tidak,” ujar Irwan.

Mengenai hasil visum tersebut, papar dia, sebetulnya bisa diketahui dalam waktu sehari itu. Namun pihaknya tidak mempunyai kewenangan untuk menginformasikannya selain kepada aparat penyidik Polres Kuningan. “Hari ini (kemarin) juga sudah bisa diketahui hasilnya. Namun secara resmi kami baru akan memberikan hasil visum ke pihak penyidik seminggu ke depan,” terang Irwan.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kuningan, Aipda Dahroji yang mendampingi keempat bocah tersebut menerangkan, kegiatan visum dilakukan untuk membuktikan apakah benar telah terjadi kekerasan seksual sodomi terhadap empat bocah tersebut. Jika ternyata hasil visum menunjukkan benar keempat bocah tersebut telah disodomi, maka pihaknya akan segera melakukan pemeriksaan terhadap dua terduga pelakunya yaitu PI dan US yang juga masih dibawah umur.

“Dari hasil visum tersebut akan menjadi petunjuk kami untuk menangani kasus dugaan sodomi terhadap empat bocah tersebut. Tidak menutup kemungkinan, jika hasil visum menunjukkan ada indikasi kekerasan seksual maka dalam waktu dekat ini kami akan melakukan pemeriksaan terhadap tersangka,” jelas Dahroji.

Seperti diberitakan Radar sebelumnya, empat bocah warga Desa Cieurih, Kecamattan Cidahu masing-masing berinisial UB, FR, JA dan RM diduga menjadi korban pelecehan seksual dua tahun yang lalu oleh dua pelaku berinisial PI dan US yang kala itu masih duduk di bangku SMP. Pengalaman buruk keempat bocah yang duduk di bangku kelas 4 dan 5 sekolah setingkat SD tersebut baru diketahui para orang tua korban dari guru ngaji di desa setempat dua tahun kemudian. Tanpa sengaja, sang guru ngaji saat memberi nasihat kepada anak-anak untuk berhati-hati agar jangan sampai menjadi korban seperti yang terjadi di Sukabumi, namun salah satu muridnya nyeletuk menunjuk salah satu murid mengaji pernah diperlakukan serupa.

Dari informasi tersebut, kemudian diperoleh data jumlah korban sodomi dua pelaku yang kini sudah duduk di bangku SMK tersebut berjumlah empat orang. Para orang tua yang tak terima anaknya diperlakukan tak senonoh tersebut pun akhirnya melaporkannya ke polisi.

Sementara Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), Drs Dedi Supardi MPd mengaku prihatin dengan adanya kasus dugaan sodomi yang menimpa anak di bawah umur. Dia menyarankan agar orang tua dan guru lebih ketat dalam mengawasi anak-anak baik di lingkungan rumah atau sekolah. “Kami turut prihatin jika kejadian itu benar-benar berlangsung. Sekolah harus lebih ketat mengawasi anak didik ketika berada di sekolah. Begitu juga orang tua siswa disarankan agar terus melakukan pengawasan. Ini untuk mencegah hal yang tidak diinginkan terjadi. Meski yang menjadi korban siswa MI, namun kami sudah memerintahkan UPTD Disdikpora Cidahu untuk terjun ke lapangan melakukan pengawasan,” sebut Dedi.

Sumber: radarcirebon.com
comments | | Read More...

Panduan Praktis Ajaib Al Quran Menjadi Manusia Cerdas 486x60

Adik Menghabisi Nyawa Kakak Ipar

KALIMANGGIS – Kekesalan yang sudah menumpuk terhadap korban membuat pelaku gelap mata. Jasri (28) warga Dusun Manis RT 06 RW 03, Desa Cipancur, Kecamatan Kalimanggis, membunuh Udin bin Samit dengan sebilah samurai, Jumat (16/5).

Korban tewas di tempat kejadian dengan luka di leher, tangan dan perut. Kejadian ini kontan membuat warga setempat geger.

Pelaku mengaku nekat membunuh korban yang merupakan kakak iparnya sendiri karena kesal. Menurut pelaku, perilaku korban sering mabuk dan membuat onar.

Berdasarkan data yang diperoleh, peristiwa yang menggemparkan warga Desa Cipancur itu, terjadi Jumat (16/5) sekitar pukul 12.30 WIB. Pelaku tega menghabisi kakak iparnya lantaran korban sering membentak istrinya. Korban yang dalam keadaan mabuk tidak terima ditegur hingga terjadi perkelahian.

Sang adik ipar yang sudah bersabar dan memendam amarahnya terhadap perilaku korban akhirnya naik pitam dan langsung mengambil pedang samurai yang ada di rumahnya. Kemudian pelaku tanpa pikir panjang langsung menyabetkan pedang samurai ke tubuh korban sebanyak tiga kali hingga korban tersungkur.

Tanpa ada rasa penyesalan, usai membunuh pelaku pun kembali ke rumahnya sambil membawa pedang samurai. Bahkan pelaku memberi tahu kepada tetangganya yang bernama Abidin, bila ada polisi yang mencari dirinya menunggu di rumah sambil minum kopi dan tidak akan melarikan diri.

Warga pun yang mengetahui korban sudah tersungkur dengan bersimbah darah membawanya ke RSUD 45. Namun nyawanya tidak bisa diselamatkan karena lukanya cukup parah dan darah yang keluar cukup banyak.

Usai membunuh Udin, Jasri (33), kini sudah diamankan anggota Polsek Cidahu dan jajaran Polres Kuningan tidak lama setelah melakukan aksinya. Polisi juga telah mengamankan barang bukti sebilah pedang samurai.

Kepada petugas Jasri mengaku tidak terima dengan perbuatan korban terhadap istri dan keluarganya. Bukan hanya keluarganya, warga pun resah dengan prilaku korban yang sering mabuk-mabukan dan bergaul dengan anak jalanan.
Kini Jasri masih dalam pemeriksaan petugas Reskrim Polres Kuningan. Pihak kepolisian pun masih melakukan penyidikan dan penyelidikan atas perkara tersebut. Sejumlah saksi tengah dimintai keterangan pihak kepolisian.

Kapolsek Cidahu AKP Yayat Hidayat mengatakan, perkara pembunuhan kakak ipar tersebut masih dalam proses penyidikan dan penyelidikan. Sejumlah saksi sudah dimintai keterangan dan rencananya akan meminta keterangan istri pelaku, Suhati. “Perkaranya masih proses penyidikan dan penyelidikan. Kasusnya sekarang ditangani oleh Reskrim Polres Kuningan,” ucap Yayat

Sumber: radarcirebon.com
comments | | Read More...

Panduan Praktis Ajaib Al Quran Menjadi Manusia Cerdas 486x60

Pengunjung

 
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use |Advertise with Us | Site map
Copyright © 2011. Seputar Kuningan . All Rights Reserved.
Design Template by Bisnis Online | Support by Catatan Kang Agus | Powered by Blogger | Link Diet Menurunkan Berat Badan